Bahau Camp: Festival Wisata Alam, Budaya dan Petualangan Tanakame

Thursday, 24 August 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tiap tanggal 10 Agustus, Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (Tanakame) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaksanakan kegiatan Festival Wisata Alam dan Budaya Bahau Hulu (Bahau Camp II) di Tana’ Ulen Lalut Birai, Desa Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.

Dalam acara yang berlangsung dari tanggal 21 – 24 Agustus 2023 ini, selain kegiatan berkemah di alam juga diisi dengan atraksi wisata alam susur sungai, pagelaran seni dan budaya, sarasehan (talkshow), dan business meeting. Penyelenggaraan festival ini dimaksudkan sebagai stimulan bagi masyarakat Bahau Hulu untuk senantiasa melestarikan alam lingkungan, menjaga nilai-nilai luhur kearifan lokal dan adat istiadat budaya, serta mengembangkan produk-produk lokal yang ada untuk pengembangan perekonomian masyarakat.

Keberadaan Balai Taman Nasional Kayan Mentarang sebagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan kawasan konservasi di Kabupaten Malinau, telah memberikan kontribusi yang nyata dalam peningkatan perekonomian khususnya di Kecamatan Bahau Hulu, salah satunya pengembangan daya tarik destinasi wisata alam dan petualangan, pemasaran pariwisata alam dan lingkungan serta pengembangan desa wisata budaya.

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, yang turut berkemah dalam festival ini mengakui pengelolaan kawasan ditingkat tapak tidaklah mudah. Tantangan pengelolaan kawasan konservasi Taman Nasional Kayan Mentarang tidak sekedar upaya perlindungan keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya, tapi juga merupakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi baik melalui peningkatan kapasitas masyarakat desa binaan taman nasional, pemberian bantuan ekonomi, dan pelibatan peran aktif masyarakat adat dalam upaya pengelolaan kawasan konservasi taman nasional.

“Pelaksanaan Festival Wisata Alam dan Budaya: Bahau Camp ke-2 sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2023, diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat secara keseluruhan dan menciptakan perilaku konservasi yang mencintai lingkungan dan yang bersikap menjaga lingkungan. Kami juga berharap setiap kegiatan festival budaya dapat menjadi wadah bagi para UMKM untuk turut serta berpartisipasi aktif di dalamnya,” ungkap Wempi.

See also  Nono Sampono Serahkan Bantuan untuk Pembangunan Rumah Rawat Inap Anak Penderita Kanker

Sejalan dengan kebijakan pemerintah yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, sektor pariwisata alam menjadi prioritas pembangunan. Pengembangan wisata alam memberikan dampak yang luar biasa karena tidak terlepas dari multipler effect yang ditimbulkan. Kegiatan penyediaan jasa akomodasi, transportasi, konsumsi, informasi dan lain-lain merupakan suatu prasyarat yang diperlukan dalam pengelolaan wisata umumnya dan wisata alam khususnya.

Dengan adanya peluang tersebut harapannya masyarakat sekitar kawasan konservasi dapat mengambil ceruk perputaran ekonomi akibat adanya kegiatan pariwisata alam. Masyarakat sekitar kawasan konservasi juga dapat menjadi pelaku wisata alam dan berperan aktif dari hulu sampai hilir.

Dalam acara yang diikuti sekitar 200 peserta ini, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Nandang Prihadi, menyampaikan sebagai kawasan konservasi, Taman Nasional Kayan Mentarang telah berperan aktif dalam pemanfaatan jasa lingkungan baik wisata alam dan jasa lingkungan air. Secara eksplisit, penyelenggaraan acara Festival Budaya, petualangan dan Wisata Alam: Bahau Camp Tahun 2023 ini, merupakan wujud nyata daripada promosi dan pemasaran pariwisata alam.

Dikatakan Nandang, Taman Nasional Kayan Mentarang memiliki potensi keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan beberapa spesies endemik seperti Macan Dahan Kalimantan dan Banteng Kalimantan, juga memiliki bentang alam yang indah serta tradisi budaya yang eksotik. Namun, hal ini belum berbanding lurus dengan jumlah kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Untuk itu perlu upaya ekstra dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya wisata budaya dan petualangan alam atau wisata minat khusus yang berkualitas.

“Dengan terselenggaranya acara ini, besar harapan kami untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dikemudian hari dalam mendukung upaya pemanfaatan dan perlindungan kawasan konservasi. Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini, kami mengajak masyarakat terutama para generasi muda untuk bersama-sama menjaga kawasan Taman Nasional dengan mamanfaatkan potensi-potensi yang sudah ada,” ungkap Nandang.

See also  Empat Halte Transjakarta Tutup Sementara untuk Revitalisasi

Dari sekian banyak potensi wisata alam yang dimiliki Kecamatan Bahau Hulu, terdapat 2 (dua) potensi wisata alam dan budaya yang layak untuk dikembangkan bersama yaitu Padang Rumput Long Tua sebagai habitat banteng kalimantan (Bos javanicus lowii) yang berada di desa Apau Ping dan Tana’ Ulen Lalut Birai di desa Long Alango sebagai pusat penelitian hutan hujan tropis berbasis ecotourism, yang juga sebagai habitat beberapa satwa endemik kalimantan salah satunya macan dahan kalimantan. Selain itu, masih terdapat beberapa potensi wisata alam dan budaya yang akan dicoba kembangkan ke depan yaitu wisata pendakian “Batu Tuweng” di Lalut Birai, serta wisata sejarah dan budaya “Batu Baliu” di desa Apau Ping.

Sementara itu, produk lokal Kecamatan Bahau Hulu juga mempunyai potensi luar biasa yang bisa dikembangkan dan promosikan, melalui kelompok desa binaan Balai Taman Nasional Kayan Mentarang telah terbentuk di 6 (enam) desa yaitu: desa Apau Ping dengan produk bubuk lada, desa Long Berini dengan produk kayu manis dan kopi, desa Long Kemuat dengan produk anyaman rotan dan kopi, desa Long Tebulo dengan produk lada, desa Long Uli dengan produk meubel furniture rotan, dan desa long alango dengan produk olahan makanan khas Bahau Hulu.

“Adapun tujuan diselenggarakannya festival ini adalah untuk mempromosikan wisata alam dan budaya yang dimiliki kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, serta meningkatkan sinergi pengelolaan wisata alam, petualangan dan budaya di kecamatan Bahau Hulu antara pengelola Taman Nasional Kayan Mentarang bersama Pemerintah Kabupaten Malinau dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Harapan kami semoga kegiatan bahau camp ini dapat berjalan dengan baik dan dapat menjadikan pengalaman yang berkesan bagi kita semua. Sesuai dengan moto Taman Nasional Kayan Mentarang: Nature, Culture dan Adventure,” ungkap Kepala Balai TNKM, Agusman, menambahkan.

See also  Pertamina Resmikan SPBU dan Luncurkan Pertamax Turbo di Jalan Pramuka

Dalam rangkaian acara ini juga dilaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis dari TNKM kepada kelompok desa binaan. Turut hadir dalam festival ini, Wakil Ketua DPRD Malinau, Kepala Dinas Pariwisata Kaltara, unsur Forkompimda Kabupaten Malinau, Kepala UPTD KPH Malinau, Camat Bahau Hulu, Kepala Adat Besar Bahau Hulu, Para Tokoh dan Masyarakat Adat Kecamatan Bahau Hulu, Peserta Bahau Camp serta Masyarakat Kecamatan Bahau Hulu.(*)

Berita Terkait

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.
Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas
Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD
GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI
PLN Icon Plus Resmikan Kantor Pelayanan Manado, Perkuat Jangkauan Layanan di Sulawesi Utara
GKR Hemas Gandeng Kemendagri Dorong Percepatan RUU Daerah Kepulauan
Irman Gusman Ajak Perantau Lambah Bangkitkan Ekonomi Nagari
Bayar Pajak Tanpa KTP, Warga Jabar Tetap Diminta Bikin Pernyataan

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 17:22 WIB

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.

Tuesday, 11 August 2026 - 16:55 WIB

Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas

Monday, 3 August 2026 - 16:20 WIB

Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD

Sunday, 2 August 2026 - 18:19 WIB

GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI

Monday, 20 July 2026 - 22:10 WIB

PLN Icon Plus Resmikan Kantor Pelayanan Manado, Perkuat Jangkauan Layanan di Sulawesi Utara

Berita Terbaru

News

DPD RI Gelar Pemilihan Pimpinan Alat Kelengkapan

Wednesday, 19 Aug 2026 - 22:12 WIB

Berita Terbaru

Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian

Wednesday, 19 Aug 2026 - 22:01 WIB