Kementerian PU dan Kementan Sepakati Program Bersama Swasembada Pangan

Friday, 15 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Pertanian kembali melakukan rapat koordinasi penyiapan program bersama untuk percepatan pencapaian swasembada pangan di Kantor Kementerian PU, Jakarta pada Jumat (15/11/2024).

“Hari ini menindaklanjuti dan mendetailkan apa yang dibahas rakor sebelumnya. Insya Allah minggu depan kita bisa mulai kerja ke lapangan, ada beberapa titik yang difokuskan di 12 provinsi,” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

Pelaksanaan program swasembada pangan akan dilakukan melalui 2 langkah yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi. Langkah intensifikasi diantaranya penambahan luas tanam melalui optimalisasi IP hingga 483.563 Ha, penambahan luas tanam melalui optimasi lahan (OPLAH) seluas 351.017 Ha (TA 2024) dan 500.000 Ha (TA 2025) serta pompanisasi seluas 1.000.000 Ha, dan dukungan sarana produksi pertanian (benih, pupuk, pestisida, ameliorant, alat dan mesin pertanian, petani dan penggarap sawah, teknologi IPHA).

Sedangkan langkah ekstensifikasi diantaranya penambahan luas sawah melalui pencetakan sawah seluas 99.760 Ha di daerah layanan irigasi yang sudah terbangun serta seluas 5.956 Ha di daerah yang akan dibangun jaringan irigasi, pencetakan sawah baru seluas 500.000 Ha di lokasi lain, serta dukungan sarana produksi pertanian (benih, pupuk, pestisida, ameliorant, alat dan mesin pertanian, petani dan penggarap sawah).

“Untuk memastikan kebutuhan pasokan air untuk irigasi terpenuhi, kita juga akan mengoptimalkan pengoperasian bendungan-bendungan yang sudah terbangun. Adanya intervensi bendungan akan dapat memastikan pasokan air hingga 3 musim tanam, sementara jika tanpa intervensi bendungan hanya optimal untuk mencukupi 1 musim tanam saja,” tambah Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti.

Menteri Pertanian Andi Amran menjelaskan Kementerian Pertanian akan melakukan optimalisasi produksi pangan diantaranya melalui penyediaan pupuk dan benih unggul, pompanisasi, OPLAH, cetak sawah hingga 3 juta hektar, dan revitalisasi sistem irigasi.

See also  PLN EPI Perkuat Budaya Zero Waste melalui Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang Tekstil

“Kami juga akan melibatkan petani milenial dan melakukan transformasi pertanian tradisional ke modern yang dapat menekan biaya produksi hingga 50% dan meningkatkan produksi hingga 100%. Intinya Kementerian PU akan memastikan pasokan airnya, sedangkan kami akan mengoptimalkan sarana dan budidaya taninya,” ujar Menteri Andi Amran.

Turut hadir para pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan Kementerian PU dan Kementerian Pertanian. (*)

Berita Terkait

Wamen Todotua Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44
Menteri Dody Siapkan 5 Strategi Infrastruktur Tahun 2028, Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa
Mendes Yandri Sebut Asta Cita Keenam Jadikan Desa Sebagai Subjek Utama Pembangunan
Pelajari Pertanian Berbasis AI di Chongqing, Iftitah Dorong Investasi Tiongkok ke Papua dan Sulawesi
Ahmad Syauqi Kawal Revitalisasi SMK Muhammadiyah Prambanan
SPBU Bakal Hadir di Tidung, Karya, dan Kelapa
Sidak SPPG Cadek, Sudaryono Tekankan Kepatuhan SOP dan Akurasi Data

Berita Terkait

Friday, 23 October 2026 - 08:54 WIB

Wamen Todotua Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44

Wednesday, 21 October 2026 - 00:03 WIB

Menteri Dody Siapkan 5 Strategi Infrastruktur Tahun 2028, Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

Wednesday, 21 October 2026 - 00:01 WIB

PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa

Tuesday, 20 October 2026 - 13:20 WIB

Mendes Yandri Sebut Asta Cita Keenam Jadikan Desa Sebagai Subjek Utama Pembangunan

Sunday, 18 October 2026 - 17:29 WIB

Pelajari Pertanian Berbasis AI di Chongqing, Iftitah Dorong Investasi Tiongkok ke Papua dan Sulawesi

Berita Terbaru