Haidar Alwi Minta Masyarakat Jangan Mengkritik Sepimmen Polri yang Sowan ke Jokowi

Monday, 21 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), Ir. R Haidar Alwi menilai tidak perlu ada yang mengkritik ketika Presiden Jokowi menerima silaturahmi dari peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Kepolisian RI (Polri) Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-65.

Haidar menilai sangat wajar, ketika peserta Sespimen Polri berkunjung ke kediaman Jokowi, minta petuah dari salah satu tokoh bangsa Indonesia.

“Pak Jokowi itu presiden ketujuh republik Indonesia. Pak Jokowi 10 tahun sebagai presiden dan menjadi bapak bangsa,” kata Haidar Alwi saat diwawancara awak media usia diskusi ‘Membedah Prestasi Polri sesuai Amat Reformasi’ yang diselenggarakan HAI di Jakarta, Senin (21/4/2025).

Haidar menegaskan, sosok Jokowi sebagai mantan presiden dan tokoh bangsa tentu menjadi magnet bagi semua kalangan untuk berkunjung dan meminta masukan-masukan.

“Jadi mau Sespimmen Polri, mau siapa pun boleh datang ke rumah Pak Jokowi. Dan tak perlu kita kritik, mau bicara apa pun,” tukas Haidar.

Ia pun mengingatkan bahwa selama ini pun, Presiden Jokowi sering menerima kedatangan rakyat di Kediamannya di Gang Kutai 1 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

“Rakyat biasa aja sering datang berbondong-bondong kok ke rumah pak Jokowi. Apalagi ini sespimmen Polri, ” tegas Haidar.

Ia juga mengingatkan bahwa Sespimmen Polri itu adalah sekolah pimpinan. Yang namanya pimpinan di Polisi itu orang-orang yang cukup diperhitungkan di negara ini.

“Kalau mereka (Sespimmen Polri) minta bimbingan atau minta usulan kepada pak Jokowi, ya wajar-wajar aja. Enggak perlu dipolitisir, wah ini kok sespi polisi ke pak Jokowi. Gak usah,” tegas Haidar.

Bagi Haidat, Polisi juga sama dengan rakyat, dan sah-sah saja kalau mereka malah patut diapresiasi. Bukan malah dikritik.

See also  KPK Kembali Tahan Tersangka Penerima Suap Proyek di Papua

“Polisi juga sama dengan kita-kita kok, rakyat biasa. Sah-sah aja. Wajar dan menurut saya bagus. Pak Jokowi itu bukan setahun dua tahun jadi presien Indonesia. Tapi 10 tahun loh,” tuntas Haidar.

Jangan lupa juga, Pak Jokowi itu yang membuat polisi menjadi seperti sekarang, dicintai rakyat, melayani rakyat, dan menjadi terbuka.

“Polisi menjadi seperti sekarang itu di eranya pak Jokowi jadi Presiden. Bukan di era presiden lain,” tuntas Haidar.

Sebelumnya, para peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-65 berkunjung dan diterima dengan sangat hangat oleh Presiden Jokowi.

Sespimmen merupakan sekolah staf dan pimpinan menengah Polri. Peserta didiknya adalah para perwira menengah dengan pangkat ajun komisaris besar dan komisaris.

Momen kunjungan Serdik Sespimmen Polri di kediaman Jokowi di Gang Kutai 1 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo itu berlangsung pada Kamis, 17 April 2025.

Berita Terkait

Mas Botok Dibawa Polisi dari Depan DPR, Warga Sempat Kepung Petugas
OTT KPK Bongkar Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed
KPK Tahan Eks Pejabat Pajak, Tersangka Gratifikasi di Lingkungan DJP
KPK Tahan Eks Kakanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Iklan Bank BJB, Negara Rugi Rp223,6 Miliar
Kejagung Tetapkan Febrie Adriansyah Tersangka TPPU
KPK OTT Bupati Sukoharjo, Diduga Peras OPD dan Potong Insentif Pegawai
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU PT ASABRI

Berita Terkait

Monday, 24 August 2026 - 18:42 WIB

Mas Botok Dibawa Polisi dari Depan DPR, Warga Sempat Kepung Petugas

Monday, 24 August 2026 - 18:34 WIB

OTT KPK Bongkar Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed

Friday, 21 August 2026 - 18:56 WIB

KPK Tahan Eks Pejabat Pajak, Tersangka Gratifikasi di Lingkungan DJP

Thursday, 20 August 2026 - 09:20 WIB

KPK Tahan Eks Kakanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv

Tuesday, 11 August 2026 - 09:51 WIB

KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Iklan Bank BJB, Negara Rugi Rp223,6 Miliar

Berita Terbaru