10.000 Mangrove Nusantara Regas Untuk Pelestarian Lingkungan Pulau Untung Jawa

Sunday, 26 February 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) menjadi komitmen PT Nusantara Regas (NR) dalam setiap menjalankan aksi korporasinya. Selasa (21/02), Perwira Nusantara Regas memulai kegiatan penanaman 10.000 bibit mangrove/bakau di bibit pantai Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.  Ini merupakan aksi nyata dalam upaya berkelanjutan NR dalam menjaga lingkungan. 

Penanaman mangrove dilakukan oleh Nusantara Regas bersama perwakilan Pemerintah Daerah setempat, Kelompok Pemuda Sadar Wisata Pulau Untung Jawa serta perwakilan warga. Diharapkan penanaman 10.000 mangrove ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan seperti pengurangan abrasi, menyerap polusi udara dan menciptakan keanekaragaman hayati habitat hewan laut kecil. “”Ini adalah komitmen yang berkesinambungan CSR Nusantara Regas untuk kelestarian lingkungan hidup khususnya di wilayah terkedekat dengan area operasi,” tutur Kepala Departemen HSSE Nusantara Regas, Erwin Jonathan. Erwin menambahkan bahwa kegiatan ini juga bagian dari rangkaian acara bulan K3 yang diperingati dari bulan Januari hingga Februari ini. 

Nusantara Regas saat ini telah menanam hingga 160.000 mangrove di wilayah operasi perusahaan. “Kami prinsipnya mendukung kemajuan masyarakat khususnya di sekitar wilayah operasi. Semoga mangrove yang ditanam ini tumbuh berkembang sehingga selain kelestarian lingkungan juga memberikan nilai tambah ekonomi di bidang wisata,” tambah Sekretaris Perusahaan NR, Ratna Dumila. 

Untuk mempertahankan agar tanaman mangrove bisa bertumbuh, NR menggandeng Kelompok Pemuda Sadar Wisata untuk menjaga dan merawat tanaman tersebut. Tanaman mangrove mampu meredam dan menurunkan abrasi laut dan juga magnitude bencana gelombang tsunami. 

Selain itu berdasarkan beberapa penelitian, perkiraan rata-rata kemampuan mangrove untuk menyerap karbon adalah sekitar 0,5-2,0 ton karbon per hektar per tahun. Namun, angka ini dapat berbeda-beda tergantung pada jenis mangrove, kondisi lingkungan, dan faktor lainnya.

See also  IIMS 2024 Dibuka Hari Ini, PLN Perkuat Dukungan Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

Jika diasumsikan bahwa 10.000 tanaman mangrove tersebut ditanam di lahan seluas 1 hektar maka total karbon yang dapat diturunkan dalam satu tahun adalah sekitar 10 ton karbon. Upaya ini sejalan dengan target Pemerintah yang mencanangkan Indonesia mampu Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.**

Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram
BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo
Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit
BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis
Menkeu: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Triwulan I-2026
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan
JTTS Hidupkan Ratusan UMKM, Hutama Karya Sulap Rest Area Jadi Motor Ekonomi Lokal
Epson Asia Tenggara membuka pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026

Berita Terkait

Thursday, 28 May 2026 - 14:43 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram

Tuesday, 26 May 2026 - 23:17 WIB

BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo

Monday, 25 May 2026 - 17:32 WIB

Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit

Saturday, 23 May 2026 - 22:26 WIB

BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis

Tuesday, 12 May 2026 - 18:19 WIB

Menkeu: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Triwulan I-2026

Berita Terbaru

Berita Utama

Dari London hingga Papua, Mereka Datang untuk Membangun Indonesia

Tuesday, 9 Jun 2026 - 00:31 WIB

Berita Utama

Pemerintah dan DPR Sepakat ASN Disesuaikan Kemampuan Fiskal Daerah

Tuesday, 9 Jun 2026 - 00:29 WIB

foto ist

News

Shin Tae-yong Resmi Latih Persija

Monday, 8 Jun 2026 - 17:02 WIB

ilustrasi / foto ist

Megapolitan

Dolar Tembus Rp18.000, Omzet Warteg Anjlok hingga 50 Persen

Monday, 8 Jun 2026 - 16:57 WIB