Jokowi Gak Mau Duluan, HNW Usul Luhut dan Terawan Suntik Duluan Vaksin Corona

Monday, 14 December 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid / Ist

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid / Ist



DAELPOS.com – Anggota DPR RI Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid atau HNW angkat bicara mengenai siapa orang pertama yang harus disuntik vaksin Covid-19 lebih dulu.

Wakil Ketua MPR RI itu berharap jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19.

Namun, jika presiden tak mau, HNW mengusulkan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang lebih dulu divaksin.

Hal itu disampaikan oleh HNW melalui akun Twitter miliknya @hnurwahid.

Selain mengusulkan Luhut, HNW juga mengusulkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Menteri BUMN Erick Thohir yang lebih dulu divaksin.

“Seandainya (Jokowi) benar enggak mau, beliau bisa perintahkan agar Menko Marves/ Menkes/ Menteri BUMN yang duluan disuntik vaksin Covid-19,” kata HNW seperti dikutip pada Minggu (13/12/2020).

Dalam cuitannya, HNW mengomentari pemberitaan salah satu media online yang menyebutkan bahwa Jokowi enggan menjadi orang pertama yang divaksin Covid-19.

Ia sangat menyayangkan keputusan Jokowi tersebut. Sebab, rakyat berharap mendapatkan keteladanan dari Jokowi.

“Kalau Presiden @jokowi tidak mau disuntik duluan vaksin Covid-19, tentu disayangkan. Rakyat berharap dapat keteladanan dan kepastian soal vaksin Covid-19 ini,” tuturnya.

Description: HNW usul Luhut dan Terawan lebih dulu suntik Covid-19 (Twitter/hnurwahid)

“Jokowi Mau Suntik Bersama Rakyat”

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku, ada pihak-pihak yang menginginkan agar Presiden Jokowi lebih dulu disuntik.

“Ada yang bilang nanti bisa sakit, presidennya dulu disuntik,” kata Luhut dalam webinar, Sabtu (12/12/2020).

Menanggapi banyaknya permintaan tersebut, Luhut menegaskan Jokowi menginginkan agar bisa disuntik bersama-sama dengan rakyat.

“Presiden kemarin bilang ‘Saya nanti disuntik ramai-ramai saja dengan rakyat’. Jadi kelihatan, jangan berburuk sangka. Pemerintah memberikan yang terbaik kepada rakyatnya,” ungkap Luhut.

Luhut menjelaskan, Jokowi bisa saja disuntuk vaksin Covid-19 hari ini juga. Namun, sikap tersebut dikhawatirkan menimbulkan opini negatif.

See also  Anak-anak Revolusi

“Kalau presiden mau disuntik duluan hari ini juga bisa. Tapi presiden enggak mau nanti dibilang mau presiden sendiri duluan atay melanggar aturan. Semua ingin secara tertib dibuat dalam aturan,” tuturnya. (*)

Berita Terkait

Dari Dunia Silat ke Kursi Direktur, Riska Findiana Jadi Inspirasi Anak Muda Bali
36 Tahun Adnan Husein: Dari Atlet Voli BBD hingga Purna Tugas di Puncak Mandiri
Ajang PLN Journalist Awards 2025 Dibuka, Apresiasi untuk Pewarta Penggerak Literasi Energi Nasional
Pohon Ajaib di Bali Berbisik di Malam Hari: “Bayan Tree Night Journey” Tawarkan Pengalaman Spiritual yang Tak Terlupakan
Bandung Lautan Palestina, Ribuan Massa Tuntut Hentikan Genosida
Cuan Penjual Kue Kering Jelang Lebaran
Jasa marga: Arus Mudik One Way KM 70 s.d KM 188
Indonesia Harus Tampil sebagai Negara Tengah Berkualitas di Forum Global

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 21:14 WIB

Dari Dunia Silat ke Kursi Direktur, Riska Findiana Jadi Inspirasi Anak Muda Bali

Monday, 6 October 2025 - 09:52 WIB

36 Tahun Adnan Husein: Dari Atlet Voli BBD hingga Purna Tugas di Puncak Mandiri

Wednesday, 1 October 2025 - 18:46 WIB

Ajang PLN Journalist Awards 2025 Dibuka, Apresiasi untuk Pewarta Penggerak Literasi Energi Nasional

Friday, 9 May 2025 - 20:19 WIB

Pohon Ajaib di Bali Berbisik di Malam Hari: “Bayan Tree Night Journey” Tawarkan Pengalaman Spiritual yang Tak Terlupakan

Sunday, 20 April 2025 - 19:33 WIB

Bandung Lautan Palestina, Ribuan Massa Tuntut Hentikan Genosida

Berita Terbaru

foto ist

Energy

Harga Minyak Turun, Pertamina Siap Turunkan BBM Bertahap

Saturday, 27 Jun 2026 - 12:14 WIB

ilustrasi / foto ist

News

Ganjil Genap Gerbang Tol Tetap Mengacu Aturan Lama

Saturday, 27 Jun 2026 - 10:41 WIB

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta yang juga aktivis perempuan Fahira Idris / foto ist

News

Kasus Penyekapan Bandung, Fahira Sampaikan Tujuh Desakan

Saturday, 27 Jun 2026 - 10:29 WIB