Pemprov DKI Pastikan Anggaran Penanganan Banjir Tak Dikurangi

Thursday, 22 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan penanganan banjir melalui berbagai pembangunan dan penguatan infrastruktur pengendali banjir. Anggaran penanganan banjir dan mitigasi cuaca dipastikan tidak terdampak pengurangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, seluruh program yang berkaitan dengan pengendalian banjir tetap berjalan tanpa pemangkasan anggaran.

“Tidak ada pengurangan. Jadi hal yang berkaitan dengan penekanan cuaca buruk dan juga normalisasi sungai, apakah itu Ciliwung atau Krukut, dan juga pembelian beberapa pompa-pompa baru, saya men-stressing bahwa tidak ada pengurangan,” tegas Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1).

Menurut Pramono, kesiapan infrastruktur pengendali banjir harus disiapkan secara optimal, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem. Bahkan, Pemprov DKI menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama satu bulan penuh. Biasanya, OMC hanya dilakukan selama satu hingga tiga hari.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi prakiraan cuaca ekstrem yang berpotensi melanda Jakarta dalam waktu panjang.

“Kami tidak ingin kemudian, karena memang cuaca-cuaca ini lagi ekstrem sekali. Hampir semua sepanjang Pantai Utara Jawa kan hari ini juga masih kebanjiran semua,” ujarnya.

Meski demikian, Pramono menyebut banjir di Jakarta relatif lebih cepat surut dibandingkan daerah lain. Hal ini didukung oleh kesiapan infrastruktur, terutama pompa-pompa pengendali banjir yang dapat beroperasi secara maksimal.

“Karena memang fasilitas pompanya cukup untuk melakukan itu. Walaupun, kalau kemudian curah hujannya rata-rata seperti hari Sabtu-Minggu di atas 250, itu pasti akan terjadi genangan banjir di mana-mana,” jelasnya.

Terkait kemacetan yang kerap terjadi saat hujan deras, Pramono membuka peluang penerapan kebijakan Work From Home (WFH) apabila curah hujan kembali tinggi. Kebijakan tersebut terutama akan diberlakukan bagi para siswa di Jakarta.

See also  Menteri PANRB: Stranas PK Dorong Reformasi Nasional

“Kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan Work From Home, terutama untuk anak-anak didik kita,” tandas Pramono.

Berita Terkait

Tak Mau Layanan Kacau, Menteri PANRB Sidak Stasiun Gambir
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran
Pemerintah Pastikan Pasokan Energi Aman Saat Ramadan dan Idulfitri 2026
Prabowo Serahkan Zakat ke Badan Amil Zakat Nasional
Konflik Timur Tengah Ancam Harga Pangan, DPD RI Minta Pemerintah Siapkan Mitigasi Jelang Mudik Lebaran 2026
Malam Takbiran, Pemprov DKI Siapkan Car Free Night di Thamrin–Sudirman
Jaga Sawah Demi Pangan, Pemerintah Ambil Alih Kendali Lahan
Prabowo: BBM Bisa Diproduksi dari Jagung dan Tebu

Berita Terkait

Saturday, 14 March 2026 - 05:34 WIB

Tak Mau Layanan Kacau, Menteri PANRB Sidak Stasiun Gambir

Saturday, 14 March 2026 - 05:28 WIB

Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran

Saturday, 14 March 2026 - 05:21 WIB

Pemerintah Pastikan Pasokan Energi Aman Saat Ramadan dan Idulfitri 2026

Saturday, 14 March 2026 - 00:41 WIB

Prabowo Serahkan Zakat ke Badan Amil Zakat Nasional

Saturday, 14 March 2026 - 00:01 WIB

Konflik Timur Tengah Ancam Harga Pangan, DPD RI Minta Pemerintah Siapkan Mitigasi Jelang Mudik Lebaran 2026

Berita Terbaru

Nasional

Arus Mudik Mulai Terasa, Lalin di GT Cileunyi Naik

Saturday, 14 Mar 2026 - 12:27 WIB