SBY Tersinggung Kasus Jiwasraya, Jerry Massie: Kalau Kalau Enggak Salah, Stay Cool Saja

Sunday, 2 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai terlalu sensitif dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut kasus Jiwasraya telah muncul pada tahun 2006. SBY bahkan bereaksi dengan menulis tulisan panjang yang beredar ke awak media dan media sosialnya.

Menurut Direktur Ekskutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, sikap SBY tersebut jauh berbeda dengan sikap mantan presiden lainnya yang lebih tegas.

“Bagi saya jika Pak SBY dibandingkan dengan presiden lainnya Pak SBY sedikit emosional ketika barangkali mengaitkan suatu hal,” ucap Jerry di acara Crosscheck, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (2/2).

SBY dianggap tersinggung dengan pernyataan pemerintah yang menyebut kasus Jiwasraya muncul sejak tahun 2006 di mana tahun tersebut merupakan tahun pemerintahan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Jerry mengatakan, SBY terlalu sensitif, padahal pemerintah tidak menyebut secara spesifik di zaman pemerintahan siapa kasus dugaan megakorupsi itu bergulir.

“Ini belum terlalu gamblang, mereka baru bilang 2006 tidak merujuk pada seseorang. Memang waktu 2006 itu ada pemerintahan dia, kecuali kalau bilang begini Presiden SBY dengan menyebut nama dan menyebut apa. Kalau enggak bersalah diam aja, stay cool aja, keep silent,” katanya.

“Kalau saya presiden, dituduh atau difitnah, kalau saya tidak melakukan kenapa harus ada reaksi emosional,” tambahnya.

Pihaknya meminta SBY jangan terlalu mengedepankan sisi feminin agar tidak disebut baper oleh masyarakat.

“Pemimpin jangan terlalu sensitif juga, karena  kan ada maskulin dan feminin, pemimpin harus maskulin jantan jangan sampai jiwa feminisme itu muncul. Bukan menganggap feminin, tapi gayanya beliau barangkali lebih ke perasaan,” tandasnya.(*)

See also  Kenapa Defisit Kerugian BPJS Langsung Dibebankan Ke Rakyat Yang Patuh?

Berita Terkait

Closing Ceremony Hutan.ID Fest Chapter Sumatera
BNPB Pantau Karhutla di Jabar dan Jateng
Wakil Ketua DPD RI: Kepemimpinan Perempuan Perlu Didukung Kesempatan yang Setara
OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun dalam Kasus DSSA, BREN, dan CUAN
BSI Perluas Akses Pasar Global bagi UMKM di Business Hub di International Expo 2026
Tak Lagi Dibakar, Limbah Jagung di Kawasan Transmigrasi Selaparang Kini Jadi Penyubur Tanah
Hutama Karya Siapkan Rest Area Baru di Tol Kutepat, Perjalanan ke Danau Toba Makin Nyaman
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 Sertipikat Hak Milik kepada Warga Transmigrasi Jeringo, Lombok Timur

Berita Terkait

Sunday, 25 October 2026 - 17:55 WIB

Closing Ceremony Hutan.ID Fest Chapter Sumatera

Sunday, 25 October 2026 - 14:33 WIB

BNPB Pantau Karhutla di Jabar dan Jateng

Sunday, 25 October 2026 - 14:25 WIB

Wakil Ketua DPD RI: Kepemimpinan Perempuan Perlu Didukung Kesempatan yang Setara

Saturday, 24 October 2026 - 10:58 WIB

OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun dalam Kasus DSSA, BREN, dan CUAN

Saturday, 24 October 2026 - 10:53 WIB

BSI Perluas Akses Pasar Global bagi UMKM di Business Hub di International Expo 2026

Berita Terbaru

Berita Utama

Closing Ceremony Hutan.ID Fest Chapter Sumatera

Sunday, 25 Oct 2026 - 17:55 WIB

Berita Utama

BNPB Pantau Karhutla di Jabar dan Jateng

Sunday, 25 Oct 2026 - 14:33 WIB