Menteri PANRB Dorong Peserta PKN Akselerasi Perwujudan Asta Cita dan Indonesia Maju

Monday, 11 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

daelpos.com – Pelatihan kepimpinan merupakan salah satu cara mengembangkan kompetensi kepemimpinan, agar pemimpin yang membuat dan menerapkan kebijakan memiliki kompetensi strategi kepemimpinan serta berwawasan luas. Ini merupakan karakter kepemimpinan birokrasi untuk mewujudkan Asta Cita dan Indonesia Maju.

Hal itu diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, dalam acara Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXV (65) Tahun 2025, dan Pengukuhan Ketua dan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Pelatihan Kepemimpinan Nasional (IKAPIMNAS) periode 2025 – 2029, di Jakarta, Senin (11/8/2025). Pada kesempatan tersebut, Menteri Rini mendorong para peserta PKN dan IKAPIMNAS untuk memperkuat kapasitas kepimpinan birokrasi sekaligus mempererat jejaring dan kolaborasi lintas angkatan alumni PKN. “Ini tujuannya jelas untuk mendorong birokrasi yang lebih berdampak nyata bagi masyarakat” jelas Rini.

Tidak hanya sampai di situ, Menteri Rini juga mengungkapkan pentingnya peran pemimpin dalam berbagai situasi. Sebagai contoh, banyak program yang belum dapat dilakukan dengan optimal bukan karena ketersediaan anggaran, melainkan karena instansi masih bekerja secara “silo dan berjalan sendiri-sendiri tanpa sinergi. Oleh karena itu koordinasi bukan berarti semua harus seragam, tetapi bagaimana membangun harmoni dan saling melengkapi” katanya.

Sesuai dengan arahan Presiden mengingatkan bahwa pembangunan Indonesia dimulia dari hal-hal yang mendasar. Semua ini menyatu dalam lima program prioritas: Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Perumahan Rakyat. Di sinilah fungsi kepemimpinan dan manajerial diuji. Kolaborasi lintas sektor bukanlah pilihan melainkan prasyarat keberhasilan program pembangunan.

Saat ini Kementerian PANRB mendorong implementasi SAKP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah), untuk melengkapi SAKIP yang sudah lama berlaku. SAKP diharapkan akan memperbaiki proses perencanaan dan evaluasi kinerja pemerintah menjadi lebih selaras. Oleh karena itu, SAKP hadir untuk menyempurnakan pendekatan yang semula instansional tersebut menjadi kinerja terpadu atau shared outcome.

See also  Hadiri Indonesia-Brazil Business Forum, Presiden Prabowo Dorong Sinergi Ekonomi Dua Negara

Pada kesempatan tersebut, Menteri Rini mengucapkan selamat kepada peserta yang mengikuti PKN Tingkat I. Tidak lupa pula, selamat juga telah dikukuhkan Ketua dan Pengurus IKAPIMNAS periode 2025-2029. Rini juga berpesan kolaborasi lintas batas dan sinergi tanpa sekat adalah kunci membangun Indonesia yang kuat dan bermartabat “Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kesehatan kepada kita semuanya. Tetap sehat, semangat, dan tetap optimis membangun bangsa dan negara yang kita cintai ini,” tutupnya.

Hadir juga Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan pelatihan ini bukan hanya sekedar syarat adminitratif, tetapi momen transformasi kepemimpinan. Namun jadikan pelatihan ini sebagai long life learner, networking, agent of change pada instansi masing-masing “ujarnya saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Perlu diketahui Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I adalah pelatihan struktural kepemimpinan madya atau sejenisnya bagi pejabat tinggi atau non-ASN yang setara dengan jabatan pimpinan tinggi, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi ASN terkait isu kebijakan nasional. Oleh karena itu JPT Madya harus mampu membangun sinergi, menjadi inisiator lintas sektor, pemecah sekat birokrasi serta memastikan keputusan berbasis data dan bukti sekaligus penjaga arah dan akuntabilitas kebijakan.

Kepala Lembaga Administrasi Negara Muhammad Taufiq mengungkapkan tujuan penyelenggaraan PKN Tingkat I ini adalah mengembangkan kompetensi kepemimpinan kolaboratif pada JPT Madya yang dapat mengembangkan potensi kepimpinan agar mampu menjadi agen perubahan tang inovatif dan berdaya saing di era globalisasi. PKN Tingkat I Angkatan LXV (65) Tahun 2025 diikuti oleh 48 peserta yang berasal dari 5 kementerian, 43 Lembaga Pemerintah Non-Kementerian/Lembaga Tinggi Negara, Kepolisian dan Pemerintah Daerah.

Pembelajaran PKN Tingkat I akan dilaksanakan secara virtual dengan metode distance learning (pembelajaran jarak jauh). “Peserta mengikuti pembelajaran dari tempat kedudukan masing-masing dengan memanfaatkan teknologi informasi (Learning Management Sistem/LMS) dan aplikasi online video meeting/conference,” pungkas Muhammad Taufik.

Berita Terkait

Prabowo Minta Menteri Tak Gelar Open House Lebaran Mewah
Hutama Karya bersama Polda Sumsel Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Fungsional Tol Palembang-Betung
Prabowo Dorong Hemat BBM, Opsi WFH Disiapkan Hadapi Dampak Krisis Global
Sidang Debottlenecking Ke-5, Menkeu Purbaya Bahas Hambatan Perizinan Investasi
Jasa Marga Siap Layani 3,53 Juta Kendaraan Pemudik Lebaran 2026
Hutama Karya Teken Kontrak, Dua RSUD PHTC Siap Dibangun
Jalan Nasional Banten 96% Mantap, Kementerian PU Siap Layani Arus Mudik ke Pelabuhan Merak
Mendes Yandri Minta Keseriusan Semua Pihak Sukseskan DTSEN

Berita Terkait

Sunday, 15 March 2026 - 01:49 WIB

Prabowo Minta Menteri Tak Gelar Open House Lebaran Mewah

Sunday, 15 March 2026 - 01:44 WIB

Hutama Karya bersama Polda Sumsel Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Fungsional Tol Palembang-Betung

Saturday, 14 March 2026 - 12:19 WIB

Prabowo Dorong Hemat BBM, Opsi WFH Disiapkan Hadapi Dampak Krisis Global

Saturday, 14 March 2026 - 05:55 WIB

Sidang Debottlenecking Ke-5, Menkeu Purbaya Bahas Hambatan Perizinan Investasi

Saturday, 14 March 2026 - 00:48 WIB

Jasa Marga Siap Layani 3,53 Juta Kendaraan Pemudik Lebaran 2026

Berita Terbaru

foto ist

Berita Utama

Prabowo Minta Menteri Tak Gelar Open House Lebaran Mewah

Sunday, 15 Mar 2026 - 01:49 WIB