Uji Coba Belajar Mengajar Tatap Muka, Wagub Ariza Pastikan Persiapan Optimal

Wednesday, 7 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria / Net

Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria / Net

DAELPOIS.com – Pemprov DKI Jakarta memulai uji coba belajar mengajar tatap muka secara terbatas di 85 sekolah yang terdiri dari SD sampai SMA pada Rabu (7/4). Kegiatan belajar mengajar tersebut sesuai Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 405 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro.

Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menjelaskan, dalam perencanaan uji coba sekolah tatap muka akan berjalan dalam dua bulan ke depan.

“Uji coba ini bisa meyakinkan kita bahwa semua bisa mempersiapkan sarana prasarana yang baik. Para tenaga pendidik juga siswa bisa mengikuti dengan baik, itu harapan kita bersama. Jadi kalau ini berhasil, kita mempertimbangkan memperluas kembali.  Sekali lagi mohon dukungan uji coba sekolah secara campuran, secara terbatas online dan offline,” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (6/4) malam.

Dikatakan Wagub Ariza, komunikasi dengan berbagai instansi terkait sudah berjalan secara optimal. Ia memastikan pemerintah pusat mendukung program uji coba yang mengedepankan protokol COVID-19 itu. Mengenai pemahaman anak-anak SD tentang protokol kesehatan, ia menyatakan kewajiban para guru, orang tua, dan semua pihak yang mengerti untuk menjelaskan.

“Untuk meyakinkan anak-anak kita bahwa melaksanakan protokol kesehatan itu tidak sulit. Mengerti cara menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, itu saja cukup,” sambungnya.

Wagub Ariza mengakui, tidak sedikit orang tua yang ragu untuk mendukung uji coba kebijakan ini. Namun pihaknya memastikan pemerintah tidak memaksakan mengingat hal tersebut menyangkut kesehatan individu.

“Hak orang tua mengizinkan atau tidak, itu semua keputusan, kami juga mendengarkan pendapat,” tandasnya.

Sekadar diketahui, pemerintah telah mempercepat vaksinasi COVID-19 bagi para guru. Para tenaga pendidik lansia diprioritaskan menjalani vaksinasi. Vaksinasi bagi para guru dilaksanakan sejak akhir Maret 2021 dan hingga kini masih terus berlangsung.

See also  Menteri Basuki Tinjau Penyelesaian Akhir Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

Berita Terkait

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan
Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 12:50 WIB

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Berita Terbaru

Nasional

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 18:48 WIB

Energy

Fasilitasi OTA Wolbachia di Kampus, ITPLN Aktif Berantas DBD

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:39 WIB