daelpos.com – Kepolisian Daerah Metro Jaya resmi menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2026 mulai hari ini, Senin, 2 Februari 2026. Operasi tersebut akan berlangsung selama 14 hari dan dilaksanakan serentak di seluruh wilayah hukum Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek).
Dalam operasi ini, kepolisian memprioritaskan penindakan terhadap sembilan jenis pelanggaran lalu lintas yang dinilai kerap menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan raya. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah metropolitan.
Selain Operasi Keselamatan Jaya, Polda Metro Jaya juga menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya. Operasi ini difokuskan pada penertiban berbagai bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat guna menciptakan situasi yang kondusif menjelang bulan Ramadhan.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas selama pelaksanaan operasi. Kepatuhan, menurut polisi, bukan semata-mata untuk menghindari sanksi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Masyarakat diharapkan dapat memperhatikan informasi terkait jenis pelanggaran yang menjadi sasaran penindakan selama operasi berlangsung.







![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)
