UKM Sulit Berkembang, Kesalahan Ini Kerap Dilakukan Pelaku Usahanya Tanpa Disadari

Wednesday, 3 March 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pameran UKM / Net

Pameran UKM / Net

DAELPOS.com – Di tengah situasi dan kondisi yang tidak menentu di kala pandemi, membuat banyak pelaku bisnis UKM mulai berjatuhan. Satu per satu pebisnis mulai menyatakan bangkrut akibat ketidakpastian usaha karena tekanan pandemi yang belum kunjung mereda. 

Segala cara pun telah dilakukan oleh berbagai stakeholder, baik pemerintah, pebisnis, dan juga masyarakat untuk bahu membahu menyelamatkan pahlawan ekonomi Indonesia ini.

Namun menurut CEO PT Zahir Capital Hub, Yunan Hilmi, beberapa kesalahan umum yang kerap dilakukan oleh pelaku UKM juga turut menjadi penyebab sulit maju dan berkembangnya usaha mereka baik di kondisi normal apa lagi di masa pandemi ini.  

“Hal inilah yang menghambat operasional bisnis karena bisnis yang dijalankan tidak transparan sehingga menimbulkan anggaran yang terus membengkak,” kata Yunan dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (3//21).

Hal ini kemudian diamini oleh Jauhar Fikri, Founder Sharfin Indonesia. Ia juga menambahkan bahwa bisnis yang masih bertahan saat ini tidak lepas dari peran keuangan syariah di dalamnya. 

“Sebagai pebisnis, haruslah memiliki piramida keuangan yang sehat, analisa valuasi bisnis, forecasting peluang bisnis, dan masih banyak lagi,” ungkapnya.

Sedangkan Partnership Relations Kapital Boost Indonesia, Ali Alghofiqi menyatakan bahwa penyebab lainnya adalah sulitnya UKM mendapatkan akses pembiayaan. Hal itu karena mereka masih berpatokan pada pembiayaan dari perbankan.

“Padahal, pembiayaan usaha tidak hanya bersumber dari Bank saja, namun juga dari P2P (peer to peer),” katanya. 

Karenanya, Kapital Boost Indonesia siap menyediakan akses pembiayaan berbasis syariah bagi UKM dengan dua produk pembiayaan unggulannya, yaitu Murabahah (pembiayaan pembelian barang) dan Invoice Financing (pembiayaan talangan piutang dari UKM ke Bohir).

Sedangkan General Manager PT Kapital Boost Indonesia, Rizqi Pratama Amarza mengungkapkan, sejauh ini, Platform yang telah berdiri sejak 2016 di Indonesia ini, telah  berhasil menyalurkan pembiayaan usaha kepada 35 UKM sebesar Rp 47 Miliar yang tersebar di Jabodetabek dan Bandung. Total pembiayaan ini berhasil disalurkan berkat 278 Pendana yang tersebar di seluruh Indonesia. 

See also  Prabowo Gaspol Waste to Energy, Sampah Kota Besar Disulap Jadi Listrik

“Keberhasilan Kami dalam menyalurkan pembiayaan senilai Rp 47 Miliar berkat kerja keras tim Kapital Boost yang senantiasa bahu membahu menumbuhkembangkan UKM agar semakin majumeski di kala pandemi saat ini”, ujar Rizqi.

“Selain itu, Kami berupaya untuk memaksimalkan potensi ratusan UKM yang telah mendaftarkan diri sebagai Penerima Pembiayaan, untuk selanjutnya Kami proses lebih lanjut menjadi mitra pembiayaan Kami. Kami sadar   UKM yang terkendala akses pembiayaan yang sangat sulit dijangkau.” tambahnya.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan oleh Kapital Boost Indonesia masih terus dikembangkan dan tidak berhenti di target awal, yaitu Rp 40 Miliar. Hal ini disampaikan oleh Dhanny Rizky Utama, Marketing Manager PT Kapital Boost Indonesia.

“Penyaluran pembiayaan ini akan terus dikembangkan oleh Kapital Boost Indonesia hingga mendekati Rp 90 Miliar di tahun 2021. Makadari itu, Kapital Boost Indonesia mengajak seluruh stakeholder dan pengguna, baik Pendana maupun UKM, untuk berpartisipasi aktif dalam memajukan perekonomian Indonesia melalui platform P2P Pembiayaan.” ujarnya.

Kapital Boost Indonesia berharap pandemi COVID-19 dapat memberikan secercah harapan bagi UKM Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang. Sebagai platform P2P Pembiayaan, Kapital Boost Indonesia terus berusaha menciptakan iklim pembiayaan yang mudah, praktis, dan berbasis Syariah kepada UKM potensial Indonesia.[fah]

Berita Terkait

Menteri Dody Siapkan 5 Strategi Infrastruktur Tahun 2028, Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa
Mendes Yandri Sebut Asta Cita Keenam Jadikan Desa Sebagai Subjek Utama Pembangunan
Pelajari Pertanian Berbasis AI di Chongqing, Iftitah Dorong Investasi Tiongkok ke Papua dan Sulawesi
Ahmad Syauqi Kawal Revitalisasi SMK Muhammadiyah Prambanan
SPBU Bakal Hadir di Tidung, Karya, dan Kelapa
Sidak SPPG Cadek, Sudaryono Tekankan Kepatuhan SOP dan Akurasi Data
Bertemu Mahasiswa Indonesia di Beijing, Iftitah: Ilmu Pengetahuan Harus Jadi Solusi Nyata bagi Rakyat

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 00:03 WIB

Menteri Dody Siapkan 5 Strategi Infrastruktur Tahun 2028, Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

Wednesday, 21 October 2026 - 00:01 WIB

PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa

Tuesday, 20 October 2026 - 13:20 WIB

Mendes Yandri Sebut Asta Cita Keenam Jadikan Desa Sebagai Subjek Utama Pembangunan

Sunday, 18 October 2026 - 17:29 WIB

Pelajari Pertanian Berbasis AI di Chongqing, Iftitah Dorong Investasi Tiongkok ke Papua dan Sulawesi

Saturday, 17 October 2026 - 18:22 WIB

Ahmad Syauqi Kawal Revitalisasi SMK Muhammadiyah Prambanan

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

​Cermati Dinamika Pasar, Jasa Marga Buka Ruang Potensi Opsi Buyback Saham

Wednesday, 21 Oct 2026 - 22:19 WIB

Ekonomi - Bisnis

Hutama Karya Jaga Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh hingga Triwulan III 2026

Wednesday, 21 Oct 2026 - 21:05 WIB

Ekonomi - Bisnis

Telkom Hadirkan Inovasi Pembelajaran Numerasi untuk 100 Sekolah di Wilayah 3T

Wednesday, 21 Oct 2026 - 20:58 WIB

Berita Utama

BNI Jalankan Aksi Korporasi Terukur, Fundamental Bisnis Tetap Solid

Wednesday, 21 Oct 2026 - 20:52 WIB