Rudi Hartono Bangun Desak BPK dan BPKP Audit Utang BNPB

Saturday, 28 August 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Anggota Komisi VIII DPR RI Rudi Hartono Bangun mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  mengaudit utang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang nilainya mencapai Rp1,45 triliun pada  vendor atau pihak ketiga.

“Masalah utang  BNPB  pada  pihak vendor atau pihak ketiga itu, sesungguhnya untuk jenis pekerjaan apa sampai Rp1,45 triliun? Dan pihak ketiga itu siapa? Harus jelas pihak ketiganya siapa,” kata Rudi menanggapi persoalan utang BNPB yang mengemukan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI dengan Kepala BNPB, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (26/8/2021).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Jumat (27/8/2021), politisi dari Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) itu meminta kejelasan utang ini perlu dikemukakan secara terbuka ke publik sebab untuk membayar utang Rp1,45 triliun itu adalah uang rakyat Indonesia.

“Kalau hanya cuma menyiram air dengan heli (untuk pemadaman karhutla), kenapa bisa biayanya membengkak sampai Rp1 triliun? Coba tanyakan sama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), berapa sih harga heli 1 unit? Kalau dengan uang Rp1,5 triliun saya taksir bisa beli 30 unit heli,” kritisi Rudi.

Terkait utang ini, Rudi menilai Kepala BNPB yang lama juga harus bertanggungjawab, dalam hal prosedur tender dan lelang pekerjaan tersebut, sehingga BNPB belum bisa membayar. Ia menduga seperti ada permainan dalam pekerjaan penanganan karhutla. Diduga ada mark up sehingga nilai pekerjaannya bisa melesat Rp1,45 triliun.

Rudi meminta BPK dan BPKP harus teliti mengaudit pekerjaan penyiraman air dengan heli untuk penanganan karhutla tersebut, termasuk lokasi dan titiknya harus jelas. Pasalnya bisa saja fiktif dan gambarmya yang itu itu saja buat laporan untuk penagihan pekerjaan ini, sehingga jumlahnya mencapai Rp1,5 triliun.

See also  Pemerintah Godok Aturan Perlindungan Ojol, Ini Masukan Konkret Ketua DPD RI

“Jika hal-hal semacam ini  setiap lembaga melakukan, saya melihat uang APBN akan banyak yang bocor dan tidak ada manfaat yang dirasakan rakyat,” pungkas wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Utara III ini.

Merespons kritik ihwal utang, Kepala BNPB Ganip mengaku awalnya bingung karena utang tersebut sudah ditemukan ketika dirinya baru memimpin BNPB. Ia menjelaskan, utang itu berasal dari pembiayaan penanggulangan bencana yang belum sempat dialokasikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, Ganip menegaskan, utang tersebut sudah lunas seluruhnya melalui sejumlah proses.

“Saya sendiri masuk ke BNPB bingung dengan utang-utang itu. Kenapa ini bisa terjadi hal seperti ini. Perlu saya jelaskan bahwa kegiatan yang terutang itu ternyata malah kegiatan penanggulangan bencana yang sudah dikerjakan dan belum sempat dialokasikan, oleh Kementerian Keuangan, berupa DSP (Dana Siap Pakai), dan ini belum ada atau belum masuk di dipa BNPB tahun 2020,” jelas Ganip.

Berita Terkait

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru
Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara
HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Prabowo-Jokowi-SBY Hadir
HUT ke-81 TNI, Kemhan Komitmen Perkuat Pertahanan Nasional
HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim
Rocky Gerung Masuk Wantimpres, Prabowo Tekankan Posisi Etis
bank bjb Gandeng Kejati Banten Perkuat Tata Kelola dan Pemulihan Aset

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 13:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru

Monday, 5 October 2026 - 13:28 WIB

Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara

Monday, 5 October 2026 - 13:14 WIB

HUT ke-81 TNI, Kemhan Komitmen Perkuat Pertahanan Nasional

Saturday, 3 October 2026 - 18:52 WIB

HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun

Saturday, 3 October 2026 - 17:09 WIB

Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim

Berita Terbaru