Perhiasan Lokal Mendunia, Ekspor Tembus $4 Miliar

Monday, 13 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Industri perhiasan Indonesia memiliki potensi besar yang perlu terus dikembangkan. Potensi ini didukung oleh kekayaan budaya, keberagaman sumber daya alam seperti emas, perak, dan batu mulia, serta kreativitas tinggi para perajin lokal dalam menghasilkan karya yang memukau.

“Sebagai negara dengan tradisi panjang dalam pembuatan perhiasan, Indonesia mampu melahirkan produk yang tidak hanya diminati pasar domestik, tetapi juga menarik perhatian pasar internasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/10).

Salah satu upaya yang terus didorong oleh Kemenperin dalam pengembangan industri perhiasan adalah memfasilitasi kemudahan akses untuk mempromosikan produk serta memperluas jejaring mereka, baik di tingkat nasional dan maupun global. Misalnya, Kemenperin mendukung penyelenggaraan Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) 2025, pameran berskala internasional yang menjadi ajang penting bagi industri perhiasan nasional.

Kegiatan yang digelar oleh Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) ini merupakan penyelenggaraan ke-28 kalinya. Selain menampilkan produk-produk unggulan, SIJF juga menjadi wadah pertemuan antara berbagai pemangku kepentingan industri perhiasan, mulai dari produsen, pemasok bahan baku, supplier, distributor, hingga calon pembeli.

Pada SIJF 2025, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) turut berpartisipasi dengan memfasilitasi delapan pelaku IKM perhiasan yang telah melalui proses seleksi dan kurasi. Mereka berkesempatan mengikuti pameran yang berlangsung pada 9–12 Oktober 2025 di Surabaya.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menyampaikan apresiasi kepada APEPI yang secara konsisten menyelenggarakan pameran perhiasan bertaraf internasional di Indonesia sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini, yakni Jakarta International Jewellery Fair (JIJF), Bandung Jewellery Fair (BJF), dan Surabaya International Jewellery Fair (SIJF).

“Pameran ini menjadi sarana penting dalam memperluas akses pasar dan memperkuat promosi produk perhiasan nasional. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan industri perhiasan Indonesia,” ujar Reni saat membuka SIJF 2025 di Surabaya, Kamis (9/10).

See also  Jokowi Resmikan Jalan Bypass Balige

Menurut Reni, industri perhiasan merupakan sektor bernilai tambah tinggi dengan potensi ekspor yang besar. Kemenperin mencatat, ekspor perhiasan dan barang berharga Indonesia mencapai USD 4,05 miliar pada periode Januari–Juni 2025, meningkat 23% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 3,29 miliar.

“Pada tahun 2024, pangsa pasar ekspor perhiasan dan barang berharga Indonesia mencapai 2,5% dan menempati posisi ke-12 di dunia, dengan negara tujuan utama seperti Swiss, Hong Kong, India, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yordania,” ungkapnya.

Reni menambahkan, kinerja positif ini sejalan dengan meningkatnya minat pasar terhadap produk perhiasan emas dalam negeri. Pemerintah pun terus membangun ekosistem yang mendukung penguatan struktur industri perhiasan nasional.

“Salah satu langkah strategis adalah pembentukan Bank Bullion yang diluncurkan pada Februari 2025 oleh Bapak Presiden RI. Bank ini diharapkan dapat memperkuat likuiditas dan akses pembiayaan emas bagi industri, memudahkan perolehan bahan baku, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperkokoh daya saing industri perhiasan nasional,” jelasnya.

Sebagai pembina sektor industri, Kemenperin terus mengawal implementasi ekosistem Bank Bullion agar dapat memberikan kemudahan bagi pelaku IKM perhiasan, khususnya dalam memperoleh bahan baku emas. “Kami berharap IKM perhiasan dapat menjadi bagian penting dari ekosistem Bank Bullion yang pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuh Reni.

Lebih lanjut, Kemenperin juga melaksanakan berbagai program dan kebijakan strategis untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing industri perhiasan, antara lain melalui partisipasi pada pameran dalam dan luar negeri, program e-Smart IKM, kegiatan business matching bersama Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag), program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), restrukturisasi mesin dan peralatan, serta pelatihan teknis bagi para perajin.

See also  Rp182 Triliun APBD Mengendap, Jokowi Minta Pemda Segera Belanjakan

Reni juga mendorong pelaku industri perhiasan agar terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan menjaga kualitas produk. “Melalui SIJF 2025, Indonesia tidak hanya siap mengikuti tren global industri perhiasan, tetapi juga berpotensi menciptakan tren baru yang mencerminkan keunggulan lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Industri Aneka Ditjen IKMA Reny Meilany menjelaskan bahwa delapan IKM yang difasilitasi merupakan produsen perhiasan emas, batu mulia, dan mutiara dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka telah melalui proses seleksi dan kurasi ketat, mulai dari pendaftaran daring hingga penilaian akhir.

Kedelapan IKM terpilih tersebut adalah Maza Handcrafted Pearl and Jewelry, Concha, dan DSW Jewellery dari Nusa Tenggara Barat; Suteja Silver dari Bali; Nara’s Beads Collection dan Vite/Oniecraft dari DKI Jakarta; Kiki Gerssom dari Jawa Timur; serta Permata Falitha dari Kalimantan Selatan.

“Kami berharap para IKM peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini tidak hanya untuk berjualan, tetapi juga memperluas jejaring, berbagi wawasan, dan menjalin kolaborasi baru dalam pengembangan bisnis perhiasan,” pungkas Reny.

Berita Terkait

Mulai 2026, OJK Buka Data Pemilik Saham
Prabowo Tegur Kepala Daerah Bali soal Sampah
Hutama Karya Grup Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Untuk Korban Banjir dan Longsor di Jawa Barat
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026 Selama 14 Hari
Friderica di Bursa: OJK Perkuat Kendali Pasar
Hutama Karya Perkuat Integrasi Transportasi Lewat Stasiun Glodok–Kota
Kementerian PU Percepat Pemulihan Pertanian Pascabencana di Aceh Utara
Perkuat Kolaborasi, Menpar Dorong Wisata ASEAN Ramah Lingkungan

Berita Terkait

Tuesday, 3 February 2026 - 10:18 WIB

Mulai 2026, OJK Buka Data Pemilik Saham

Tuesday, 3 February 2026 - 10:06 WIB

Prabowo Tegur Kepala Daerah Bali soal Sampah

Monday, 2 February 2026 - 17:40 WIB

Hutama Karya Grup Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Untuk Korban Banjir dan Longsor di Jawa Barat

Monday, 2 February 2026 - 17:01 WIB

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026 Selama 14 Hari

Monday, 2 February 2026 - 13:15 WIB

Friderica di Bursa: OJK Perkuat Kendali Pasar

Berita Terbaru

News

Pemprov DKI Pastikan Pasokan Pangan Aman Jelang Ramadan

Tuesday, 3 Feb 2026 - 14:01 WIB

Ekonomi - Bisnis

Indonesia Jadi Pusat Kolaborasi Ekonomi di IES 2026

Tuesday, 3 Feb 2026 - 13:49 WIB

foto ist

Berita Utama

Mulai 2026, OJK Buka Data Pemilik Saham

Tuesday, 3 Feb 2026 - 10:18 WIB

Berita Utama

Prabowo Tegur Kepala Daerah Bali soal Sampah

Tuesday, 3 Feb 2026 - 10:06 WIB