daelpos.com — Kementerian Transmigrasi menegaskan Program Transmigrasi Patriot (Trans Patriot) menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan melalui kehadiran sumber daya manusia (SDM) unggul di kawasan transmigrasi. Program ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengatakan konsep transmigrasi kini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan menjadi upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.
“Transmigrasi hari ini bukan lagi sekadar relokasi penduduk, tetapi penciptaan ekosistem ekonomi baru dengan orientasi kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan,” ujar Iftitah dalam Rapat Pleno Harmonisasi Rancangan Peraturan Menteri Transmigrasi Patriot di Sentul, Bogor, Rabu (4/3).
Direktur Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan II Kementerian Hukum, Muhammad Waliyadin, menyampaikan rancangan peraturan mengenai Trans Patriot disusun sebagai respons atas perkembangan program transmigrasi yang terus berubah dari waktu ke waktu.
Menurut dia, pada awalnya transmigrasi fokus pada relokasi penduduk ke wilayah yang jarang dihuni. Namun seiring waktu, program tersebut berkembang menjadi upaya peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
“Karena itu diperlukan kesamaan pemahaman melalui peraturan yang komprehensif agar transformasi transmigrasi dapat berjalan efektif,” katanya.
Iftitah menjelaskan pengembangan kawasan transmigrasi membutuhkan SDM unggul yang mampu membawa perubahan pola pikir serta mendorong kemajuan masyarakat. Karena itu, Kementerian Transmigrasi mendorong keterlibatan SDM unggul melalui kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, hingga program beasiswa.
Melalui Program Beasiswa Patriot, pemerintah membuka kesempatan pendidikan mulai jenjang S1/D4 hingga S3. Setelah lulus, para penerima beasiswa akan diarahkan untuk mengabdi di kawasan transmigrasi sebagai bagian dari proses transfer pengetahuan kepada masyarakat.
“Pendidikan bukan hanya soal gelar, tetapi bagaimana ilmu pengetahuan dapat mengubah kebiasaan masyarakat menjadi lebih maju,” ujar Iftitah.
Ia menambahkan kawasan transmigrasi memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, pertambangan hingga pariwisata. Karena itu pengembangan kawasan harus dirancang berkelanjutan dan tetap menjaga lingkungan.
Program Trans Patriot diharapkan mampu menciptakan SDM unggul yang dapat mendorong inovasi, memperkuat ekonomi lokal, serta mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi yang tangguh dan berkelanjutan.








