Mulai 10 juni 2026, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter

Wednesday, 10 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto ist

foto ist

daelpos.com – Kabar kurang menggembirakan kembali datang bagi masyarakat. PT Pertamina resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6).

Kenaikan harga tersebut langsung memicu keluhan dari berbagai kalangan masyarakat, terutama para pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga Pertamax (RON 92) yang sebelumnya dijual Rp12.300 per liter kini melonjak menjadi Rp16.250 per liter. Artinya, terjadi kenaikan sebesar Rp3.950 per liter.

Sementara itu, Pertamax Green (RON 95) juga ikut terkerek naik dan kini dipatok sebesar Rp17.000 per liter.

Lonjakan harga ini dinilai cukup signifikan dan berpotensi memberikan efek domino terhadap berbagai sektor, mulai dari biaya transportasi, distribusi barang, hingga harga kebutuhan pokok masyarakat.

Sejumlah pengendara mengaku kaget dengan kenaikan harga tersebut. Pasalnya, selisih harga yang cukup tinggi membuat pengeluaran bulanan mereka bertambah drastis.

“Kalau naiknya sedikit mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi ini hampir Rp4 ribu per liter. Sangat terasa buat kami yang tiap hari pakai kendaraan,” ujar Rudi, pengemudi ojek online di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (10/6).

Keluhan serupa juga datang dari kalangan pelaku usaha mikro dan UMKM. Mereka khawatir kenaikan harga BBM akan memaksa biaya operasional ikut naik sehingga margin keuntungan semakin menipis.

“Distribusi barang pasti naik. Kalau ongkos kirim naik, ujung-ujungnya harga barang juga ikut naik,” kata Yani, pemilik usaha katering rumahan di Bekasi.

Pengamat ekonomi menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi memang tidak bisa dilepaskan dari kondisi harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih berfluktuasi.

See also  PLN dan J&F S.A Brasil Teken MoU di Depan Dua Presiden, Sepakat Kembangkan PLTA di Indonesia

Selain itu, tekanan geopolitik global dan meningkatnya permintaan energi dunia juga turut memengaruhi biaya pengadaan BBM di dalam negeri.

Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah tetap hadir memberikan solusi agar daya beli warga tidak semakin tertekan. Terlebih dalam beberapa waktu terakhir, harga sejumlah kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan.

“Kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih. Kalau BBM naik tinggi seperti ini, tentu dampaknya luas,” ujar pengamat kebijakan publik, Arif Nugroho.

Di media sosial, kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green juga ramai diperbincangkan. Banyak warganet mengeluhkan biaya hidup yang dinilai semakin berat.

Sebagian pengguna kendaraan bahkan mulai mempertimbangkan untuk beralih ke BBM dengan oktan lebih rendah ataupun mengurangi penggunaan kendaraan pribadi demi menekan pengeluaran.

Hingga saat ini, pihak Pertamina belum memberikan penjelasan rinci terkait faktor utama kenaikan harga terbaru tersebut. Namun penyesuaian harga BBM nonsubsidi umumnya dilakukan mengikuti tren harga minyak mentah dunia dan kurs mata uang.

Dengan kenaikan terbaru ini, masyarakat kini dihadapkan pada tantangan baru dalam mengatur pengeluaran harian. Banyak pihak berharap pemerintah dan Pertamina dapat menjaga stabilitas harga energi agar tidak semakin membebani rakyat.

Berita Terkait

Menteri PU Bantu Penanganan Gedung Pemerintahan di Solok yang Rusak Akibat Banjir Bandang
Silaturahmi Alumni Sunan Drajat, Wamen Viva Yoga Ajak Alumni Santri Kembangkan Perekonomian di Kawasan Transmigrasi
Datang Malam-Malam ke Solok, Menteri Dody Cek Langsung Penanganan Pascabanjir
Menteri Dody Instruksikan Penanganan Cepat Kekeringan Dan Banjir Rob di Demak
Sumur Bor Ubah Rutinitas Warga Bowi Subur
Kementerian PU Percepat Penanganan Sungai Batang Baliang di Solok
Museum Bing Slamet Diresmikan, Warisan Maestro untuk Generasi Baru
Siswa dan Guru Bomberay Sulap Perpustakaan Jadi Ruang Baca Nyaman

Berita Terkait

Thursday, 1 October 2026 - 14:51 WIB

Menteri PU Bantu Penanganan Gedung Pemerintahan di Solok yang Rusak Akibat Banjir Bandang

Thursday, 1 October 2026 - 14:46 WIB

Silaturahmi Alumni Sunan Drajat, Wamen Viva Yoga Ajak Alumni Santri Kembangkan Perekonomian di Kawasan Transmigrasi

Wednesday, 30 September 2026 - 10:16 WIB

Datang Malam-Malam ke Solok, Menteri Dody Cek Langsung Penanganan Pascabanjir

Monday, 28 September 2026 - 12:56 WIB

Menteri Dody Instruksikan Penanganan Cepat Kekeringan Dan Banjir Rob di Demak

Monday, 28 September 2026 - 11:35 WIB

Sumur Bor Ubah Rutinitas Warga Bowi Subur

Berita Terbaru

Olahraga

Final Asian Games, Bintang/Sofyan Tantang Pasangan Tangguh Qatar

Thursday, 1 Oct 2026 - 16:06 WIB

Berita Utama

bank bjb Gandeng Kejati Banten Perkuat Tata Kelola dan Pemulihan Aset

Thursday, 1 Oct 2026 - 15:08 WIB

Hukum

OJK Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance

Thursday, 1 Oct 2026 - 15:02 WIB