Haidar Alwi Apresiasi Polri Presisi, Tertibkan Demo Tanpa Korban Jiwa.

Tuesday, 26 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute / foto ist

R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute / foto ist

 

daelpos.com – R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menilai demonstrasi 25 Agustus 2025 di depan Gedung DPR RI yang sempat berujung ricuh harus menjadi bahan renungan nasional. Aksi yang dimotori kelompok tanpa penanggung jawab jelas itu diwarnai pembakaran ban, pelemparan botol, perusakan pos polisi, hingga coretan vandalisme di sekitar Gelora Bung Karno. Walau demikian, Haidar Alwi mengapresiasi kepolisian yang mampu mengendalikan situasi tanpa korban jiwa dan tetap humanis, sekaligus memberi kritik keras bahwa demo tersebut tidak tertib dan melanggar aturan hukum yang berlaku.

Apresiasi untuk Polri yang Humanis.

Haidar Alwi memberikan penghargaan tinggi atas kinerja aparat kepolisian yang sigap mengamankan jalannya aksi. Haidar Alwi menilai, polisi mampu menjaga situasi tetap terkendali meskipun massa sempat bertindak anarkis.

“Kita patut memberikan apresiasi kepada Polri. Mereka sigap, humanis, dan tetap profesional. Tidak ada aparat yang luka, tidak ada korban jiwa, bahkan sebagian massa yang sempat diamankan sudah dibebaskan kecuali yang terbukti anarkis. Ini bukti nyata wajah Polri Presisi yang harus kita jaga bersama,” kata Haidar Alwi.

Menurutnya, keberhasilan itu tidak terlepas dari arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Polisi di lapangan mampu tegas sekaligus mengedepankan nilai kemanusiaan, sesuai prinsip Presisi yang prediktif, bertanggung jawab, dan transparan.

“Kapolri berhasil menunjukkan bahwa penegakan hukum bisa tegas, tapi tetap dekat dengan rakyat. Inilah kepemimpinan modern yang patut dicontoh,” tegas Haidar Alwi.

Kritik terhadap Jalannya Demo.

Meski memberi apresiasi, Haidar Alwi juga menyoroti aksi yang berlangsung tidak sesuai aturan. Haidar Alwi menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 mengatur demo wajib diberitahukan ke kepolisian tiga hari sebelumnya, hanya boleh dilakukan pukul 06.00–18.00 WIB, dan dilarang digelar di tempat vital seperti istana presiden, rumah sakit, tempat ibadah, serta instalasi militer.

See also  Kementan: Stok Beras Aman Sampai 2020

“Sayangnya, aksi 25 Agustus kemarin tidak memenuhi standar tersebut. Tidak ada penanggung jawab yang jelas, tuntutan bercampur aduk, dan akhirnya berubah menjadi anarki. Aspirasi yang seharusnya diperjuangkan justru hilang ditelan kerusuhan,” ujar Haidar Alwi.

Haidar Alwi menyebut, sejumlah fasilitas umum rusak akibat tindakan massa. Di kompleks DPR, kaca pecah, CCTV dirusak, tenda pengamanan roboh, dan sebuah motor dibakar. Pos polisi di Gerbang Pemuda rusak parah. Tidak berhenti di sana, halte di kawasan GBK ikut dicoret-coret, plang pintu 10 dirusak, tembok dilumuri tulisan provokatif, serta tanaman trotoar diinjak-injak.

“Kronologinya jelas. Massa mulai melempar botol, membakar ban, merobohkan tenda pengamanan, lalu memaksa masuk ke tol. Polisi akhirnya terpaksa menggunakan water cannon dan gas air mata agar situasi tidak semakin parah. Demo yang tidak tertib hanya meninggalkan kerugian,” jelas Haidar Alwi.

Haidar Alwi menghimbau masyarakat agar lebih dewasa dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, demo boleh dilakukan, tapi harus tertib, damai, dan tidak merusak fasilitas umum.

“Demo silakan, itu hak rakyat. Tapi jangan merusak fasilitas umum, jangan anarki. Ingat, fasilitas yang rusak itu dibangun dari uang rakyat sendiri. Merusaknya sama saja menyakiti rakyat.”

Pada akhirnya, Haidar Alwi menekankan bahwa demo 25 Agustus harus dijadikan refleksi bersama. Polisi sudah membuktikan kelasnya dengan sikap yang humanis, sementara rakyat dituntut belajar menyampaikan aspirasi dengan tertib. Menurutnya, keberhasilan pengamanan tanpa korban jiwa bukanlah hal yang datang tiba-tiba, melainkan buah dari gaya kepemimpinan di puncak institusi.

Haidar Alwi menilai bahwa arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi kunci mengapa aparat di lapangan bisa tetap tenang, proporsional, dan tidak reaktif meskipun menghadapi massa yang anarkis. Pendekatan Presisi yang menekankan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan terbukti nyata di lapangan. Hal ini membuat Polri mampu menjaga wibawa hukum sekaligus merawat kepercayaan rakyat di saat genting.

See also  Menpora Minta Penanganan Korban Tragedi Kanjuruhan Paling Utama

Dan pada titik inilah Haidar Alwi menegaskan pandangannya:
“Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah yang terbaik sepanjang masa versi Haidar Alwi Institute. Beliau berhasil menjaga martabat hukum, mengedepankan humanisme, dan membuktikan bahwa Polri bisa benar-benar hadir sebagai pengayom rakyat. Inilah model kepemimpinan yang harus dipertahankan agar demokrasi Indonesia semakin kuat dan dihargai dunia,” pungkas Haidar Alwi.

Berita Terkait

Evaluasi Mudik 2026: Kecelakaan Turun, Infrastruktur Makin Efektif
Antisipasi Kemarau Panjang 2026, Kementerian PU Siapkan Strategi Mitigasi Terpadu
Hutama Karya Tancap Gas, Pemerintah Kawal Proyek Tol Trans Sumatera
Kementerian Transmigrasi Dukung Satgas PKH Bentukan Prabowo Subianto, Selamatkan Rp11,4 Triliun dan Jutaan Hektare Hutan
Tingkatkan Layanan Air Minum, Kementerian PU Siapkan Pengembangan SPAM di Nganjuk
HKI Perkuat Pengelolaan Sampah Lewat Program CLEAN di Jaktim
Dari Penebang Kayu Jadi Pemandu Wisata, Nyarai Bangkit Lewat Ekowisata
402 Relawan Turun ke Lokasi Bencana, Menteri Dody Apresiasi Semangat Generasi Muda PU di Sumatera

Berita Terkait

Tuesday, 14 April 2026 - 06:48 WIB

Evaluasi Mudik 2026: Kecelakaan Turun, Infrastruktur Makin Efektif

Monday, 13 April 2026 - 18:23 WIB

Antisipasi Kemarau Panjang 2026, Kementerian PU Siapkan Strategi Mitigasi Terpadu

Sunday, 12 April 2026 - 11:22 WIB

Hutama Karya Tancap Gas, Pemerintah Kawal Proyek Tol Trans Sumatera

Saturday, 11 April 2026 - 21:20 WIB

Kementerian Transmigrasi Dukung Satgas PKH Bentukan Prabowo Subianto, Selamatkan Rp11,4 Triliun dan Jutaan Hektare Hutan

Saturday, 11 April 2026 - 21:17 WIB

Tingkatkan Layanan Air Minum, Kementerian PU Siapkan Pengembangan SPAM di Nganjuk

Berita Terbaru

foto ist

News

Sidang Kasus FH UI Memanas, 16 Mahasiswa Disorot Massa

Tuesday, 14 Apr 2026 - 11:02 WIB

Proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela di Laut Arafura, lepas pantai Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, Maluku. (Foto: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi)

Energy

Masela Dikebut, Energi Nasional Diperkuat

Monday, 13 Apr 2026 - 23:03 WIB