Golkar: Sisa Anggaran untuk Pembiayaan Kereta Cepat Sesuai Prosedur

Thursday, 11 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Anggota Komisi XI DPR RI yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) DEPINAS SOKSI, Mukhamad Misbakhun meminta penggunaan sisa anggaran untuk pembiayaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dalam bentuk Penyertaan Modal negara (PMN) harus ikuti prosedur, yaitu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003. 

Menurut UU tersebut, jelas Misbakhun, penggunaan sisa anggaran harus sampai pada ketentuan tanggal tutup buku, yaitu pada 31 Desember, sedangkan saat ini masih dalam periodisasi APBN berjalan.

“APBN belum ditutup, kok sudah ada sisa anggaran lebih yang diagendakan? Dan secara etika (penggunaan sisa anggaran untuk PMN) ini kan tidak boleh, karena sisa anggaran lebih itu kan ditutup 31 Desember. Juga tidak boleh ada rencana apapun sampai itu kemudian terjadi penutupan anggaran,” tegas Misbakhun, dikutip Rabu (10/11/2021).

Menurut politisi Fraksi Partai Golkar ini, sisa anggaran untuk keperluan apapun tidak boleh digunakan sampai ada keputusan politik apapun. Keputusan politik tersebut, menurut UU, harus membutuhkan persetujuan dari DPR, tidak bisa sepihak dari pemerintah.

“Kita mengerti keinginan pemerintah untuk itu, tapi kan merencanakannya harus sesuai aturan. Anggaran lebihnya ada kalau APBN-nya (sudah) tutup buku,” tegas Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini.

Diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, menjelaskan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) sebagai pimpinan Konsorsium BUMN untuk proyek kereta cepat, mendapatkan suntikan PMN tambahan sebesar Rp6,9 triliun pada tahun 2021.

Anggaran tambahan PMN yang diambil dari pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) ini sebagai kelanjutan penyelesaian dua proyek infrastruktur, yaitu LRT Jabodebek untuk kebutuhan cost overrun sebesar Rp2,6 triliun dan KCJB untuk kebutuhan base equity sebesar Rp4,3 triliun.

See also  Jelang HPN 2022 Bamsoet Dorong Penegakan Kedaulatan Digital di Indonesia

Berita Terkait

Anggota DPR RI Yulian Gunhar Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Palembang, Tekankan Semangat Persatuan dan Gotong Royong
Prabowo Terima Megawati di Istana, Silaturahmi Hangat Jelang Lebaran
Yulian Gunhar Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di Kemuning, Angkat Tema “Bersatu demi Kemajuan Bangsa”
BKSAP DPR RI Apresiasi Pernyataan Pers Tahunan Menlu, Siap Perkuat Sinergi
Ketum Hanura OSO Resmikan Kantor Baru DPP di Proklamasi
Viva Yoga: PAN Selalu Hadir di Tengah Masyarakat
Gunhar Gelar Optimalisasi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Banyuasin
Yulian Gunhar Tekankan Semangat Persatuan dalam Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Palembang

Berita Terkait

Thursday, 2 April 2026 - 07:18 WIB

Anggota DPR RI Yulian Gunhar Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Palembang, Tekankan Semangat Persatuan dan Gotong Royong

Friday, 20 March 2026 - 14:02 WIB

Prabowo Terima Megawati di Istana, Silaturahmi Hangat Jelang Lebaran

Monday, 9 February 2026 - 16:54 WIB

Yulian Gunhar Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di Kemuning, Angkat Tema “Bersatu demi Kemajuan Bangsa”

Wednesday, 14 January 2026 - 18:12 WIB

BKSAP DPR RI Apresiasi Pernyataan Pers Tahunan Menlu, Siap Perkuat Sinergi

Friday, 9 January 2026 - 09:23 WIB

Ketum Hanura OSO Resmikan Kantor Baru DPP di Proklamasi

Berita Terbaru

Megapolitan

CFD Perdana Rasuna Said Diserbu Warga

Sunday, 10 May 2026 - 13:37 WIB