DPD dan DPRD Jawa Barat Bahas Kesehatan Masyarakat dan Permasalahan Lainnya

Monday, 4 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Setelah dengan Pj Gubernur Jawa Barat (Jabar) Bey Machmudin, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Jabar melakukan pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar untuk membahas berbagai permasalahan di masyarakat Jabar pada hari yang sama, Senin (4/11), di Kantor DPRD Jabar, Bandung.

DPD RI Jabar diterima oleh Ketua DPRD Jabar Bucky Wibawa bersama para anggota lainnya. Salah satu pembahasannya terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk penanganan stunting.

Anggota Komite III DPD RI Jawa Barat Agita Nurfianti menyampaikan, stunting masuk pada agenda pembahasan karena permasalahan ini belum tertangani dengan baik. Untuk itu, menurut Agita, diperlukan asupan makanan bergizi yang cukup bagi masyarakat, khususnya ibu hamil dan menyusui serta anak-anak.

Salah satu kendala dalam penanganan stunting ini karena minimnya anggaran pemerintah dan tingkat ekonomi masyarakat. Bahkan disampaikan pada pertemuan tersebut, kader PKK di Jabar hanya memiliki anggaran sebesar Rp1.000 per anak, untuk penanganan stunting.

Akibatnya, data menunjukkan tingkat stunting Provinsi Jabar sebesar 20,7% berada sedikit di atas rata rata nasional 20,5%. Targetnya, angka tersebut diharapkan dapat turun di tahun depan menjadi 14%.

Agita juga mengatakan, permasalahan stunting ini erat kaitannya dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Jabar ke depannya. Menurutnya, untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, sangat penting untuk dilakukan peningkatan konsumsi protein bagi ibu hamil dan anak-anak. “Sebagai contoh telur ayam mengandung protein yang mudah didapat dan murah harganya. Demikian juga ikan lele mengandung tinggi protein dan omega 3 yang sangat baik untuk ibu hamil serta pertumbuhan anak dan kecerdasan otak, yang mudah didapat dengan harga yang lumayan terjangkau. Selain itu, ibu hamil juga perlu diberikan vitamin dan makanan bergizi lainnya,” ungkapnya.

See also  Jarang Tersentuh, Ibu Hetty beri Bantuan Paket Sembako kepada Pemulung di Bantar Gebang

Masalah kesehatan lainnya yang menjadi pembahasan terkait Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Menurut Agita, pelayanan dan prosedur BPJS Kesehatan sebaiknya diubah agar tidak memberatkan masyarakat.”Sebagai contoh permasalahan saat ini, jika ada seorang anak yang belum membayar BPJS akan tetapi bapaknya sudah membayar maka tetap tidak diterima di Rumah Sakit. Untuk itu, perlu pelayanan dan prosedur yang tidak memberatkan masyarakat,” kata Agita.

Terkait kesehatan ini juga dibahas pula pada pertemuan terebut, sangat penting bagi keluarga memiliki rumah tinggal yang layak, bersih, dan sehat, dengan pencahayaan yang baik. Disampaikan Agita, sinar matahari pagi mengandung Vitamin D yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi, serta rumah yang bersih dan sehat pangkal keluarga sehat.

Selain kesehatan, pembahasan lainnya adalah terkait tenaga kerja. Menurut Agita, jumlah pengangguran yang tinggi dapat mengakibatkan banyaknya tindakan kriminal. Untuk itu, dibandingkan Bantuan Sosial (Bansos), diperlukan pelatihan-pelatihan bagi anak-anak muda untuk melakukan pekerjaan sesuai bidangnya berikut juga penyaluran kerjanya.

Sayangnya, lanjut Agita, terdapat beberapa sektor yang minim peminat dari kalangan muda, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan. Padahal ketiga sektor tersebut sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan yang tengah digencarkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu, perlu adanya edukasi terhadap kawula muda bahwa sektor-sektor memiliki potensi yang besar dan sangat menjanjikan.

Beberapa permasalahan lainnya pada pembahasan tersebut terkait pemekaran daerah Jabar (pencabutan moratorium pemekaran daerah), pertimbangan pendapatan fiskal pajak Jabar, pendidikan (kurangnya sekolah menengah negeri di kecamatan, yang dapat mengakibatkantingkat pendidikan Jabar masih rendah), serta masalah transportasi, seperti masih sepinya Bandara Kertajati. Agita berharap, tahap demi tahap, permasalahan-permasalahan tersebut dapat ditindaklanjuti dan diselesaikan dengan baik untuk Jabar yang lebih baik.

See also  Waspada Modus Lowongan Kerja Palsu, Sudin PPAPP Kepulauan Seribu Gencarkan Edukasi Cegah TPPO

Agita Nurfianti, S, Psi. Anggota DPD RI Terpilih Daerah Pemilihan Jawa Barat Periode 2024-2029.

Berita Terkait

Dinas PPAPP Perkuat Pencegahan Kekerasan di 44 Kecamatan
UPT PPPA DKI Perkuat Perlindungan dan Pengasuhan Anak
MRT Jakarta Benahi Standar Keselamatan Kios Blok M Hub
Bank Jakarta Perluas Akses Modal, UMKM Tak Ketergantungan Pinjol
Pramono Dorong Percepatan Belanja APBD DKI Jakarta
DPRD DKI Soroti Raperda APBD 2027 Senilai Rp82,89 Triliun
UMKM Jakarta Bidik Pasar Global di ISEF 2026, Potensi Bisnis Capai Rp4,4 Miliar
Pramono Dorong Kolaborasi Global untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 17:15 WIB

Dinas PPAPP Perkuat Pencegahan Kekerasan di 44 Kecamatan

Tuesday, 3 November 2026 - 17:22 WIB

UPT PPPA DKI Perkuat Perlindungan dan Pengasuhan Anak

Tuesday, 3 November 2026 - 14:05 WIB

MRT Jakarta Benahi Standar Keselamatan Kios Blok M Hub

Friday, 30 October 2026 - 17:55 WIB

Bank Jakarta Perluas Akses Modal, UMKM Tak Ketergantungan Pinjol

Thursday, 22 October 2026 - 13:04 WIB

Pramono Dorong Percepatan Belanja APBD DKI Jakarta

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad / foto ist

Nasional

Dasco Bantah Isu Cawapres, Kasus Penyadapan Prabowo Jadi Sorotan

Thursday, 5 Nov 2026 - 19:00 WIB

ilustrasi / foto ist

News

Ekonomi Jakarta Catat Pertumbuhan 5,87 Persen

Thursday, 5 Nov 2026 - 18:22 WIB