Pembangunan Infrastruktur Permukiman Pasca Abrasi Teluk Amurang, Harapan Baru Bagi Masyarakat

Monday, 12 August 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur permukiman terdampak bencana abrasi pantai yang melanda kawasan Teluk Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Penanganan infrastruktur permukiman terdampak bencana dilakukan secara kolaboratif antara Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Perumahan. Untuk pemulihan pasca bencana, Kementerian PUPR telah membangun 114 unit rumah tahan bencana tipe 36 yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana umum.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi dan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana dilakukan dengan tidak hanya membangun kembali permukiman yang rusak, tetapi sebagai upaya untuk membangun kembali permukiman baru yang tangguh terhadap bencana.

“Pendekatannya adalah build back better, tidak sekedar membangun dengan kerentanan yang sama terhadap bencana. Tetapi, membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya,” kata Menteri Basuki.

Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti, tujuan utama dari pekerjaan Pembangunan pasca bencana ini adalah untuk mendukung pemulihan dan mengembalikan fungsi infrastruktur sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana abrasi pantai di Amurang.

“Dengan luas cakupan sekitar 3,5 hektare, penanganan bencana ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat, memperbaiki kondisi lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.” kata Diana.

Pembangunan infrastruktur pendukung kawasan permukiman di Amurang dimulai pada Juni 2023 dan selesai di akhir Desember 2023 dengan anggaran sebesar Rp11,81 miliar, mencakup pembangunan jalan dan sistem drainase, fasilitas umum seperti balai desa dan posyandu, tempat pembuangan sementara (TPS), penghijauan dan penataan taman, fasilitas rekreasi dan olahraga seperti taman bermain dan lapangan voli, serta pembangunan dinding penahan tanah untuk mencegah longsor.

See also  Inovasi Digital Konstruksi Terpadu, Hutama Karya Sukses di Kompetisi BIM Internasional

“Selain itu, proyek ini juga meliputi penataan ruang dengan pembatas kavling dan planter box, pemasangan lampu jalan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan, penyediaan sumber air bersih melalui pengeboran sumur, pembuatan jaringan dari intake ke reservoir, reservoir serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) untuk mendukung infrastruktur bangunan,” tambah Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Gorontalo Nurdiana Habibie.

Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Wahyu Kusumosusanto menambahkan, sinergi yang baik antara Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Perumahan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada penyediaan perumahan yang tahan terhadap bencana, tetapi juga melibatkan pembangunan sarana dan prasarana umum yang mendukung pemulihan dan kesejahteraan masyarakat pasca bencana.

“Dengan dilaksanakannya pembangunan ini, diharapkan masyarakat terdampak bencana abrasi pantai Amurang dapat segera pulih dan melanjutkan kehidupan mereka dengan kondisi yang lebih baik dan lebih aman. Upaya ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam memberikan bantuan dan solusi yang tepat untuk masyarakat yang terdampak bencana, serta untuk memastikan keberlanjutan pembangunan yang telah dilaksanakan,” tandas Wahyu.

Bencana abrasi Pantai di Teluk Amurang terjadi pada Juni 2022 lalu dan telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat setempat. Abrasi ini menyebabkan runtuhnya puluhan rumah, jembatan, dan berbagai infrastruktur lainnya. Penyebab abrasi ini dikaitkan dengan faktor geografis dan hidrodinamika di Teluk Amurang yang mengalami pergerakan arus dan gelombang kuat akibat kombinasi pasang surut, angin, dan gelombang laut. (*)

Berita Terkait

Dukung Arahan Presiden Prabowo, TEP UNAIR Periksa 1.000 Sapi untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Manokwari
Menteri Dody Siapkan Sumur Bor untuk Pemenuhan Air Bersih di Tidore Kepulauan
Semai Potensi Wirausaha Muda, Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta
DTIIF 2026: Telkom bersama Danantara Indonesia, BSSN, dan Peruri Siapkan Ekosistem Digital Indonesia Hadapi Era Post-Quantum Cryptography
Perkuat Pengendalian Proyek Jalan Trans Papua melalui Management Walkthrough
Kementerian PU Tangani Longsor di Ruas Keumala–Geumpang, Akses Jalan Kembali Dapat Dilalui
Kementrans dan DPR RI Bersinergi Sejahterakan Warga Transmigrasi Anawua
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya 2026

Berita Terkait

Thursday, 29 October 2026 - 13:42 WIB

Dukung Arahan Presiden Prabowo, TEP UNAIR Periksa 1.000 Sapi untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Manokwari

Thursday, 29 October 2026 - 12:51 WIB

Menteri Dody Siapkan Sumur Bor untuk Pemenuhan Air Bersih di Tidore Kepulauan

Thursday, 29 October 2026 - 08:54 WIB

Semai Potensi Wirausaha Muda, Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta

Wednesday, 28 October 2026 - 13:17 WIB

DTIIF 2026: Telkom bersama Danantara Indonesia, BSSN, dan Peruri Siapkan Ekosistem Digital Indonesia Hadapi Era Post-Quantum Cryptography

Wednesday, 28 October 2026 - 13:03 WIB

Perkuat Pengendalian Proyek Jalan Trans Papua melalui Management Walkthrough

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Akses Jalan Pining-Lokop Kembali Dapat Dilalui Pascabanjir di Gayo Lues

Friday, 30 Oct 2026 - 00:05 WIB