Airlangga Optimis Perekonomian Indonesia Tetap Tumbuh Positif

Thursday, 24 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kesuksesan penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia di tengah berbagai krisis dan tantangan yang menerpa dunia telah mendapatkan apresiasi dari banyak negara. Indonesia merupakan satu-satunya negara yang mewakili Asia Tenggara dan menjadi salah satu poros negara berkembang dalam forum G20 serta sukses menjadi penengah dan menghasilkan deklarasi yang dapat diadopsi semua negara anggota dalam KTT G20 Indonesia.

Kesuksesan tersebut juga tidak terlepas dari hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke Rusia dan Ukraina yang merupakan salah satu upaya untuk mengkonsolidasikan seluruh negara, sehingga akhirnya dapat menciptakan kesepakatan bersama dalam KTT G20. Bahkan Indonesia disebut majalah The Economist sebagai ‘Asia’s Overlooked Giant’.

Keberhasilan Presidensi G20 Indonesia juga memberikan dampak positif bagi Indonesia. Dari segi ekonomi, terlihat dari laju ekonomi nasional pada dua kuartal terakhir yang terus bertumbuh (5,72% yoy) melampaui ekonomi negara maju seperti Tiongkok (3,9% yoy) dan Amerika Serikat (1,8% yoy) serta terjadi peningkatan PDRB pada sejumlah kota tempat penyelenggaraan event G20.

Dari sisi hubungan internasional, Indonesia semakin menguatkan tingkat kepercayaan dunia atas kemampuan Indonesia menjadi aktor penting dalam kancah internasional. Meningkatnya posisi Indonesia ini dapat mendorong kemajuan-kemajuan dalam berbagai sektor perekonomian Indonesia.

“Mereka, negara-negara besar, sudah melihat bahwa ekonomi terbesar di dunia ini yang masih positif atau istilah dari Kristalina itu adalah the bright spot in dark adalah Indonesia dan ASEAN. Dengan demikian, alternatif investasinya, melihat Indonesia stabil secara politik dan ini stabil untuk regulasi, rule of law dari investment. Jadi ini kesempatan bagi Indonesia berada di dalam panggung dunia,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir sebagai narasumber dalam acara Obrolan Malam di BTV pada Rabu (23/11).

See also  Capai Progres 90%, PT Jasamarga Bali Tol Optimis Penataan Jalan Tol Bali Mandara Selesai Tepat Waktu

Selain itu, dalam pelaksanaan KTT G20 Indonesia terdapat momen launching komitmen kerjasama Indonesia dengan Amerika Serikat dalam skema Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII). Dalam skema PGII, mobilisasi pendanaan dari Amerika Serikat selama lima tahun ke depan untuk pembangunan infrastruktur di negara berkembang mencapai besaran USD600 miliar. Indonesia juga telah memperoleh komitmen dari Just Energy Transition Progam (JETP), dimana negara-negara G7 menyediakan dana USD20 miliar atau sekitar Rp311 triliun selama 3 sampai 5 tahun ke depan untuk membiayai proyek-proyek yang mendukung penurunan emisi.

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga mengatakan bahwa gejolak geopolitik Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung sangat mempengaruhi kenaikan harga energi dan pangan karena terjadi disrupsi supply serta kerugian finansial. Beberapa negara mengalami kerugian finansial bukan hanya akibat perang Rusia dan Ukraina, tetapi juga karena pandemi Covid-19. Dalam menghadapi dampak perang tersebut, Indonesia memiliki daya tahan yang cukup baik.

“Jadi kalau khusus untuk Indonesia, kita sudah ada daya tahan. Satu, pangan. Kita produksinya relatif baik yaitu 31 juta ton beras setiap tahun. Kemudian kedua, terkait dengan fertilizer, kita untuk urea juga bisa ekspor 2 juta ton, jadi relatif untuk pupuk pun aman,” ujar Menko Airlangga

Berita Terkait

Epson Hadirkan Generasi Terbaru EcoTank, Cetak Lebih Cepat dengan Biaya Lebih Hemat
Hutama Karya Raih Dua Platinum Award IHCA 2026, Tegaskan Transformasi Human Capital sebagai Penggerak Bisnis
Sempat Gratis, Tol Bayung Lencir-Pijoan Segera Berlaku Tarif
Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Target 2027 Capai Rp2.322 Triliun
wondr by BNI Bantu Nasabah Kelola Keuangan Keluarga
Epson Catat Penjualan Kumulatif EcoTank Tembus 100 Juta Unit Secara Global
Ekspor Nonmigas Tumbuh, Defisit Neraca Dagang Juni 2026 Susut
Legalitas Jadi Kunci, Keminveshil/BKPM Dorong UMKM Perempuan Banyumas Naik Kelas

Berita Terkait

Monday, 24 August 2026 - 10:58 WIB

Epson Hadirkan Generasi Terbaru EcoTank, Cetak Lebih Cepat dengan Biaya Lebih Hemat

Sunday, 23 August 2026 - 23:12 WIB

Hutama Karya Raih Dua Platinum Award IHCA 2026, Tegaskan Transformasi Human Capital sebagai Penggerak Bisnis

Thursday, 20 August 2026 - 19:13 WIB

Sempat Gratis, Tol Bayung Lencir-Pijoan Segera Berlaku Tarif

Saturday, 15 August 2026 - 21:12 WIB

Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Target 2027 Capai Rp2.322 Triliun

Thursday, 13 August 2026 - 17:59 WIB

wondr by BNI Bantu Nasabah Kelola Keuangan Keluarga

Berita Terbaru