daelpos.com – Pemerintah terus menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan dan ketidakpastian global. Salah satu kebijakan yang tengah disiapkan ialah perpanjangan skema work from home (WFH) selama dua bulan ke depan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi lanjutan yang sedang difinalisasi pemerintah. Langkah itu diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan aktivitas ekonomi tetap bergerak di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya kondusif.
“WFH akan dilanjutkan untuk dua bulan ke depan,” kata Airlangga usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menurut Airlangga, pemerintah saat ini terus memantau perkembangan ekonomi dunia yang bergerak sangat dinamis. Mulai dari perlambatan ekonomi global, tensi geopolitik, hingga ketidakpastian pasar keuangan internasional dinilai berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi domestik.
Karena itu, pemerintah memilih menyiapkan sejumlah kebijakan penyangga agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga. Salah satunya melalui pengaturan pola kerja yang lebih fleksibel, termasuk penerapan WFH di sejumlah sektor.
Airlangga menegaskan, kebijakan tersebut bukan semata-mata soal pengaturan kerja pegawai, melainkan bagian dari strategi menjaga efisiensi dan produktivitas di tengah situasi global yang penuh tantangan.
Selain WFH, pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai stimulus dan insentif ekonomi guna menjaga daya beli masyarakat serta mendukung dunia usaha. Insentif itu diharapkan mampu menopang konsumsi domestik yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Pemerintah sedang menyiapkan beberapa paket kebijakan ekonomi,” ujarnya.
Meski demikian, Airlangga belum memerinci bentuk insentif yang akan diberikan. Namun, sejumlah stimulus disebut akan diarahkan untuk menjaga aktivitas industri, memperkuat sektor riil, hingga mendorong konsumsi rumah tangga.
Pemerintah juga berharap kebijakan tersebut mampu menjaga optimisme pelaku usaha dan investor di tengah kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian.
Sejumlah ekonom menilai langkah pemerintah memperpanjang WFH dan menyiapkan stimulus ekonomi merupakan upaya menjaga keseimbangan antara efisiensi, produktivitas, dan stabilitas ekonomi nasional.
Di sisi lain, kebijakan fleksibilitas kerja dinilai sudah menjadi tren baru di berbagai negara pascapandemi Covid-19. Selain dapat mengurangi biaya operasional, pola kerja hybrid juga dianggap mampu meningkatkan efisiensi di sejumlah sektor.
Namun demikian, pemerintah diminta tetap memastikan pelayanan publik dan aktivitas ekonomi berjalan optimal selama kebijakan WFH diterapkan.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026 tetap berada di level positif meski menghadapi tantangan global yang tidak ringan. Konsumsi domestik, investasi, dan belanja pemerintah masih menjadi tumpuan utama untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi tetap stabil.








