296th IPU Executive Committee: Mardani doromg IPU fokus tangani akar masalah konflik

Monday, 30 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com — Ketua BKSAP DPR RI, Dr. Mardani Ali Sera, mendorong Uni Parlemen Dunia (Inter-Parliamentary Union/IPU) untuk fokus menangani akar masalah konflik seiring dengan semakin meningkatnya titik konflik dan ketegangan di berbagai belahan Dunia.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri pertemuan ke-296 IPU Executive Committee di Olympia, Yunani, Minggu (29/6), menyikapi situasi krisis dan titik konflik yang membara di beberapa tempat saat ini termasuk di Timur Tengah.

Pertemuan kali ini merupakan rapat pimpinan IPU yang membahas beberapa agenda penting organisasi global tersebut yang dihadiri oleh perwakilan parlemen dari Aljazair, Australia, Azerbaijan, Indonesia, Nigeria, Polandia, Prancis, Qatar, RD Kongo, Spanyol, Yordania, Yunani, dan Zambia.

Mardani mengatakan isu-isu konflik seperti Gaza dan Palestina, titik konflik di Timur Tengah maupun situasi rentan di kawasan Afrika, perlu dilihat dalam skema yang lebih luas dengan menangani permasalahan di hilir tidak hanya di hulu.

Beberapa indikator seperti Indeks Demokrasi yang diluncurkan oleh The Economist Intelligence Unit yang menunjukkan penurunan kualitas demokrasi global hingga hanya 17% dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang sesuai jalur untuk tercapai pada 2030 dan adanya peningkatan konflik menunjukkan relasi signifikan dari situasi pembangunan dengan sikap bermusuhan.

“Mari kita fokus pada akar masalah bukan hanya pada dampak yang ditimbulkan. Untuk itu, perlu kiranya juga kita memiliki semangat pada upaya pembangunan seperti meningkatkan pencapaian global tujuan pembangunan berkelanjutan hingga pembenahan institusi-institusi demokrasi,” lanjutnya.

Dalam pembahasan mengenai mekanisme IPU untuk menyikapi situasi krisis, Mardani menekankan perlunya pemahaman komprehensif akan respon dan penyelesaian krisis hingga penciptaan upaya damai pascakonflik. Ia juga menegaskan agar dialog untuk perdamaian dan keamanan untuk tetap menjadi bagian dialektika di IPU mengingat gejolak global yang belum juga padam di kawasan-kawasan tersebut.

See also  DPR Minta Perketat Akses Masuk di Bandara dan Pelabuhan

Di sisi lain, Mardani juga mendorong IPU untuk merespon secara cepat setiap peristiwa krisis yang terjadi. Dorongan tersebut disampaikan menyikapi aspirasi Parlemen Qatar yang mengharapkan IPU bersikap dalam situasi terakhir berkaitan dengan konflik Iran-Israel yang berujung pada serangan misil Iran ke wilayah Qatar. Parlemen Aljazair bahkan menuntut ada pernyataan sikap tertulis dari IPU terkait hal tersebut.

Sebagai salah satu organisasi global yang menaungi parlemen-parlemen di dunia dan berdiri pada 1889 jauh sebelum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), IPU memiliki sejarah panjang untuk berkontribusi dalam penciptaan perdamaian dan mediasi melalui dialog dan negosiasi. DPR RI memiliki rekam jejak signifikan dalam kontribusi internasional mekanisme dialog demi perdamaian via IPU. Salah satu kontribusi DPR RI adalah memfasilitasi terbentuknya Satuan Tugas Penyelesaian Konflik Ukraina, yang disepakati melalui resolusi pada IPU ke-144, Maret 2022 lalu. “DPR RI juga konsisten terlibat dalam isu Palestina dengan aktif menjadi anggota Komite Urusan Timur Tengah di IPU,” terangnya.

Selain membahas mengenai platform dan mekanisme IPU dalam mengatasi krisis, rapat juga juga membahas beberapa status keanggotaan sejumlah parlemen seperti Niger dan Venezuela, mekanisme organisasi dalam memperkuat isu gender, hingga rencana penyusunan strategi organisasi terbaru yang direncanakan berlaku 2027-2031.

Berita Terkait

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan
Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Wednesday, 30 September 2026 - 10:23 WIB

Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan

Berita Terbaru

Nasional

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 18:48 WIB

Energy

Fasilitasi OTA Wolbachia di Kampus, ITPLN Aktif Berantas DBD

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:39 WIB

Ekonomi - Bisnis

Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed Ringkas untuk Bisnis

Wednesday, 7 Oct 2026 - 15:48 WIB