Bahlil Tegaskan Indonesia Tetap Yakin Akan Pertumbuhan Ekonomi di Tahun 2023

Tuesday, 17 January 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia / foto ist

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia / foto ist

DAELPOS.com – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yakinkan investor bahwa ekonomi Indonesia masih akan tumbuh dan kuat dalam sambutannya di sesi panel Indonesia Economic Outlook 2023 yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Paviliun Indonesia (Indonesia Pavilion) di Davos, Swiss pada siang ini waktu setempat (17/1).

Dalam pidato kuncinya, Menteri Bahlil juga menyampaikan bahwa meskipun di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mencapai 5,72% di kuartal ketiga tahun 2022 lalu dan inflasi terjaga di bawah 6%. Oleh karena itu, Bahlil mengundang investor ke Indonesia untuk datang membawa teknologi, modal, dan sebagian pasar.

“Meskipun kita bukan negara maju, namun bukan berarti kita ketinggalan untuk mendesain pertumbuhan ekonomi bangsa. Saat ini kita dorong hilirisasi sebagai suatu cara bagaimana mengelola sumber daya alam yang berorientasi pada SDGs (Sustainable Development Goals). Bukan hanya tentang lingkungan, tapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat, penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi,” tegas Bahlil.

Di hadapan lebih dari 50 peserta diskusi dari berbagai negara, Bahlil juga menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia mengangkat tema hilirisasi yang berorientasi pada lingkungan, serta memfokuskan investasi untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Turut memberikan pidato kunci pada sesi Indonesia Economic Outlook 2023 ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan mengenai kekuatan Indonesia dalam memulihkan ekonomi pascapandemi adalah karena Indonesia mampu tetap menyeimbangkan aspek kesehatan tanpa mengorbankan aspek ekonomi. Luhut juga menambahkan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perlambatan ekonomi, Indonesia akan tetap tumbuh kuat dan pesat di tahun 2023. Jika Indonesia mampu menjaga kondisi ini 10 tahun mendatang, maka negara ini akan mampu mengatasi middle income trap.

See also  Kementerian PUPR Selesaikan 36 Bendungan pada 2015-2022, Dukung Peningkatan Produksi Pangan dan Pasokan Air Baku Nasional

“Kita mampu pulih dari pandemi dengan fundamental yang solid. Semua ini adalah karena kepemimpinan yang kuat dan mampu memberikan contoh yang baik serta didukung oleh tim yang solid,” ungkap Luhut.

Turut hadir dan berbicara sebagai panelis dalam sesi yang sama yaitu Koordinator Wakil Ketua Umum KADIN Yukki Nugrahawan Hanafi, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata, serta Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana. Para panelis memberikan perspektif mengenai arah kebijakan ekonomi Indonesia di tahun 2023 baik dari sisi pemerintah maupun dari pelaku usaha.

Paviliun Indonesia diselenggarakan bersamaan dengan gelaran kegiatan World Economic Forum (WEF) 2023 yang diadakan setiap tahun di Davos, Swiss mulai tanggal 16-20 Januari 2023. Penyelenggaraan Paviliun Indonesia 2023 ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Investasi/BKPM dengan KADIN dan didukung oleh Kementerian/Lembaga lainnya. Indonesia Pavilion tahun ini mengusung tema “Transformasi Ekonomi Berkelanjutan melalui Hilirisasi Industri dan Kemitraan Inklusif” (Sustainable Economic Transformation through Downstream Industry and Inclusive Partnership).

Paviliun Indonesia hadir memberikan ruang dan kesempatan strategis bagi delegasi Indonesia maupun internasional untuk saling berinteraksi, melakukan pertemuan, serta menghadiri lokakarya yang didukung oleh berbagai Kementerian/Lembaga dan juga perusahaan swasta yang hadir pada perhelatan WEF 2023. Paviliun Indonesia juga menghadirkan berbagai produk dan budaya khas Indonesia untuk dinikmati dunia. Indonesia Pavilion telah hadir sejak tahun 2018 dan menjadi ikon Indonesia di WEF Davos. (*) Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yakinkan investor bahwa ekonomi Indonesia masih akan tumbuh dan kuat dalam sambutannya di sesi panel Indonesia Economic Outlook 2023 yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Paviliun Indonesia (Indonesia Pavilion) di Davos, Swiss pada siang ini waktu setempat (17/1).

See also  HKA Dorong Pengurangan Limbah Plastik Lewat Inovasi dan Pemberdayaan Komunitas di Sekitar Jalan Tol

Dalam pidato kuncinya, Menteri Bahlil juga menyampaikan bahwa meskipun di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mencapai 5,72% di kuartal ketiga tahun 2022 lalu dan inflasi terjaga di bawah 6%. Oleh karena itu, Bahlil mengundang investor ke Indonesia untuk datang membawa teknologi, modal, dan sebagian pasar.

“Meskipun kita bukan negara maju, namun bukan berarti kita ketinggalan untuk mendesain pertumbuhan ekonomi bangsa. Saat ini kita dorong hilirisasi sebagai suatu cara bagaimana mengelola sumber daya alam yang berorientasi pada SDGs (Sustainable Development Goals). Bukan hanya tentang lingkungan, tapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat, penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi,” tegas Bahlil.

Di hadapan lebih dari 50 peserta diskusi dari berbagai negara, Bahlil juga menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia mengangkat tema hilirisasi yang berorientasi pada lingkungan, serta memfokuskan investasi untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Turut memberikan pidato kunci pada sesi Indonesia Economic Outlook 2023 ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan mengenai kekuatan Indonesia dalam memulihkan ekonomi pascapandemi adalah karena Indonesia mampu tetap menyeimbangkan aspek kesehatan tanpa mengorbankan aspek ekonomi. Luhut juga menambahkan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perlambatan ekonomi, Indonesia akan tetap tumbuh kuat dan pesat di tahun 2023. Jika Indonesia mampu menjaga kondisi ini 10 tahun mendatang, maka negara ini akan mampu mengatasi middle income trap.

“Kita mampu pulih dari pandemi dengan fundamental yang solid. Semua ini adalah karena kepemimpinan yang kuat dan mampu memberikan contoh yang baik serta didukung oleh tim yang solid,” ungkap Luhut.

Turut hadir dan berbicara sebagai panelis dalam sesi yang sama yaitu Koordinator Wakil Ketua Umum KADIN Yukki Nugrahawan Hanafi, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata, serta Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana. Para panelis memberikan perspektif mengenai arah kebijakan ekonomi Indonesia di tahun 2023 baik dari sisi pemerintah maupun dari pelaku usaha.

See also  Gerak Cepat Dinas Bina Marga Tangani Amblesnya Jalan RA Kartini

Paviliun Indonesia diselenggarakan bersamaan dengan gelaran kegiatan World Economic Forum (WEF) 2023 yang diadakan setiap tahun di Davos, Swiss mulai tanggal 16-20 Januari 2023. Penyelenggaraan Paviliun Indonesia 2023 ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Investasi/BKPM dengan KADIN dan didukung oleh Kementerian/Lembaga lainnya. Indonesia Pavilion tahun ini mengusung tema “Transformasi Ekonomi Berkelanjutan melalui Hilirisasi Industri dan Kemitraan Inklusif” (Sustainable Economic Transformation through Downstream Industry and Inclusive Partnership).

Paviliun Indonesia hadir memberikan ruang dan kesempatan strategis bagi delegasi Indonesia maupun internasional untuk saling berinteraksi, melakukan pertemuan, serta menghadiri lokakarya yang didukung oleh berbagai Kementerian/Lembaga dan juga perusahaan swasta yang hadir pada perhelatan WEF 2023. Paviliun Indonesia juga menghadirkan berbagai produk dan budaya khas Indonesia untuk dinikmati dunia. Indonesia Pavilion telah hadir sejak tahun 2018 dan menjadi ikon Indonesia di WEF Davos. (*)

Berita Terkait

HUT RI ke-81, KAI Tebar Diskon Tiket 17 Persen dan Tarif Rp8
AUM BNI Private Tumbuh 21%, Wealth Management Makin Solid
Sambut 74 Peserta Magang Nasional, Menteri Rini: Belajarlah Bagaimana Negara Bekerja untuk Masyarakat
Dukung DOB Papua Tengah, Kementerian PU Pacu Pembangunan Kantor Gubernur, DPRD, dan MRP
Prabowo Full Support FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah
Butuh Rp8.705 T, Pasar Modal Jadi Andalan Pembiayaan Pembangunan
Danantara-JBS Garap Bisnis Protein, Investasi US$2,5 Miliar
Wamendes Ariza Ajak Tiru Jepang untuk Bangun Desa Tangguh Bencana

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 17:42 WIB

HUT RI ke-81, KAI Tebar Diskon Tiket 17 Persen dan Tarif Rp8

Tuesday, 11 August 2026 - 15:12 WIB

AUM BNI Private Tumbuh 21%, Wealth Management Makin Solid

Tuesday, 11 August 2026 - 14:54 WIB

Sambut 74 Peserta Magang Nasional, Menteri Rini: Belajarlah Bagaimana Negara Bekerja untuk Masyarakat

Monday, 10 August 2026 - 18:36 WIB

Dukung DOB Papua Tengah, Kementerian PU Pacu Pembangunan Kantor Gubernur, DPRD, dan MRP

Monday, 10 August 2026 - 17:25 WIB

Prabowo Full Support FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah

Berita Terbaru

foto ist

Berita Utama

HUT RI ke-81, KAI Tebar Diskon Tiket 17 Persen dan Tarif Rp8

Tuesday, 11 Aug 2026 - 17:42 WIB

Nasional

Kertas Menyusut Buka Mata Siswa Sumedang tentang Palestina

Tuesday, 11 Aug 2026 - 17:27 WIB