Pidato KEM dan Kebijakan Fiskal, Viva Yoga: Mewujudkan Cita-Cita Presiden Lewat Program Transmigrasi

Thursday, 21 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Wakil Menteri Transmigrasi sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto di depan anggota DPR dalam ‘Pengantar dan Keterangan Pemerintah Atas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027’, Gedung Nusantara, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, 20/5/2026.

Menurut Viva Yoga keberpihakan presiden Prabowo dalam pembangunan untuk rakyat, bangsa, dan negara harus direalisasikan dalam lapangan. “Bapak Presiden berkomitmen mewujudkan cita-cita bangsa yakni terwujudnya masyarakat yang berdaulat, adil, dan makmur”, ujarnya. Untuk mencapai tujuan tersebut dikatakan Presiden menjalaskan betapa pentingnya Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 sebagai dasar untuk menciptakan perekonomian nasional, keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Viva Yoga mencatat inti-inti penting pidato yang disampaikan Presiden seperti menyebut soal kesejahteraan nelayan. Presiden mengingingkan nelayan pergi ke laut dengan perlengkapan yang baik sehingga mendapat hasil tangkapan yang bernilai tinggi. Untuk meningkatkan kehidupan nelayan, pemerintah berencana membangun 5.000 desa nelayan.

Apa yang disampaikan oleh Presiden menurut Viva Yoga adalah pedoman pelaksanaan program Kementerian Transmigrasi. “Kita berdayakan transmigran di Kawasan Transmigrasi Barelang Kepri, Pasang Kayu Sulbar, dan lainnya untuk menjadi nelayan handal”, ujarnya. Untuk memberdayakan transmigran nelayan, kementerian telah mengadakan pelatihan kepada 50 orang. “Saya hadir langsung di Barelang Kota Batam untuk membuka acara pelatihan itu”, ungkapnya. Mereka adalah penduduk lokal yang berada di Batam, Rempang, dan Galang, yang mengikuti transmigrasi lokal.

Kementerian Transmigrasi dalam memberdayakan nelayan transmigran tak hanya sekadar memberi pelatihan namun juga memberi bantuan 16 kapal ukuran 5 GT. Kapal sebanyak itu dibagikan kepada 16 kelompok usaha bersama (KUB). Viva Yoga berharap setelah mendapat pelatihan dan bantuan kapal, hasil tangkapan ikan meningkat. Bila hasil tangkapan meningkat, otomatis kehidupan mereka menjadi lebih baik dan sejahtera.

See also  Presiden Jokowi Bertemu Sekitar 3000 Masyarakat Dan Disambut Tarian Khas Suku Besar Arfak

Viva Yoga ingin Kawasan Transmigrasi Barelang bukan sekadar menjadi kampung nelayan namun perlu dibangun seperti pasar ikan di Jagalchi (Busan) dan Noryangjin (Seoul) Korea Selatan dan Toyosu di Jepang. Bila sudah menjadi pasar ikan maka kekhawatiran yang diungkap oleh Presiden yakni kekurangan pasokan es dan cold storage tak akan terjadi lagi. Saat ini di perkampungan nelayan masih kerap terjadi adanya kekurangan pasokan es batu dan tak adanya cold storage. “Pembangunan Kawasan Transmigrasi Barelang merupakan upaya untuk mendukung apa yang disampaikan Presien dalam pidato tadi”, ujarnya.

Presiden juga menyebut bahwa Indonesia merupakan pengekspor kelapa sawit terbesar di dunia. Terkait komoditas ini, Viva Yoga menyebut ada kawasan transmigrasi yang warganya mayoritas adalah petani kelapa sawit. Kawasan transmigrasi yang mayoritas warganya petani sawit itu ada di Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Di salah satu desa yang ada di sana, Karya Harapan Mukti, ada 1000 kepala keluarga yang mayoritas menjadi petani sawit. Hasil panen per dua Ha adalah Rp15 juta.

Dari kehidupan yang terjadi di Kuamang Kuning, Viva Yoga menyebut transmigrasi tidak sekadar memindahkan penduduk namun telah mampu meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat yang mendiami kawasan transmigrasi. “Jadi sesuai dengan pidato Presiden, transmigrasi merupakan jalan untuk ikut mensejahterakan rakyat”, ujarnya.

Berita Terkait

Kementerian PU Perkuat Ketahanan Pangan di NTT melalui Jaringan Irigasi Air Tanah, Antisipasi Dampak El Nino
Kementerian PU Pastikan MPLS di SRT 1 Jember Berjalan dan Penuh Kesan
Jembatan Bailey Wih Kanis di Aceh Tengah Difungsikan, Konektivitas Masyarakat Kembali Pulih
Jelang HUT RI, Hutama Karya Kebut Penanganan Darurat Jalan Longsor di Aceh dan Sumatera
Pembangunan LNG Abadi Masela Mulai Jalan, Ekonomi Lokal Diyakini Ikut Ngebut
Mentrans Iftitah Turun Tangan Telusuri Dugaan Tumpang Tindih Lahan Transmigrasi dengan HGU Sawit
Mentrans: Tidak Ada Kemenangan Tanpa Kolaborasi, Begitu Juga Transmigrasi
Kemendes dan 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional KDKMP

Berita Terkait

Saturday, 18 July 2026 - 23:00 WIB

Kementerian PU Perkuat Ketahanan Pangan di NTT melalui Jaringan Irigasi Air Tanah, Antisipasi Dampak El Nino

Saturday, 18 July 2026 - 18:51 WIB

Kementerian PU Pastikan MPLS di SRT 1 Jember Berjalan dan Penuh Kesan

Saturday, 18 July 2026 - 09:30 WIB

Jelang HUT RI, Hutama Karya Kebut Penanganan Darurat Jalan Longsor di Aceh dan Sumatera

Friday, 17 July 2026 - 19:17 WIB

Pembangunan LNG Abadi Masela Mulai Jalan, Ekonomi Lokal Diyakini Ikut Ngebut

Friday, 17 July 2026 - 19:02 WIB

Mentrans Iftitah Turun Tangan Telusuri Dugaan Tumpang Tindih Lahan Transmigrasi dengan HGU Sawit

Berita Terbaru

Olahraga

Hajar Vietnam, Indonesia Melenggang ke Final SEA V Cup 2026

Saturday, 18 Jul 2026 - 23:26 WIB