Lewat Patriot Move 2026, Menko AHY dan Menteri Iftitah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Monday, 18 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daepos.com — Kementerian Transmigrasi membuka kesempatan bagi generasi muda terlibat langsung dalam membangun kawasan transmigrasi melalui program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Program ini akan melibatkan 1.458 peserta yang diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi prioritas, terutama di Indonesia Timur, guna melakukan pendampingan dan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan penguatan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai program Tim Ekspedisi Patriot menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran nyata dalam pemerataan pembangunan nasional dan penguatan ekonomi kawasan transmigrasi.

“Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Bapak Menteri Transmigrasi dan jajaran yang telah menghadirkan program strategis Transmigrasi Patriot, khususnya Tim Ekspedisi Patriot. Kita membangun optimisme dan semangat untuk mengambil peran bagi negeri ini. Menjadi patriot yang diterjunkan ke berbagai daerah,” ujar Menko AHY usai menghadiri acara Patriot Move 2026 di Jakarta, Minggu (17/5).

Menko AHY menjelaskan para patriot tidak hanya berkontribusi melakukan penelitian dan rekomendasi untuk pengembangan kawasan dari sisi ekonomi, melainkan pengalaman lapangan yang berharga.

“Sering kali daerah-daerah tersebut tidak mudah, kondisinya penuh tantangan, jauh dari keluarga. Namun para mahasiswa melakukan penelitian langsung di lapangan dan memberikan masukan-masukan yang baik kepada pemerintah,” kata Menko AHY.

Menko AHY menegaskan, Kementerian Transmigrasi memiliki peran penting sebagai instrumen pemerataan pembangunan nasional, terutama untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan program TEP 2026 merupakan kelanjutan dari pelaksanaan tahun sebelumnya dengan pendekatan yang diperluas.

“Tahun lalu kami menerjunkan 2.000 peneliti ke 154 kawasan transmigrasi. Tahun ini, selain riset, kami juga menambahkan unsur pengabdian masyarakat,” kata Menteri Iftitah.

See also  WNA Belanda yang Disebut Serobot Tanah Warga Kebon Jeruk, Ini Penjelasannya

Mentrans menjelaskan program ini dirancang agar sumber daya manusia (SDM) unggul hadir langsung di garis depan pembangunan kawasan transmigrasi. Fokus tersebut juga mendukung Kementerian PPN/Bappenas dalam memperkuat kawasan yang memiliki potensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Melalui Tim Ekspedisi Patriot, kami ingin SDM-SDM unggul hadir di garis depan pembangunan Indonesia, sehingga kawasan-kawasan transmigrasi tersebut dapat berkembang lebih baik lagi,” ujar Menteri Iftitah.

Mentrans menambahkan tugas Kementerian Transmigrasi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 adalah menciptakan ekosistem ekonomi baru di kawasan transmigrasi. Sehingga keterlibatan generasi muda dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat pembangunan wilayah.

Menteri Iftitah menegaskan konsep pembangunan kawasan transmigrasi kini tidak lagi hanya berfokus pada perpindahan penduduk, melainkan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang mampu menarik masyarakat datang secara alami.

“Dengan strategi ‘ada gula ada semut’, akan tercipta pusat-pusat ekonomi baru yang secara alami menarik masyarakat untuk berkumpul dan berkembang di sana,” kata Mentrans.

Selain riset dan pengabdian masyarakat, Kementerian Transmigrasi juga mengarahkan dukungan program pada pembangunan sarana dasar seperti air bersih, jalan, dan jembatan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di kawasan transmigrasi. (AAF)

Berita Terkait

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan
Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 12:50 WIB

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Berita Terbaru

Nasional

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 18:48 WIB

Energy

Fasilitasi OTA Wolbachia di Kampus, ITPLN Aktif Berantas DBD

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:39 WIB