Survei: Penanganan Corona oleh Provinsi Lebih Baik dari Pusat

Tuesday, 19 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Meski tak bagus-bagus amat, kinerja pemerintah provinsi dalam menangani pandemi Virus Corona dianggap sedikit lebih baik dari pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota.

Hal itu berdasarkan hasil survei Roda Tiga Konsultan (RTK) melalui telpon pada 7 hingga 17 Mei. RTK mengambil responden secara stratified random sampling sebanyak 1.200 responden dengan margin of error 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Direktur Eksekutif RTK Kahfi Siregar mengatakan pihaknya menanyakan perihal penilaian terhadap tiga lapisan pemerintahan, yakni pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, dalam menangani Covid-19. Hasilnya, tidak istimewa.

Menurutnya, dari tiga lapisan pemerintahan tersebut, kinerja pemerintah pusat dianggap relatif paling rendah dengan nilai rata-rata 6,78 dalam skala 0 hingga 10, menyusul pemerintah provinsi yang memperoleh nilai rata-rata 7,05, serta pemerintah kabupaten/kota dengan nilai rata-rata 6,99.

“Kinerja pemerintah pusat dianggap paling rendah dibanding pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Di antara ketiganya, pemerintah provinsi dianggap mempunyai kinerja yang relatif lebih baik,” kata Kahfi, dalam keterangannya, Selasa (19/5).

“Dalam hal ini, pemerintah provinsi dianggap mempunyai kinerja yang relatif lebih baik,” kata Kahfi.

Senada, kepuasan terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo dalam menangani Covid-19 pun terbilang sedang-sedang saja, yakni rata-rata 7,09.

“Kepuasan terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo dalam menangani Covid-19 tampaknya sejalan dengan penilaian kinerja pemerintah, yaitu sedang-sedang saja,” ujarnya.

Sebelumnya, hasil survei Center For Social Political Economic and Law (CESPELS) pada 21 April hingga 3 Mei menyatakan sebanyak 45 persen responden menilai pemerintah lamban mengatasi penyebaran Virus Corona.

Sebanyak 29,6 responden menilai biasa saja dan 25,4 persen responden menyatakan pemerintah telah cepat mengatasi pandemi tersebut.

Survei Median, pada 6-13 April, menyebut 52,4 persen warga puas dan 40,1 persen publik tidak puas terhadap penanganan pemerintah pusat atas Virus Corona.

See also  Pramono Siap Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan di Pemprov DKI

Survei SMRC, pada 9-12 April, menyebutkan 52 persen menganggap pemerintah pusat cepat menangani wabah Virus Corona, sementara 41 persen menganggap lambat.

Sejumlah pemprov dan pemkab/pemkot diketahui sempat memiliki kebijakan yang berbeda atau mengusulkan hal yang belum dilakukan pemerintah pusat terkait penanganan Corona. Misalnya, soal pelarangan transportasi massal, pengaturan data bantuan sosial (bansos), hingga lockdown.

Sementara, pemerintah pusat banyak dikritik soal inkonsistensi kebijakan dan pernyataannya terkait penanganan Corona. []

Berita Terkait

PPPA DKI Hadirkan “Ruang Kolaborasi”, Perkuat Layanan Korban Kekerasan
Kemenkeu Bidik Pemilik Rumah Kontrakan, Cuan Sewa Terpantau
Gedung Abdul Muis Terbakar, Data Pajak DKI Aman
Cegah Stunting, Kepulauan Seribu Ajak Calon Pengantin Siapkan Kesehatan Sejak Dini
Tiga Dokumen Langsung Terima Lewat Simpatik Dukcapil
Perkuat Ketahanan Keluarga, Sudin PPAPP Jakbar Jemput Bola Lewat Sosialisasi Satyagatra
LapakMain Corner, Ruang Aman Anak Jakarta di Era Digital
Kolaborasi UKPD Perkuat Jakpreneur, UMKM Kepulauan Seribu Naik Kelas

Berita Terkait

Thursday, 13 August 2026 - 18:38 WIB

PPPA DKI Hadirkan “Ruang Kolaborasi”, Perkuat Layanan Korban Kekerasan

Monday, 10 August 2026 - 10:23 WIB

Kemenkeu Bidik Pemilik Rumah Kontrakan, Cuan Sewa Terpantau

Saturday, 8 August 2026 - 18:28 WIB

Gedung Abdul Muis Terbakar, Data Pajak DKI Aman

Saturday, 8 August 2026 - 00:01 WIB

Cegah Stunting, Kepulauan Seribu Ajak Calon Pengantin Siapkan Kesehatan Sejak Dini

Friday, 7 August 2026 - 15:48 WIB

Tiga Dokumen Langsung Terima Lewat Simpatik Dukcapil

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional

Friday, 14 Aug 2026 - 17:34 WIB