Daya Tampung Hampir 10 Juta m3, Bendungan Meninting Perkuat Ketahanan Pangan dan Air di Lombok

Wednesday, 15 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Pasca diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (10/7), Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dioptimalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Selain difungsikan untuk mendukung swasembada pangan, Bendungan Meninting juga bermanfaat untuk penyediaan air baku, energi baru terbarukan, serta pengendalian banjir di Lombok Barat.

Menteri PU Dody hanggodo mengatakan, diresmikannya Bendungan Meninting merupakan salah satu langkah perwujudan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan air nasional.

“Arahan Bapak Presiden Prabowo melalui Asta Cita sangat jelas. Swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air yang memerlukan tata kelola air yang tertib, berkelanjutan, dan benar-benar mampu memberikan manfaat yang maksimal kepada petani dan rakyat Indonesia,” kata Menteri Dody.

Bendungan Meninting dibangun pada periode 2018-2025 dengan biaya sebesar Rp1,473 triliun. Bendungan ini memiliki tinggi 74 meter, kapasitas tampung sebesar 9,91 juta m3, serta luas genangan mencapai 46,16 ha.

“Alhamdulillah dengan adanya bendungan ini yang mampu menampung sampai dengan hampir 10 juta m3, air dapat dimanfaatkan sepanjang tahun. Dan sawah yang tadinya bergantung pada tadah hujan menjadi sawah yang bisa kita airi dari bendungan seluas 1.600 hektare dengan jaringan irigasi kurang lebih 26 km. Dulu sebelum ada Bendungan Meninting hanya bisa satu kali tanam, saat ini sudah bisa menjadi tiga kali musim tanam,” jelas Menteri Dody.

Selain itu, bendungan ini juga telah menyelesaikan konflik horizontal masyarakat Kabupaten Lombok Barat terkait air dengan menyediakan air baku sebesar 150 liter per detik.

“Khusus untuk Bendungan Meninting ini sendiri, bendungan ini telah bisa mengurangi konflik horizontal yang selama ini sebelum bendungan ini ada selalu terjadi antara para perani dari Lombok Barat khususnya karena mereka selalu berebut ait manakala musim tanam tiba,” kata Menteri Dody.

See also  Korlantas Ungkap Faktor Kecelakaan Beruntun di Km 92 Tol Cipularang

Sebagai infrastruktur multifungsi, Bendungan Meninting juga memiliki potensi pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 0,8 MW serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 9,23 MW. Di sisi lain, bendungan ini berperan dalam pengendalian banjir dengan kemampuan mereduksi genangan banjir hingga 59 ha.

Fathul Faizi, salah seorang petani dari Kabupaten Lombok Barat berterimakasih kepada Kementerian PU atas beroperasinya Bendungan Meninting.

“Sebelum adanya bendungan hasil panen belum berlimpah, tapi sejak adanya bendungan, hasil panen kita berlimpah. Dan sebelum bendungan ini dibangun, disini banjir terus-terusan. Tapi setelah adanya bendungan, banjir itu tidak pernah ada karena tertahannya air di bendungan. Alhamdulillah masyarakat disini sangat bersyukur dengan adanya bendungan terlebih petani,” tandasnya.(#PU608)

Berita Terkait

Gaji Rp3 Juta Tak Otomatis Masuk Desil 10
Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan ke 100 Pedagang Pasar Kramat Jati
DKI Tegur 23 Bangunan yang Belum Kantongi SLF
Ketimpangan Energi di Pulau-Pulau Terluar, DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan sebagai Terobosan Keadilan
Danantara Kebut Merger PP dan Adhi Karya Tahun Ini
BRIN: Tepung Singkong Untuk Padamkan Karhutla Masih Dikaji
Pimpin PBNU, LaNyalla Optimis Gus Kikin Mampu Penuhi Harapan Presiden
Dishub DKI Tegaskan Belum Ada Kenaikan Tarif Parkir di Jakarta

Berita Terkait

Wednesday, 2 September 2026 - 09:52 WIB

Gaji Rp3 Juta Tak Otomatis Masuk Desil 10

Tuesday, 1 September 2026 - 22:57 WIB

Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan ke 100 Pedagang Pasar Kramat Jati

Tuesday, 1 September 2026 - 22:40 WIB

DKI Tegur 23 Bangunan yang Belum Kantongi SLF

Tuesday, 1 September 2026 - 19:20 WIB

Ketimpangan Energi di Pulau-Pulau Terluar, DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan sebagai Terobosan Keadilan

Monday, 31 August 2026 - 17:04 WIB

Danantara Kebut Merger PP dan Adhi Karya Tahun Ini

Berita Terbaru

foto ist

News

Gaji Rp3 Juta Tak Otomatis Masuk Desil 10

Wednesday, 2 Sep 2026 - 09:52 WIB

Energy

Pertamax Green 95 Naik, Berlaku Mulai 2 September

Wednesday, 2 Sep 2026 - 09:13 WIB

Megapolitan

Kepulauan Seribu Pacu Inovasi Warga Jadi Penggerak Ekonomi

Wednesday, 2 Sep 2026 - 00:07 WIB