DAELPOS.com – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk lebih mengenalkan transformasi transmigrasi ke publik.
Mentrans Iftitah Sulaiman Suryanagara berharap digitalisasi program transmigrasi dapat berjalan lebih optimal.
“Di era sekarang yang serba digital, kami butuh masukan serta saran dari Kementerian Komunikasi dan Digital terkait pengenalan citra atau branding program transmigrasi yang baru ke masyarakat,” kata Iftitah saat audiensi di Kantor Komdigi pada Kamis, 6 Maret 2025.
Ia pun menyampaikan, salah satu program digitalisasi yang sedang dilakukan dalam transformasi transmigrasi adalah maping kawasan transmigrasi. Iftitah menuturkan kawan tersebut akan dijadikan lokasi swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, Iftitah menjelaskan, data center Kementrans masih satu induk dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Ia pun meminta saran Komdigi untuk penataannya.
“Mohon saran Dirjen Komdigi terkait untuk penataan data center tersebut agar efektivitas dan efesinesi kinerja Kementerian Transmigrasi,” ucap Iftitah.
Menanggapi hal tersebut, Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan sudah terbentuk Badan Koordinasi Humas Pemerintahan saat ini yang bekerja menkoordinasikan dengan mitra yakni media massa untuk menginformasikan program dan keberhasilan kinerja pemerintah.
“Kami sangat support, untuk branding Transmigrasi nanti kami bantu sampaikan ke rekan media melalui Bako Humas Pemerintahan, sehingga masyarakat tahu Transformasi Program Transmigrasj sekarang,” katanya.
“Ini sangat bagus, paparan MenTrans kepada Presiden tentang program unggulannya diapresiasi, tentu jadi satu kebanggaan kami untuk menyampaikan kepada masyarakat,” imbuh Meutya.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

