Tinjau Bendung Gerak Tempe, Menteri Basuki Minta Jaga Fungsi Tampungan Air Danau Tempe di Kabupaten Wajo

Friday, 10 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Di sela-sela persiapan peresmian Bendungan Paselloreng dan Bendung Gilireng, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau Bendung Gerak Tempe di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (9/9/2021). Bendung gerak Tempe merupakan infrastruktur sumber daya air yang membendung aliran sungai Cenranae guna mempertahankan muka air Danau Tempe pada elevasi tertentu agar bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan masyarakat.

Danau Tempe merupakan salah satu dari 15 danau kritis di Indonesia yang sebelumnya mengalami pendangkalan akibat masifnya pertumbuhan eceng gondok, sedimentasi, dan okupasi lahan. Revitalisasi dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Ditjen Sumber Daya Air (SDA), Kementerian PUPR berupa pengerukan, pemancangan cerucuk bambu, pengendalian gulma air dengan pembersihan rutin eceng gondok serta pemasangan geokomposite dan geosintetis guna mengembalikan fungsi alami Danau Tempe.

Dalam kunjungannya, Menteri Basuki berpesan kepada BBWS Pompengan Jeneberang agar terus memperhatian persoalan enceng gondok dan okupasi tanah untuk menjaga fungsi alami danau sebagai tampungan air. “Kita jangan lemah karena ini diatur Perpes (Peraturan Presiden) sebagai danau prioritas. Jangan sampai turun elevasi airnya (muka air), kita harus pertahankan,” kata Menteri Basuki.

Menurut Menteri Basuki, penyelematan Danau Tempe penting mengingat akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Adanya Bendung Gerak Tempe akan membendung aliran air dari Danau Tempe pada musim hujan sebagai pengendali banjir di wilayah hilir Sungai Cenranae dan mempertahankan muka air danau pada musim kemarau pada elevasi tertentu untuk menjaga kontinuitas air irigasi area pertanian dan perikanan.

“Pak JK (Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla) pernah cerita dulu Danau Tempe merupakan sumber suplai ikan gabus untuk seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di wilayah Indonesia Timur,” tutur Menteri Basuki.

See also  Presiden Jokowi Tekankan Agenda ASEAN 2045 Pentingannya Peran Parlemen

Keberadaan Bendung Gerak Tempe selain memberikan manfaat di bidang pertanian dan perikanan, juga sebagai penyedia pasokan air baku sebesar 377 liter/detik untuk kebutuhan air PDAM di kota/kabupaten sekitarnya sebanyak 230 liter/detik dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) sebesar 147 liter/detik serta sebagai sarana pariwisata dan transportasi air dari Sungai Cenranae ke Danau Tempe melalui fasilitas pintu navigasi.

Konstruksi bangunan bendung utamanya menggunakan beton bertulang, lebar bentang 90,5 meter, dilengkapi empat set pintu utama (roller gate) selebar 5 meter, dengan penggerak tenaga listrik. Fasilitas lainnya yang cukup unik adalah tersedianya tangga ikan (fish ladder) lebar tiga meter, panjang 27 meter, terletak di sebelah kanan bendung.

Bendung gerak yang telah selesai pembangunan pada 2013 tersebut juga dilengkapi jembatan kokoh dengan bahan plat beton bertulang, disangga gelagar baja sepanjang 90,5 meter, lebar lima meter. 

Turut mendampingi Menteri Basuki, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR T. Iskandar, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan. Endra S. Atmawidjaja, Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Airlangga Mardjono, Kepala Balai Teknik Bendungan Duki Malindo Ditjen SDA, Kepala Pusat Analisis Pelaksanaan Kebijakan Hariyono Utomo, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Adenan Rasyid, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III Sulsel Muhammad Insan. (*)

Berita Terkait

Timur Tengah Memanas, DPD RI Soroti Risiko Ekonomi dan Pentingnya Perlindungan Daerah
BP BUMN Perkuat Peran BUMN Dorong Ekonomi Desa
Peduli Ekosistem Pesisir, HKI Dukung Penanaman Mangrove di Pulau Payung
Pertamina–Toyota Makin Dekat Garap Bioetanol, Pemerintah Dorong Gas ke Tahap Konstruksi
Antisipasi El Nino, DPRD Minta BUMD Pangan Jadi Penjaga Stabilitas Harga
Laba HKA Melonjak 184%, Kinerja Kuartal I 2026 Lampaui Target
Bahlil Amankan Pasokan Migas dari Rusia, BBM RI Dijamin Aman hingga 2026
Tak Cukup Formalitas, BULD DPD RI Minta Perda Benar-Benar Jawab Kebutuhan Rakyat

Berita Terkait

Friday, 24 April 2026 - 09:18 WIB

Timur Tengah Memanas, DPD RI Soroti Risiko Ekonomi dan Pentingnya Perlindungan Daerah

Thursday, 23 April 2026 - 13:28 WIB

BP BUMN Perkuat Peran BUMN Dorong Ekonomi Desa

Wednesday, 22 April 2026 - 09:28 WIB

Peduli Ekosistem Pesisir, HKI Dukung Penanaman Mangrove di Pulau Payung

Monday, 20 April 2026 - 12:54 WIB

Pertamina–Toyota Makin Dekat Garap Bioetanol, Pemerintah Dorong Gas ke Tahap Konstruksi

Sunday, 19 April 2026 - 18:19 WIB

Antisipasi El Nino, DPRD Minta BUMD Pangan Jadi Penjaga Stabilitas Harga

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Disiplin Finansial Berbuah Manis, Hutama Karya Lampaui Target Laba Awal 2026

Saturday, 25 Apr 2026 - 12:12 WIB

Megapolitan

Wagub Rano Tertibkan Parkir Liar di Lebak Bulus

Saturday, 25 Apr 2026 - 11:04 WIB

Olahraga

Grand Final Proliga 2026: JPE Ungguli Phonska Plus Pada Leg 1

Saturday, 25 Apr 2026 - 00:33 WIB