Bank Indonesia Bakal Kawal Kebijakan Suku Bunga

Friday, 6 August 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Bank Indonesia (BI) bakal mempertahankan kebijakan suku bunga rendah. Itu dilakukan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Maklum, inflasi Indonesia cenderung rendah. ”Suku bunga, kebijakan likuiditas super longgar akan kami pertahankan,” tutur Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Jumat (6/8).

Karena itu, bank sentral perlu mempertahankan suku bunga rendah agar pertumbuhan ekonomi bisa terus melaju di zona positif. Tahun depan, juga masih mempertahankan kebijakan cenderung pro growth. Artinya, kebijakan suku bunga rendah kemungkinan dipertahankan sampai 2022. ”Kami perlu mendorong pemulihan ekonomi, sehingga kebijakan BI lebih cenderung pro growth,” imbuh Perry.

Namun, BI akan terus mengamati perkembangan data ekonomi ke depan. Terkhusus pergerakan inflasi. ”Kami akan menakar kenaikan inflasi. Tentu secara bertahap mengurangi sedikit likuiditas super melimpah,” ucap Perry.

Sementara Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kalau suku bunga kembali turun, dan bunga deposito perbankan turun lagi, orang kaya akan terdorong untuk belanja. ”Orang-orang kaya yang enggan belanja karena menikmati bunga besar, ketika bunga turun lagi, mungkin akan berbelanja,” tegas Purbaya.

Belanja orang kaya akan mendorong konsumsi dan pertumbuhan ekonomi domestik. Pasalnya, masyarakat kelas menengah, dan menengah bawah juga akan mendapat dampak dari aktivitas belanja orang kaya. Dengan begitu, ekonomi bergerak. (*)

See also  Pandemi Global Mulai Menurun, Permintaan Energi Melonjak

Berita Terkait

Menteri Rosan: Kolaborasi Riset dan Industri Jadi Kunci Hilirisasi Bernilai Tambah
Danantara Resmi Satukan Hotel-Hotel BUMN
OJK Terbitkan POJK Financial Influencer, Perkuat Perlindungan Konsumen
Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung
Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram
BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo
Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit
BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis

Berita Terkait

Sunday, 28 June 2026 - 21:19 WIB

Menteri Rosan: Kolaborasi Riset dan Industri Jadi Kunci Hilirisasi Bernilai Tambah

Sunday, 28 June 2026 - 16:40 WIB

Danantara Resmi Satukan Hotel-Hotel BUMN

Wednesday, 24 June 2026 - 18:23 WIB

OJK Terbitkan POJK Financial Influencer, Perkuat Perlindungan Konsumen

Wednesday, 10 June 2026 - 14:25 WIB

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung

Thursday, 28 May 2026 - 14:43 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram

Berita Terbaru

Berita Utama

DPD RI Dorong Revisi UU Perindustrian

Monday, 29 Jun 2026 - 16:10 WIB

Olahraga

Timnas Voli Indonesia Juara AVC Cup 2026

Monday, 29 Jun 2026 - 13:25 WIB

Ket : Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga; Manajemen PT DAM; dan Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi

Berita Terbaru

Hutama Karya Dampingi Kunjungan Dewan Komisaris Danantara Di Proyek IKN

Monday, 29 Jun 2026 - 13:12 WIB