daelpos.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah anak. Komitmen itu ditegaskan saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Senin (20/7).
Pramono mengatakan, pembangunan Jakarta sebagai kota global harus dimulai dengan memastikan setiap anak tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka.
“Pemprov DKI Jakarta akan terus memastikan Jakarta benar-benar menjadi provinsi yang ramah anak. Sejak 2022, Jakarta secara konsisten meraih predikat Provinsi Layak Anak,” ujar Pramono.
Ia juga mengapresiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), serta seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan peringatan HAN tahun ini.
Mengusung tema “Lindungi dan Wujudkan Generasi Tangguh Berdaya”, peringatan HAN diisi berbagai permainan tradisional dan lomba yang mengajak anak-anak belajar sambil bermain. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai kejujuran, sportivitas, gotong royong, kreativitas, hingga semangat bangkit setelah mengalami kegagalan.
Suasana semakin hangat ketika Pramono berinteraksi langsung dengan anak-anak. Ia berbincang mengenai cita-cita, hobi, hingga sepak bola. Bahkan, seorang anak penyandang disabilitas diberi kesempatan menyanyikan lagu di hadapan peserta sebagai bentuk dukungan terhadap ruang berekspresi yang setara bagi seluruh anak.
“Menjadi anak-anak itu tugasnya jangan terlalu banyak. Harus punya ruang untuk bermain dan mengekspresikan apa yang menjadi keinginannya,” kata Pramono.
Sebagai bentuk keberpihakan terhadap anak, Pemprov DKI terus memperkuat berbagai program, mulai dari penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Program Pemutihan Ijazah, Wajib Belajar 13 Tahun, Sekolah Swasta Gratis di 103 sekolah, pembangunan 324 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), hingga penyediaan layanan day care dan Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak yang beroperasi 24 jam.
Pramono pun mendorong anak-anak Jakarta memanfaatkan berbagai fasilitas pendidikan yang telah disiapkan pemerintah.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Pemprov DKI Jakarta membuka kesempatan seluas-luasnya melalui berbagai program bantuan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memastikan setiap anak memperoleh perlindungan dan kesempatan mengembangkan potensinya.
“Melalui semangat ‘Lindungi dan Wujudkan Generasi Tangguh dan Berdaya’, kita harus menghadirkan ruang yang membuat anak merasa terlindungi, didengar, serta memiliki kesempatan mengembangkan potensi terbaiknya,” kata Dwi.
Menurutnya, Pemprov DKI akan terus memperkuat berbagai upaya untuk mewujudkan Jakarta sebagai Kota Layak Anak melalui penyediaan ruang yang aman, inklusif, dan ramah anak.
Apresiasi juga datang dari Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto. Ia menilai berbagai kebijakan Pemprov DKI telah menunjukkan keberpihakan nyata terhadap kepentingan terbaik anak.
“Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemprov DKI Jakarta karena berbagai kebijakannya benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik anak,” ujar Kak Seto.
Ia juga mengusulkan pembentukan Seksi Perlindungan Anak (SPARTA) di seluruh rukun tetangga (RT) di Jakarta untuk memperkuat pencegahan kekerasan terhadap anak dari lingkungan terdekat.
Pada kesempatan tersebut, LPAI menganugerahkan penghargaan Gubernur Sahabat Anak kepada Gubernur Pramono Anung sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam memenuhi hak dan perlindungan anak.
Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional juga dilengkapi dengan layanan konsultasi keluarga melalui Mobil Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA). Layanan ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat memperoleh pendampingan sekaligus memperkuat perlindungan bagi perempuan dan anak di Jakarta.








