Menteri Transmigrasi Ajak Dubes Tiongkok Tinjau Sentra Kelapa, Ekosistem Ekonomi Baru Tumbuh di Halmahera Utara

Thursday, 4 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Transmigrasi mengajak Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong secara langsung meninjau industri dan hilirisasi kelapa yang telah berkembang di kawasan transmigrasi yang ada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Hal ini juga membuka peluang penguatan kerja sama perdagangan dan investasi, seiring tingginya kebutuhan pasar global, khususnya Tiongkok, terhadap komoditas kelapa dan produk turunannya.

Kunjungan ini dilakukan untuk mendorong transformasi transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi unggulan daerah. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, kawasan transmigrasi saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai lokasi produksi komoditas primer, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami diminta untuk melakukan industrialisasi dan hilirisasi. Apa yang kami lihat di kawasan transmigrasi ini sangat menggembirakan. Dulu kawasan transmigrasi identik dengan produksi bahan mentah, sekarang sudah berkembang industri dan hilirisasi yang membentuk ekosistem ekonomi baru yang lebih baik,” kata Menteri Iftitah dalam kunjungan kerjanya ke PT Natural Indococonut Organik (NICO) di Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (3/6).

Menurutnya, kehadiran industri pengolahan kelapa telah memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Jika sebelumnya harga kelapa di tingkat petani hanya berkisar Rp500 hingga Rp700 per butir, kini meningkat menjadi Rp2.500 hingga Rp3.000 per butir seiring meningkatnya permintaan dari industri.

Selain meningkatkan nilai ekonomi komoditas, industri kelapa juga menjadi sumber penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Saat ini sekitar 85 persen tenaga kerja yang bekerja di industri tersebut berasal dari masyarakat lokal.

“Dengan adanya industri, permintaan terhadap kelapa meningkat sehingga harga di tingkat petani naik berkali-kali lipat. Selain itu, industri ini juga membuka lapangan kerja yang luas. Hampir 85 persen tenaga kerjanya merupakan masyarakat lokal dengan pendapatan yang berada di atas UMR,” ujarnya.

See also  Meriahkan Malam Tahun Baru, Pemprov DKI Gelar Bazar UMKM dan Late Night Shopping

Menteri Iftitah menjelaskan, salah satu alasan mengajak Duta Besar Tiongkok dalam kunjungan tersebut adalah besarnya peluang pasar yang tersedia. Berdasarkan hasil komunikasi dan kunjungan sebelumnya ke Tiongkok, kebutuhan kelapa di negara tersebut mencapai sekitar 4 miliar butir per tahun, sementara produksi domestiknya hanya sekitar 1 miliar butir.

“Kebutuhan kelapa di Tiongkok sangat besar, mencapai sekitar 4 miliar butir per tahun. Sementara yang bisa dipenuhi dari dalam negeri mereka hanya sekitar 1 miliar butir. Artinya masih ada kebutuhan sekitar 3 miliar butir yang menjadi peluang besar bagi Indonesia, termasuk Halmahera Utara,” ujarnya.

Potensi tersebut semakin terbuka dengan rencana pengembangan pabrik baru oleh PT NICO yang diproyeksikan mampu menggandakan kapasitas produksi. Jika terealisasi, pabrik tersebut diperkirakan dapat menyerap hingga 20 ribu tenaga kerja dan menghasilkan sekitar 570 juta butir kelapa per tahun.

“Jika pabrik baru itu terealisasi, produktivitasnya bisa mencapai sekitar 570 juta butir kelapa per tahun dan membuka lapangan kerja hingga 20 ribu orang. Dengan pasar yang besar di Tiongkok maupun negara-negara lain, kami optimistis pengembangan ini akan menjadi penggerak ekonomi baru di Halmahera Utara,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan apresiasinya terhadap potensi industri kelapa Indonesia, khususnya di Halmahera Utara. Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa terbesar di dunia dan menjadi pemasok utama kebutuhan kelapa di Tiongkok.

“Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen kelapa dunia. Tiongkok masih sangat bergantung pada impor kelapa dari luar negeri dan Indonesia menjadi salah satu pemasok utama. Kami melihat peluang kerja sama yang sangat besar, tidak hanya dalam perdagangan tetapi juga pengembangan industri pengolahan dan investasi,” ujar Dubes Wang Lutong.

See also  Liburan Nataru Pakai EV Makin Seru, Ini Kata Pengguna!

Dirinya menambahkan bahwa hampir seluruh bagian kelapa memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari makanan, minuman, kosmetik hingga bahan bangunan.

Untuk memperkuat daya saing kawasan, Kementerian Transmigrasi juga akan mendorong penyelesaian sejumlah kebutuhan infrastruktur pendukung, termasuk peningkatan jalan produksi dan pengembangan pelabuhan khusus ekspor agar distribusi produk lebih efisien.

Selain itu, pemerintah juga melihat potensi hilirisasi lanjutan dari berbagai bagian kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk serabut kelapa yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber energi terbarukan maupun produk industri lainnya.

“Kami yakin ekosistem ekonomi baru yang tumbuh di kawasan transmigrasi Poliwangi dan sekitarnya akan memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat. Fokus kami adalah menghadirkan lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penguatan industri dan hilirisasi berbasis potensi daerah,” pungkas Menteri Iftitah.

Berita Terkait

Senator Mirah: Kasus Keracunan MBG Sudah Terlalu Besar
AI Makin Canggih, Generasi Muda Diingatkan Tetap Berpijak pada Pancasila
Mendes Yandri Berdialog dengan Petani Kopi Desa Megamendung
Atasi Keterbatasan Akses Minyak Tanah, Kompor Biomassa Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Lokal, UMKM, dan Transmigran di Sorong
BNI Salurkan Masker hingga Obat-obatan bagi Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Papan Interaktif Digital Buka Jalan Pembelajaran Kreatif bagi Puluhan Guru di Jayapura
Dukung Penataan Anak Usaha BUMN, HKA dan TBKA Tandatangani Perjanjian Penggabungan Bersyarat
Mendes Yandri Dorong Hilirisasi Jeruk di Kabupaten Malang

Berita Terkait

Saturday, 12 September 2026 - 10:13 WIB

Senator Mirah: Kasus Keracunan MBG Sudah Terlalu Besar

Friday, 11 September 2026 - 18:58 WIB

AI Makin Canggih, Generasi Muda Diingatkan Tetap Berpijak pada Pancasila

Friday, 11 September 2026 - 18:48 WIB

Mendes Yandri Berdialog dengan Petani Kopi Desa Megamendung

Thursday, 10 September 2026 - 15:46 WIB

Atasi Keterbatasan Akses Minyak Tanah, Kompor Biomassa Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Lokal, UMKM, dan Transmigran di Sorong

Thursday, 10 September 2026 - 14:56 WIB

BNI Salurkan Masker hingga Obat-obatan bagi Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terbaru

foto ist

News

Pramono Buka Opsi CFD Jakarta Digelar Dua Kali Sepekan

Saturday, 12 Sep 2026 - 12:59 WIB

Berita Utama

Senator Mirah: Kasus Keracunan MBG Sudah Terlalu Besar

Saturday, 12 Sep 2026 - 10:13 WIB

Nasional

Cabeta Buka Jalan Usaha Baru bagi Petani Cabai di Prafi

Saturday, 12 Sep 2026 - 09:49 WIB