daelpos.com – Memasuki puncak arus balik Lebaran 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengambil langkah strategis guna menjaga kelancaran lalu lintas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta. Atas diskresi Kepolisian, rest area KM 52B ditutup sementara, sementara rest area KM 62B diberlakukan sistem buka tutup.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengatakan kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang kembali ke Jakarta serta mencegah kepadatan di titik-titik rawan.
“Kami imbau pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta untuk memanfaatkan rest area alternatif seperti KM 42B dan KM 19B. Untuk pengguna dari arah Cipularang dapat menggunakan rest area KM 97B, KM 88B, atau KM 72B. Sementara dari arah Cipali dapat memanfaatkan rest area KM 130B atau KM 101B,” ujar Rivan.
Ia juga mengingatkan, jika rest area di dalam tol mengalami kepadatan, pengguna jalan dapat keluar di akses terdekat untuk mencari tempat istirahat di luar tol. Perencanaan perjalanan, termasuk waktu dan lokasi istirahat, dinilai krusial untuk menghindari penumpukan kendaraan.
Dalam mengelola arus balik, Jasa Marga terus berkoordinasi dengan Kepolisian untuk pengaturan lalu lintas, termasuk pengalihan kendaraan angkutan barang di sejumlah titik krusial seperti Gerbang Tol Palimanan dan akses masuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Rivan menegaskan, pengemudi kendaraan angkutan barang sumbu tiga atau lebih wajib mematuhi pembatasan operasional sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) yang berlaku pada 13–29 Maret 2026.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menghindari puncak arus balik pada 24, 28, dan 29 Maret 2026. Pengguna jalan dapat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere pada 25–27 Maret 2026, serta diskon tarif tol sebesar 30 persen pada 26–27 Maret 2026 di sejumlah ruas strategis Jasa Marga Group.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal kelancaran arus balik Lebaran.
“Kami mengimbau pelaku usaha logistik untuk tetap mematuhi pembatasan operasional kendaraan angkutan barang. Sinergi antara pemerintah, Kepolisian, dan pelaku usaha sangat penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” kata Dudy.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan matang dan menghindari waktu puncak, sehingga arus lalu lintas dapat lebih merata dan perjalanan menjadi lebih aman serta nyaman.
Untuk memperoleh informasi terkini, pengguna jalan diminta aktif memantau update lalu lintas melalui Call Center Jasa Marga 133, aplikasi Travoy, media sosial resmi Jasa Marga, serta siaran Radio Travoy FM.








