DAELPOS.com – Seperti yang kita ketahui bahwa EBT (Energi Baru Terbarukan) atau
Renewable Energy adalah sumber daya energi yang bisa di perbaharukan secara alamiah dan tidak akan habis.
Tidak hanya sumber daya alamiah tapi juga EBT merupakan zero karbon sehingga ranah terhadap lingkungan.
Posisi Indonesia sendiri pada saat ini telah menetapkan target ambisius melalui Pemerintah untuk penggunaan energi terbarukan. Pada tahun 2025, Indonesia berencana memiliki 23% dari energi bauran yang berasal dari sumber terbarukan,
Namun ada terdapat Tantangan juga yang mesti di waspadai oleh pelaku usaha dalam lini ini.
Serupa dengan itu hal ini juga di amini oleh Wirawan Panoedjoe Soebagyo.
Kita harus mulai memilik perasaan cinta terhadap lingkungan hal itu pula yang melandasi dunia sedang gencar memulai Green Economic
Ini baik ungkap beliau ketika di temui di kantor nya.
Namun tangangan itu pasti ada di semua usaha, khususnya ini terbilang masih hangat karena tergolong baru bukan
“Tentu tantangan seperti masalah teknologi nya, atau masih tergantungnya pda cuaca serta Investasi awal yang tinggi pasti jadi perhitungan juga.”
Namun saya percaya kita punya peluang. Dengan diiringin dengan transformasi Teknologi dan Informasi serta di berikan nya ruang dan jangan lupa sdm yang mumpuni saya pikir ini bisa berkembang dan jadi jalan keluar bagi iklim kita.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

