Pilkada 2020, Dukung Calon Berintegritas dan Lawan KKN

Wednesday, 11 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oleh @mardanialisera

DAELPOS.com – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mardani Ali Sera, menjelang Pilkada 2020 pada 9 Desember mendatang, sebagai warga negara yang baik kita perlu ikut mensukseskannya. Saatnya masyarakat membuat pilihan, mari dukung calon yang berintegritas dan lawan praktik Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN)

Sebelumnya ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar menghasilkan calon yang berintegritas.
Pertama, fokus pada hulu, yakni bagaimana memastikan proses pemilihan pejabat publik telah melalui proses demokrasi yang berintegritas.
Kedua, fokus pada potensi munculnya jual beli kekuasaan dan terakhir merancang strategi pemberdayaan masyarakat.

Ada beberapa kriteria yang bisa publik lakukan untuk ‘menyaring’ calon seperti mengecek rekam jejaknya, mulai dari profilnya hingga kasus hukum. Kemudian, jangan pilih calon yang menawarkan uang, karena masa depan daerah kita hanya bisa dijawab dengan program-program yang tepat sasaran, bukan dengan politik uang.

Praktik politik uang pada masa kampanye sampai dengan masa tenang akan senantiasa dilakukan calon kepala daerah untuk meraup suara. Jangan gadaikan masa depan daerah hanya untuk kesenangan sesaat. Insyaallah masyarakat sekarang sudah cerdas, informasi sudah terbuka lebar.

Kemudian publik juga bisa melihat siapa paslon yang tidak transparan dalam mengelola dana kampanye. Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) bisa menjadi tolak ukur. Mengingat transparansi penting untuk menjamin persaingan yang setara antar peserta Pemilu sekaligus mengawasi jika ada dana yang bersumber dari tindak pencucian uang dan juga korupsi

Aspek pengawasan jadi hal penting untuk mewujudkannya. PR tidak hanya pada penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu), tapi partisipasi masyarakat ikut menjadi faktor yang menentukan. Dalam hal ini publik perlu ambil bagian agar iklim demokrasi yang jauh lebih baik dapat terwujud.

See also  Ace Hasan: Alumni Pesantren Harus Punya Kepercayaan Diri

Terakhir, fenomena politik dinasti yang terjadi dalam Pilkada kali ini merupakan contoh yang tidak sehat bagi demokrasi. Ini justru tidak mendukung Indonesia yang memang merit system yang berbasis kekuatan dari bawah. Kita harus melawan politik dinasti.

Berita Terkait

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru
Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara
HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Prabowo-Jokowi-SBY Hadir
HUT ke-81 TNI, Kemhan Komitmen Perkuat Pertahanan Nasional
HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim
Rocky Gerung Masuk Wantimpres, Prabowo Tekankan Posisi Etis
bank bjb Gandeng Kejati Banten Perkuat Tata Kelola dan Pemulihan Aset

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 13:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru

Monday, 5 October 2026 - 13:28 WIB

Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara

Monday, 5 October 2026 - 13:14 WIB

HUT ke-81 TNI, Kemhan Komitmen Perkuat Pertahanan Nasional

Saturday, 3 October 2026 - 18:52 WIB

HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun

Saturday, 3 October 2026 - 17:09 WIB

Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim

Berita Terbaru