daelpos.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan penanganan sampah perkotaan kini menjadi prioritas nasional yang dipantau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mendorong percepatan pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy untuk mengatasi krisis sampah di kota-kota besar.
Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan krisis penanganan sampah telah terjadi di sejumlah wilayah perkotaan. Karena itu, Kementerian ESDM memprioritaskan pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) sebagai bagian dari solusi pengelolaan sampah nasional.
“Di beberapa kota besar ini sudah krisis sampah. Jadi kita akan memprioritaskan bagaimana sampah bisa diolah menjadi energi,” kata Yuliot dalam diskusi Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa, 3 Februari.
Yuliot menyebut Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 menjadi landasan penting untuk mempercepat proyek waste to energy, termasuk kepastian mekanisme pembiayaan, penyesuaian tipping fee, dan kenaikan harga jual listrik hingga sekitar 20 sen dolar AS per kWh.
Pemerintah menargetkan proyek PLTSa mulai beroperasi pada 2027. Sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028 dan menargetkan pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota.








