269 Siswa di Pati Keracunan MBG, Pemkab Tetapkan KLB

Friday, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi / foo ist

ilustrasi / foo ist

daelpos.com – Sebanyak 269 siswa di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi korban dugaan keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati hingga Kamis (10/9) pukul 13.00 WIB, ratusan siswa tersebut berasal dari tiga sekolah, yakni SMPN 1 Gembong, MTsN 3 Pati, dan MTs Mambaul Ulum.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati yang juga Ketua Satgas Percepatan MBG Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan kejadian tersebut ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Risma menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua siswa dan masyarakat Kabupaten Pati atas kejadian tersebut.

“Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Pati,” kata Chandra dalam keterangannya, Kamis (10/9).

Ia menegaskan, keselamatan para siswa menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Penanganan dilakukan melalui koordinasi antara Dinkes, rumah sakit, pihak sekolah, hingga SPPG/BGN.

Pemkab Pati juga memastikan proses investigasi terus dikawal untuk mengungkap penyebab kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” tegas Chandra.

Sebagai langkah penanganan, SPPG Gembong 1 yang mengelola program MBG di wilayah tersebut ditutup sementara.

Pemkab Pati juga telah mengirimkan sampel makanan ke Laboratorium Dinkes Provinsi Jawa Tengah untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu satu hingga dua pekan.

Dari total 269 korban, sebanyak 210 orang menjalani rawat jalan, sementara 59 lainnya harus menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit.

See also  Gaji Rp3 Juta Tak Otomatis Masuk Desil 10

Rinciannya, 24 korban dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati, 13 korban di RS Mitra Bangsa, 20 korban di RS KSH, dan dua korban lainnya menjalani perawatan di Fastabiq Sehat.

Pemkab Pati memastikan seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung pemerintah daerah, sembari menunggu hasil investigasi untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Berita Terkait

OJK Bersih-Bersih Pasar Modal, Sejumlah Pelaku Dijatuhi Sanksi
KJP Plus dan KJMU Tahap II Mulai Dicairkan Bertahap
BNI Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan Telepon Bermodus Kepanikan
Hujan Lebat Picu Longsor dan Lahar Dingin, Kementerian PU Perkuat Penanganan Darurat di Jatim–Bali
Mendes Komitmen Selesaikan Akar Masalah Stunting dari Hulu ke Hilir
Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia
Bank Mandiri Perluas Akses Investasi Emas di Bogor melalui Layanan Terintegrasi Livin’ by Mandiri
Kementerian PU Tangani Longsor di Ruas Takengon–Isaq, Akses Kendaraan Mulai Kembali Normal

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 13:13 WIB

OJK Bersih-Bersih Pasar Modal, Sejumlah Pelaku Dijatuhi Sanksi

Wednesday, 4 November 2026 - 13:03 WIB

KJP Plus dan KJMU Tahap II Mulai Dicairkan Bertahap

Wednesday, 4 November 2026 - 09:15 WIB

BNI Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan Telepon Bermodus Kepanikan

Wednesday, 4 November 2026 - 00:27 WIB

Hujan Lebat Picu Longsor dan Lahar Dingin, Kementerian PU Perkuat Penanganan Darurat di Jatim–Bali

Wednesday, 4 November 2026 - 00:24 WIB

Mendes Komitmen Selesaikan Akar Masalah Stunting dari Hulu ke Hilir

Berita Terbaru