daelpos.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Langkah awal penataan ini ditandai dengan pembongkaran tiang-tiang monorel yang selama bertahun-tahun terbengkalai di sepanjang ruas jalan tersebut.
Groundbreaking penataan kawasan dilakukan pada Rabu, 14 Januari, dan disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Hadir mendampingi Pramono antara lain Wakil Gubernur Rano Karno, Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007 Sutiyoso, perwakilan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Penataan Jalan Rasuna Said dimulai dengan memotong tiang monorel,” kata Pramono di lokasi kegiatan.
Sebanyak 109 tiang monorel akan dibongkar dari sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga depan Hotel Grand Melia. Proyek pembongkaran dan penataan kawasan ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada September mendatang.
Pramono menjelaskan, biaya pembongkaran tiang monorel diperkirakan mencapai Rp254 juta. Adapun total anggaran penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said diproyeksikan sebesar Rp102 miliar. Penataan meliputi perbaikan badan jalan, saluran air, taman, penerangan jalan umum, serta jalur pedestrian.
Menurut Pramono, penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kawasan sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas. “Saya meyakini Jalan HR Rasuna Said akan menjadi lebih baik dan mudah-mudahan kemacetan juga berkurang,” ujarnya.
Pembongkaran tiang monorel ini mendapat dukungan penuh secara hukum dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan KPK. Untuk meminimalkan gangguan lalu lintas, seluruh proses pembongkaran dilakukan pada malam hari. Pramono juga menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan agar tidak melakukan penutupan jalur selama pekerjaan berlangsung.
Terkait status aset, Pemprov DKI telah berkomunikasi dengan PT Adhi Karya. Sebelumnya, Pemprov DKI meminta perusahaan tersebut membongkar sendiri tiang monorel melalui surat resmi pada November lalu. Namun hingga tenggat waktu berakhir, pembongkaran tidak dilakukan.
Meski kini diambil alih oleh Pemprov DKI, Pramono menegaskan besi hasil pembongkaran akan tetap diserahkan kepada PT Adhi Karya.
Penataan tiang monorel juga direncanakan dilakukan di kawasan Senayan. Namun, sebagian tiang akan dipertahankan untuk dimanfaatkan sebagai sarana komersial, seperti reklame atau videotron.
“Di Senayan, beberapa tiang pasti dibongkar, tapi ada juga yang akan kami sisakan untuk videotron dan reklame. Harus dimanfaatkan,” kata Pramono.
Sementara itu, Sutiyoso mengapresiasi langkah Gubernur Pramono dalam menata kawasan Rasuna Said. Menurut dia, kepastian kebijakan menjadi hal penting meski harus disertai konsekuensi biaya.
“Kepastian itulah yang diberikan oleh Gubernur Pramono. Itu keputusan paling tepat, meski mengeluarkan biaya tetap harus dilakukan,” ujar Sutiyoso, yang akrab disapa Bang Yos.
Ia pun mengajak masyarakat mendukung upaya penataan kawasan tersebut agar Jalan Rasuna Said menjadi lebih nyaman dan tertata. “Semoga nanti bisa dinikmati seperti yang sudah dijelaskan,” katanya.








