Komisi VII DPR RI Apresiasi PLN Mengatasi Oversupply Listrik

Thursday, 6 July 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Evy Haryadi (kiri), serta Direktur Niaga dan Retail PLN, Edi Srimulyanti (kanan) saat menyampaikan paparan pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Rabu (5/7). Dirinya menyampaikan, PLN melakukan berbagai upaya untuk menjaga kondisi supply and demand. Mulai dari mengatur beban pasokan listrik, meningkatkan pertumbuhan konsumsi listrik hingga efisiensi operasional.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Evy Haryadi (kiri), serta Direktur Niaga dan Retail PLN, Edi Srimulyanti (kanan) saat menyampaikan paparan pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Rabu (5/7). Dirinya menyampaikan, PLN melakukan berbagai upaya untuk menjaga kondisi supply and demand. Mulai dari mengatur beban pasokan listrik, meningkatkan pertumbuhan konsumsi listrik hingga efisiensi operasional.

DAELPOS.com – Komisi VII DPR RI mengapresiasi berbagai upaya PT PLN (Persero) dalam mengatasi kelebihan pasokan listrik atau oversupply yang terjadi. Pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu menjadi pemicu turunnya pertumbuhan konsumsi listrik yang menyebabkan terjadi oversupply.

Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti menilai upaya yang dilakukan PLN dalam mengatasi oversupply perlu diapresiasi serta didukung. Menurutnya, PLN juga sudah melakukan langkah strategis dalam menggenjot konsumsi listrik masyarakat agar kondisi oversupply tak berdampak signifikan pada kondisi PLN.

“Kami mengapresiasi langkah PLN dalam mengatasi oversupply. Berbagai langkah PLN perlu didukung. Terobosan PLN dalam mendorong ekosistem kendaraan listrik untuk bisa menurunkan oversupply ini juga merupakan langkah yang strategis,” kata Dyah.

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto juga menilai, langkah PLN dalam mengupayakan perluasan demand patut diapresiasi. Ia menilai, mengatasi kondisi kelebihan pasokan listrik bukan hal yang mudah, namun PLN sudah berupaya dan perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak.

“Untuk bisa meningkatkan supply and demand itu tentu saja tidak mudah. Namun upaya PLN menciptakan strategi yang canggih dan cerdas seperti sekarang ini harus terus dijaga,” ujar Mulyanto.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan kondisi oversupply yang terjadi saat ini erat kaitannya dengan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi listrik. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang menjadi salah satu acuan dari pertumbuhan listrik juga bergeser sehingga konsumsi listrik menjadi terkoreksi.

“Ada struktural change dalam stuktur pertumbuhan ekonomi. Khususnya yang semula pertumbuhan ekonomi berbasis manufaktur bergeser ke pariwisata yang berbasis jasa. Begitu ada covid-19, konsumsi listrik turun,” ujar Darmawan.

Namun, PLN melakukan berbagai upaya untuk menjaga kondisi supply and demand. Mulai dari mengatur beban pasokan listrik, meningkatkan pertumbuhan konsumsi listrik hingga efisiensi operasional.

See also  Mendagri Tito: Pemerintah Jadi Motor Penyemangat Masyarakat Saat Pandemi

“PLN berusaha keras mengejar target penyeimbangan pasokan dan demand. Pembangkit swasta yang sedang konstruksi beberapa kami renegosiasi dan melakukan penundaan masuk ke sistem PLN. Ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dengan demand, dan memberi waktu untuk menaikkan demand,” kata Darmawan.

Selain itu, PLN juga menggenjot pertumbuhan konsumsi lewat berbagai program seperti electrifying agriculture dengan mengganti alat pertanian dengan berbasis listrik. Tak hanya meningkatkan konsumsi listrik, program ini juga mampu meningkatkan produktivitas dan memberikan manfaat efisiensi bagi para petani.

“Untuk petani, di penggilingan ternyata bisa semakin murah karena bisa seperempat dari biaya operasional. Petani buah naga juga produktivitasnya meningkat dengan sangat baik,” cerita Darmawan.

PLN juga melistriki pelabuhan dan aktivitas perikanan lewat program electrifying marine. Lewat program ini, PLN mengganti kebutuhan energi pelabuhan yang semula bergantung pada BBM menjadi berbasis listrik.

“Kami bekerja sama dengan Pelindo dan Kementerian Perhubungan memasang anjungan listrik di dermaga, sehingga saat kapal sandar, dari sebelumnya menggunakan genset yang tidak ramah lingkungan, kini bisa langsung menggunakan listrik PLN. Selain lebih ramah lingkungan, ini membuat biaya operasional lebih efisien hingga 30%,” kata Darmawan.

PLN juga aktif melakukan captive power acquisitions untuk mendorong produktivitas industri. PLN meyakinkan para pelaku industri yang masih memakai pembangkit sendiri beralih ke pasokan listrik PLN. Hal ini selain meningkatkan pertumbuhan listrik PLN juga mampu meningkatkan cost saving industri.

Darmawan menegaskan seiring dengan pemulihan ekonomi, pertumbuhan listrik semakin membaik saat ini. Hal ini terlihat pada konsumsi listrik pada tahun 2020 yang masih -0,78% lalu melonjak ke 5,72% pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan trend pertumbuhan positif. Bahkan pada tahun 2022, pertumbuhan konsumsi listrik mencapai 6,11%.

See also  ASN Tidak Libur, Tetapi Bekerja di Rumah

“Ini menunjukkan bahwa perekonomian di Indonesia sudah kembali normal, bahkan melampaui kondisi sebelum Covid-19,” tegas Darmawan.

Berita Terkait

4 Jembatan Gantung Dibangun Di Banten Tahun 2026, Dukung Konektivitas dan Ekonomi Warga
Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo Siap Genjot Indeks Pertanaman Hingga 3 Kali Setahun
Mentrans: Jika Kita Tidak Hadir, Orang Lain yang Akan Mengelola Kekayaan Indonesia
Prabowo: Biodiesel B50 Meluncur Juli 2026, RI Menuju Swasembada Energi
Kementerian PU Mulai P3-TGAI Tahun 2026 di Bali, Perkuat Irigasi dan Dukung Keberlanjutan Subak di 78 Lokasi
Potongan Ojol Turun Jadi 8 Persen, Berlaku Mulai 1 Juli
Hutama Karya Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Catatkan Pertumbuhan Berkualitas
Jalan Daerah Era Presiden Prabowo Diperlebar Menjadi Sekitar 8 meter Dari Semula Sekitar 3 Meter

Berita Terkait

Saturday, 27 June 2026 - 00:33 WIB

4 Jembatan Gantung Dibangun Di Banten Tahun 2026, Dukung Konektivitas dan Ekonomi Warga

Friday, 26 June 2026 - 18:32 WIB

Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo Siap Genjot Indeks Pertanaman Hingga 3 Kali Setahun

Thursday, 25 June 2026 - 16:32 WIB

Mentrans: Jika Kita Tidak Hadir, Orang Lain yang Akan Mengelola Kekayaan Indonesia

Thursday, 25 June 2026 - 13:28 WIB

Prabowo: Biodiesel B50 Meluncur Juli 2026, RI Menuju Swasembada Energi

Wednesday, 24 June 2026 - 23:03 WIB

Kementerian PU Mulai P3-TGAI Tahun 2026 di Bali, Perkuat Irigasi dan Dukung Keberlanjutan Subak di 78 Lokasi

Berita Terbaru

Olahraga

Timnas Voli Putri Indonesia Dikandaskan Thailand

Friday, 26 Jun 2026 - 14:54 WIB