Bahas Materi Kesehatan Reproduksi di Sekolah, Kepala BKKBN Temui Mendikbud

Friday, 27 December 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nadiem Makarim di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ruang Menteri, Gedung A lt.2 Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (26/12). Hadir dalam audiensi tersebut Staf Ahli Bid. Manajemen Kemendikbud Hamid Muhammad, Sekretaris Utama BKKBN Nofrijal, Deputi Bid. Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Dwi Listyawardani, Deputi Bid. Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan M. Rizal Martua Damanik.

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengungkapkan, “Kami mengemban tugas dari Presiden yang sangat erat dan terkait dengan masalah untuk mempersiapkan generasi yang unggul dari hulu dalam hal ini melalui keluarga berencana yakni merencanakan berkeluarga, akan tetapi banyak saat ini generasi sekarang tidak berkualitas salah satunya karena keluarga tidak mempersiapkan dalam proses reproduksinya sehingga ada stunting, kematian ibu dan bayi tinggi. Untuk menciptakan generasi yang berkualitas maka keluarga harus mempersiapkan sejak dini.”

“Dengan Kemendikbud kami harap bisa kerjasama bagaimana memasukan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, kependudukan, penyiapan membentuk keluarga ke dalam materi pembelajaran di sekolah,  karena 80% lebih mereka membentuk rumah tangga atau menyiapkan kehidupan rumah tangga dan menikah sebelum kuliah atau memang tidak kuliah. sebelumnya Menko PMK sudah ke BKKBN dan meminta kami terlibat aktif juga dalam sertifikasi pra nikah, saat ini juga BKKBN telah memiliki program di sekolah melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja,” tambah Hasto.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan, “Saya tahu selama ini program birth control BKKBN banyak “digrecokin” tokoh masyarakat karena adanya mis informasi dan kurangnya pemahaman masyarakat terkait program, misal birth control tidak boleh digunakan, vaksinasi dibilang haram dan lain-lain. Jadi cara terbaik memasukan materi sex education rencana akan bagaimana, apa semua materinya bisa masuk ke pelajaran dan akan di bungkus menjadi seperti apa nantinya hal ini perlu disiapkan dengan matang. Saat ini memang materi terkait reproduksi disisipkan dalam pelajaran Biologi dan IPA,” ungkap Nadiem

See also  Polisi Akan Tindak Langsung Pelanggar PSBB Jakarta

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menjelaskan, “Kami akan menjelaskan hal-hal praktis dan penting untuk disampaikan di sekolah termasuk juga terkait persalinan dibawah usia 20 tahun adalah hal yang berat karena ukuran panggul belum mencapai 10 cm dan tentunya mereka belum mengerti, sirkumsisi bisa diterangkan untuk pencegahan AIDS, hal seperti ini muatan-muatan terkait kesehatan reproduksi yang penting untuk disampaikan, dan tentunya terkait kependudukan, Presiden Jokowi sering menyampaikan pentingnya mengarusutamakan penduduk sebagai komponen utama dalam mengambil kebijakan.”

“Kami dengan Kemendikbud sudah ada perjanjian kerjasama namun masih secara umum terkait Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga, kalau dijinkan kalau bisa materi kesehatan reproduksi bisa masuk dalam kurikulum disekolah lewat modul-modul yang sangat terseleksi kami ingin menindak lanjuti kerjasama ini dalam bentuk yang lebih detail baik tentang kespro, kependudukan dan pembangunan keluarga, kami siap menyiapkan materinya” tambah Hasto

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan, “Untuk masuk dalam kurikulum mungkin akan memakan waktu, karena harus menunggu struktur kurikulum yang baru dan kami arahnya adalah merampingkan substansi, terdapat arahan Presiden untuk penyederhanaan Kurikulum pendidikan, perlu revitalisasi kurikulum atau simplifikasi. Masuk dalam kurikulum harus ada proses redefinisi hal ini harus disiapkan secara matang. Saya harap BKKBN segera menyiapkan materi-materi terkait kespro yang benar-benar penting sehingga mudah di pahami guru dan murid, siapkan saja materi-materi yang akan masuk dalam kurikulum,” pungkas Nadiem (RED)


Berita Terkait

HUT DKI, Pramono Gratiskan Transportasi dan Tempat Wisata
Dolar Tembus Rp18.000, Omzet Warteg Anjlok hingga 50 Persen
DPRD DKI Kawal Ketat SPMB 2026
Sudinhub Jaksel Antisipasi Parkir Liar dan Pungli Saat CFD Rasuna Said
DKI Jadi Percontohan Layanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak
Kejar Tuntas Pengendalian Banjir, Pemprov DKI Targetkan 20 Proyek Rampung pada 2027
Jakarta Gelar Indonesia World Dance Festival 2026
HBKB 31 Mei Ditiadakan Saat Waisak 2570

Berita Terkait

Monday, 15 June 2026 - 10:30 WIB

HUT DKI, Pramono Gratiskan Transportasi dan Tempat Wisata

Monday, 8 June 2026 - 16:57 WIB

Dolar Tembus Rp18.000, Omzet Warteg Anjlok hingga 50 Persen

Sunday, 7 June 2026 - 18:27 WIB

DPRD DKI Kawal Ketat SPMB 2026

Friday, 5 June 2026 - 18:38 WIB

Sudinhub Jaksel Antisipasi Parkir Liar dan Pungli Saat CFD Rasuna Said

Thursday, 4 June 2026 - 16:17 WIB

DKI Jadi Percontohan Layanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terbaru