Menkop Teten Yakin Indonesia Bakal Jadi Pusat Mode Muslim Dunia

Thursday, 18 March 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Indonesia punya potensi besar menjadi pusat mode muslim terbesar yang diakui dunia. Namun, perlu promosi terpadu secara konsisten. Bukan hanya di dalam negeri, tapi juga secara global.

Hal itu ditegaskan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, pada acara pembukaan Muslim Fashion Festival (Muffest) 2021 bertema Recover for Fashion, di Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (18/3).

Teten juga menggarisbawahi pentingnya Indonesian Fashion Chamber (IFC) mengambil peran sebagai agregator dan enabler yang mendampingi para pelaku UKM di sektor produksi pakaian.

“Termasuk menghubungkan dengan produsen bahan baku lokal berkualitas (misal viscose rayon), meningkatkan kualitas produknya dengan standar global, akses pembiayaan yang mudah dan murah, sampai dengan mempertemukan dengan pasar,” papar MenkopUKM.

Bagi pemerintah, lanjut Teten, ajang ini sebagai sebuah kegiatan yang menjadi lokomotif pegerakan dan perkembangan industri fesyen muslim Indonesia.

Terlebih lagi, dilansir dari Global Islamic Economy Indikator, fesyen muslim atau modest fashion merupakan salah satu keunggulan Indonesia dengan poin indikator sebesar 34.26, jauh mengungguli rata-rata global di 17.55.

“Indonesia saat ini berpotensi menjadi pemimpin klasemen untuk kategori ini dan itu tentu tidak lepas dari kontribusi Muffest, Indonesia Fashion Chambers, dan seluruh perancang, pengusaha, serta stakeholder mode di seluruh Indonesia,” jelas Teten.

Tahun lalu, di tengah terpaan pandemi Covid-19 secara global, nilai belanja produk pakaian muslim ikut terdampak dan turun 2,9% menjadi $268 miliar atau senilai Rp3,9 triliun. Namun, angka ini diprediksi pulih di 2021 dan terus tumbuh hingga 2024 yang diprediksi mencapai $311 miliar atau Rp4,5 triliun.

“Saya kira ini menjadi undangan untuk kita semua dapat mengoptimalkan tren baik ini,” imbuh Teten.

See also  Polri Menang Dalam Sidang Sengketa Informasi di KIP

MenkopUKM berharap, pameran secara hybrid ini tidak hanya memberi kesempatan pelaku kreatif untuk mempresentasikan karya mereka melalui fashion show, dan mengembangkan sisi bisnis dengan konsep branding, promosi dan penjualan. Namun, pameran ini juga harus mengajak pelaku dan konsumen untuk lebih mempunyai tanggung jawab melalui konsep sustainable dan kecintaan akan produk lokal.

“Hal ini juga sejalan dengan pencanangan Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin bahwa Indonesia menjadi produsen produk halal terbesar di dunia pada 2024, dan dimulai dengan fesyen muslim (dan modest wear),” tandas Teten.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh menjelaskan, hadirnya Muffest 2021 dengan tema Recovery For Fashion, yang pertama kalinya secara hybrid ini, dilaksanakan di lima kota besar di Indonesia. Masing-masing Jakarta, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

“Ini merupakan semangat baru di industri fesyen, khususnya busana Muslim,” ucap Hendra.

Tahun lalu, tepatnya 20-23 Februari 2020, Muffest sukses digelar untuk kali ke-5. Setidaknya, ada 400 peserta pameran bergabung, 117 desainer ternama gelar fashion show, dan transaksi ritel mencapai Rp43,7 miliar.

“Kita akan melakukan inovasi teknologi digital dan memperkuat business to customer,” pungkas Hendra.

Berita Terkait

Mama-mama Kampung Sahari Sulap Ikan Tak Laku Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi
Olahan Matoa Buka Sumber Penghasilan Baru bagi Ratusan Warga Prafi
Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau
Kementerian PU Salurkan 11.800 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jonggol
Bank Jakarta dan ITB Bangun Ekosistem Pendidikan, Riset, dan SDM
PT Astra International Tbk Melalui Nurani Astra Bangun 7 Posko Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur
214 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Flores, Kementerian PU Perkuat Layanan Pengungsi
DP Cuma 1 Persen, 130 Ribu Rumah Dipamerkan di Danantara Expo

Berita Terkait

Monday, 7 September 2026 - 13:50 WIB

Olahan Matoa Buka Sumber Penghasilan Baru bagi Ratusan Warga Prafi

Friday, 4 September 2026 - 18:33 WIB

Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau

Tuesday, 1 September 2026 - 23:53 WIB

Kementerian PU Salurkan 11.800 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jonggol

Tuesday, 1 September 2026 - 19:27 WIB

Bank Jakarta dan ITB Bangun Ekosistem Pendidikan, Riset, dan SDM

Monday, 31 August 2026 - 14:24 WIB

PT Astra International Tbk Melalui Nurani Astra Bangun 7 Posko Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur

Berita Terbaru

Berita Utama

Hilirisasi Kelapa Masuki Babak Baru, 2.900 Tenaga Kerja Siap Diserap

Tuesday, 8 Sep 2026 - 19:02 WIB