Sri Mulyani Beberkan Strategi Industrialisasi Indonesia ke Depan

Tuesday, 3 December 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pergeseran geopolitik global bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendorong industrialisasi yang inklusif. Hal itu ia ungkapkan dalam gelaran Annual International Forum of Economic Development and Public Policy (AIFED) ke-13 yang merupakan forum pertemuan tahunan bagi para pembuat kebijakan, akademisi, dan sektor swasta untuk membahas solusi atas tantangan ekonomi Indonesia dan mendukung pembangunan jangka menengah.

Menteri Keuangan menjelaskan, pandangan global terhadap kebijakan industri telah berubah. Industrialisasi bahkan kini menjadi salah satu topik utama dalam berbagai forum internasional seperti APEC dan G20. “Sekarang, praktik global sendiri telah mengadopsi kebijakan industri,” ujarnya pada Senin (2/12).

Meski demikian, Menkeu Sri Mulyani menekankan pentingnya memastikan industrialisasi bisa memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat. Untuk itu, sang Bendahara Negara menggarisbawahi pentingnya menggabungkan kebijakan industri dengan strategi demografi yang kuat.

“Kita perlu memastikan bahwa semua orang dapat merasakan manfaat dari industrialisasi. Hilirisasi tidak hanya terbatas pada mineral strategis, tetapi juga perlu diperluas ke produk pertanian seperti CPO (crude palm oil), kakao, dan kopi,” jelasnya.

Selain itu, Sri Mulyani juga menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang kuat untuk mendukung industrialisasi dan menarik investasi. “Kita perlu mendorong pertumbuhan yang didorong oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat,” tambahnya.

Sri Mulyani berharap bahwa industrialisasi di Indonesia tidak hanya didominasi oleh hilirisasi mineral strategis, tetapi juga mencakup 25 komoditas yang disebutkan oleh Presiden Prabowo. “Setiap komoditas tersebut memerlukan kebijakan lengkap, mulai dari hulu hingga hilir,” ungkapnya. Dengan memanfaatkan peluang yang ada, Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung industrialisasi melalui kebijakan fiskal yang tepat.

AIFED 2024 mengangkat tema “Strategi Pertumbuhan dalam Menavigasi Pergeseran Geoekonomi,” yang membahas kebijakan industri, transisi hijau, strategi regional, serta perubahan ekonomi global untuk merumuskan strategi yang relevan bagi Indonesia. Forum ini diselenggarakan dalam rangka mendorong kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan solusi bersama dalam menghadapi perubahan geo-ekonomi dan mengoptimalkan kebijakan industri serta pembangunan regional yang berkelanjutan.

See also  Tegas, Jokowi Tak Akan Lindungi Hasto

Berita Terkait

Kementerian PU Bentuk Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol Perkuat Tata Kelola PNBP
Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi
Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor
Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman
Tamsil Linrung Sodorkan Solusi Netral Fiskal ke Menkeu
Pemerintah Tetapkan Pemenang Lelang 6 Wilayah Kerja Migas
BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 22:20 WIB

Kementerian PU Bentuk Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol Perkuat Tata Kelola PNBP

Tuesday, 22 September 2026 - 22:17 WIB

Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi

Monday, 21 September 2026 - 14:35 WIB

Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Monday, 21 September 2026 - 14:05 WIB

Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor

Sunday, 20 September 2026 - 17:26 WIB

Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman

Berita Terbaru

Nasional

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Wednesday, 23 Sep 2026 - 18:30 WIB