Pelatihan Catrans, Wamen Viva Yoga: Menjadi Transmigran Perlu Mental dan Niat Yang Kuat

Sunday, 28 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Apakah Bapak-Ibu siap berangkat dengan ikhlas dan sukarela?”.
“Siap”.
“Tidak mengundurkan diri?”.
“Tidak”.
“Yakin”.
“Yakin”.

daelpos.com – Percakapan di atas merupakan dialog antara Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi dan 78 Kepala Keluarga (KK) calon transmigrasi (catrans) di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Yogyakarta, Sleman, Yogyakarta, 27 September 2025.

Sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan; Poso Sulawesi Tengah, Polewali Mandar Sulawesi Barat, dan Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, mereka mengikuti pelatihan mulai 27 September hingga 3 Oktober 2025.

Menurut Viva Yoga transmigrasi saat ini bukan hanya sekadar memindahkan penduduk namun lebih berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Antara Kementerian Transmigrasi dan catrans memiliki tekad yang sama yakni menciptakan masyarakat sejahtera”, ujarnya. Program ini merupakan bagian dari reforma agraria di mana memberikan tanah bagi rakyat untuk dijadikan lahan garapan, rumah, dan pemukiman.

Diungkapkan, pindah ke tempat baru dan meninggalkan tempat di mana manusia dilahirkan dan dibesarkan adalah suatu yang berat. Meski demikian diingatkan bahwa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. “Di mana pun kita ditempatkan di situ masih tanah Indonesia, rumah kita sendiri”, tuturnya.

Ditegaskan kembali, paling penting, agar catrans mempersiapkan mental dan niat sebab tidak jarang sesudah tiga, empat bulan, tidak betah dan kembali ke kampung halaman di Jawa.  “Kami berharap Bapak-Ibu benar-benar sungguh-sungguh”, tegasnya. “Jangan ragu-ragu”, tambahnya. Kementerian ini betul-betul menginginkan perpindahan penduduk bukan membawa masalah namun ingin memberikan solusi bagi pembangunan nasional.

Di tempat pemukiman dan kawasan transmigrasi, transmigran dipentingkan untuk selalu berkoordinasi dengan Kementerian Transmigrasi dan pemerintah daerah agar segala tantangan dan dinamika yang terjadi bisa dikomunikasikan dan tertangani.

See also  Jokowi dan Ibu Iriana Salat Idulfitri di Halaman Istana Yogyakarta

Dalam masa pembinaan selama kurang lebih satu tahun, mereka mendapat tanggungan biaya hidup, jadup, sekitar Rp3,1 juta hingga Rp3,3 juta. Saat diberangkatkan diberi uang bekal sebesar Rp25 juta. Setelah melalui pembinaan diharap mereka bisa mandiri. “Kementerian Transmigrasi kurang lebih selama satu tahun bertanggungjawab dan memberi pembinaan”, ungkapnya. Setelah itu diharap transmigran mandiri dan produktif dari lahan yang mereka tempati.

Berita Terkait

Kementerian PU Bentuk Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol Perkuat Tata Kelola PNBP
Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi
Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor
Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman
Tamsil Linrung Sodorkan Solusi Netral Fiskal ke Menkeu
Pemerintah Tetapkan Pemenang Lelang 6 Wilayah Kerja Migas
BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 22:20 WIB

Kementerian PU Bentuk Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol Perkuat Tata Kelola PNBP

Tuesday, 22 September 2026 - 22:17 WIB

Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi

Monday, 21 September 2026 - 14:35 WIB

Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Monday, 21 September 2026 - 14:05 WIB

Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor

Sunday, 20 September 2026 - 17:26 WIB

Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman

Berita Terbaru