Pemprov DKI Targetkan Emisi Turun 50 Persen di 2030

Saturday, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi / foto ist

ilustrasi / foto ist

daelpos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tancap gas mendorong percepatan transisi energi bersih dengan menargetkan penurunan emisi hingga 50 persen pada tahun 2030. Salah satu langkah strategis yang terus dipacu adalah peningkatan penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di ibu kota.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Jakarta dalam menghadapi krisis perubahan iklim sekaligus memperbaiki kualitas udara yang selama ini menjadi sorotan publik. Pemprov DKI menilai sektor transportasi menjadi kontributor besar emisi karbon, sehingga transformasi menuju kendaraan ramah lingkungan dianggap krusial.

“Percepatan penggunaan kendaraan listrik menjadi kunci dalam menekan emisi gas rumah kaca, khususnya dari sektor transportasi yang cukup dominan di Jakarta,” ujar pejabat Pemprov dalam keterangan resminya, Sabtu (18/4).

Saat ini, Pemprov DKI terus memperluas ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan, mulai dari insentif bagi pengguna EV, penyediaan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), hingga konversi armada transportasi publik ke energi listrik.

Salah satu langkah konkret yang telah berjalan adalah elektrifikasi armada TransJakarta secara bertahap. Ke depan, jumlah bus listrik ditargetkan terus meningkat agar dapat menggantikan armada berbahan bakar fosil. Selain itu, kendaraan dinas operasional milik pemerintah juga mulai dialihkan ke kendaraan listrik.

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga menggandeng sektor swasta untuk mempercepat adopsi EV di masyarakat. Berbagai kolaborasi dilakukan untuk memperbanyak titik pengisian daya serta memberikan kemudahan akses bagi pengguna kendaraan listrik.

Di sisi lain, masyarakat juga didorong untuk beralih ke kendaraan listrik melalui berbagai insentif, seperti pembebasan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) untuk EV. Kebijakan ini diharapkan mampu menarik minat warga untuk beralih dari kendaraan konvensional.

See also  Overpass STA 203+279 Pekanbaru Dibangun, Arus Lalu Lintas Diatur

Meski begitu, tantangan masih membayangi implementasi kebijakan ini. Salah satunya adalah harga kendaraan listrik yang relatif masih tinggi dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak. Selain itu, kesiapan infrastruktur pengisian daya juga menjadi perhatian penting.

Pemprov DKI mengakui bahwa keberhasilan target penurunan emisi hingga 50 persen pada 2030 membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi terkait manfaat kendaraan listrik terus digencarkan.

Pengamat lingkungan menilai langkah Pemprov DKI ini sudah berada di jalur yang tepat. Namun, mereka mengingatkan agar kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan terintegrasi dengan sektor lain, seperti energi dan tata kota.

“Transisi energi tidak bisa parsial. Harus menyeluruh, termasuk memastikan sumber listrik yang digunakan juga berasal dari energi bersih,” ujar seorang pengamat.

Dengan berbagai langkah yang terus digencarkan, Pemprov DKI optimistis target penurunan emisi sebesar 50 persen pada 2030 dapat tercapai. Transformasi menuju kota rendah emisi pun diharapkan mampu menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih sehat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Berita Terkait

Menteri Dody Instruksikan Penanganan Cepat Kekeringan Dan Banjir Rob di Demak
Sumur Bor Ubah Rutinitas Warga Bowi Subur
Kementerian PU Percepat Penanganan Sungai Batang Baliang di Solok
Museum Bing Slamet Diresmikan, Warisan Maestro untuk Generasi Baru
Siswa dan Guru Bomberay Sulap Perpustakaan Jadi Ruang Baca Nyaman
Rahmat Erwin Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia, LaNyalla Apresiasi Atlet Jatim
Kementerian PU Lanjutkan Penanganan dan Optimalisasi Kolam Retensi SR Sudiang, Makassar
Permudah Transaksi Pelaku Usaha, Livin’ Merchant Dukung Pelaku Usaha Tumbuh Bersama di Era Digital

Berita Terkait

Monday, 28 September 2026 - 12:56 WIB

Menteri Dody Instruksikan Penanganan Cepat Kekeringan Dan Banjir Rob di Demak

Monday, 28 September 2026 - 11:35 WIB

Sumur Bor Ubah Rutinitas Warga Bowi Subur

Monday, 28 September 2026 - 00:00 WIB

Kementerian PU Percepat Penanganan Sungai Batang Baliang di Solok

Sunday, 27 September 2026 - 23:13 WIB

Museum Bing Slamet Diresmikan, Warisan Maestro untuk Generasi Baru

Sunday, 27 September 2026 - 10:31 WIB

Siswa dan Guru Bomberay Sulap Perpustakaan Jadi Ruang Baca Nyaman

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

Bansos KAJ, KLJ, dan KPDJ September Mulai Dicairkan

Tuesday, 29 Sep 2026 - 15:13 WIB