Menteri Basuki Apresiasi 65 Tahun Kerjasama Indonesia-Jepang Bidang Infrastruktur

Wednesday, 15 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengapresiasi hubungan diplomatik Indonesia-Jepang yang sudah terjalin selama 65 tahun. Menteri Basuki berharap kerjasama yang sudah terjalin semakin kuat dan terus berlanjut, khususnya di bidang infrastruktur.

“Kerja sama Indonesia-Jepang di bidang infrastruktur PUPR dimulai dengan pembangunan Bendungan Multifungsi Karangkates tahun 1968, kemudian diikuti pengembangan Irigasi Komering di 1982,” kata Menteri Basuki dalam Simposium bertajuk “Next Generation Leaders – Connecting Indonesia-Japan” untuk merayakan 65 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang, Rabu (15/11/2023).

Ditambahkan Menteri Basuki, kerja sama Indonesia-Jepang berikutnya di bidang infrastruktur adalah pengelolaan wilayah Sungai Brantas dari 1961 hingga 2002 yang berperan penting dalam mengurangi banjir di Kota Surabaya dan sekitarnya.

“Kerja sama Indonesia-Jepang juga berjalan dalam penanggulangan bencana erupsi gunung api lewat teknologi Sabo untuk mengantisipasi aliran debris dan pengendalian sedimen dalam suatu bentang alam, khususnya sungai. Kerjasama ini lebih dari sekedar kerjasama teknis, tapi merupakan bukti betapa kuatnya kerja sama Indonesia-Jepang,” kata Menteri Basuki.

Untuk itu Menteri Basuki mengungkapkan telah menyampaikan usulan kepada Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) Jepang dan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk melakukan peremajaan/revitalisasi Balai Teknik Sabo yang sempat dikunjungi Yang Mulia Kaisar Jepang Naruhito pada 21 Juni 2023 lalu.

Balai Teknik Sabo adalah balai di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR yang bertugas melaksanakan pengembangan, perekayasaan, dan pelaksanaan pelayanan teknis pengujian, pengkajian, inspeksi dan sertifikasi di bidang sabo. Balai Teknik Sabo juga memiliki vertical sabo training center untuk melakukan pelatihan bidang sabo. Pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh engineer Indonesia saja tapi juga dari India, Pakistan, Bangladesh, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Papua Nugini.

See also  Mardani Kritisi Penyaluran BLT Melibatkan Transportasi Daring

Dikatakan Menteri Basuki, sejak tahun 1970 tercatat lebih dari 350 pakar teknologi Sabo dari Jepang dikirim ke Indonesia untuk membangun Sabo. “Lewat kerja sama ini, Indonesia telah mengirim lebih dari 100 orang insinyur untuk mempelajari teknologi Sabo di Jepang dan sebanyak 277 Sabo Dam dibangun di Indonesia,” ujarnya.

Selain kerja sama dalam teknologi Sabo, Menteri Basuki mengatakan, saat ini Pemerintah Jepang melalui JICA juga berpartisipasi dalam pendampingan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menjamin kualitas pembangunan. “Seperti kita ketahui, Jepang dikenal dengan keakuratan dan kerapihan dalam bekerja hingga tingkat yang sangat detail,” ujarnya.

Chief Representative JICA Indonesia Office Yasui Takehiro mengatakan, pertemuan ini adalah momen yang sangat baik untuk mendiskusikan pengembangan kerja sama Jepang dan Indonesia di berbagai bidang ke depannya, antara lain di bidang jalan dan jembatan, sumberdaya air, air dan sanitasi, energi terbarukan, hingga kesehatan.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Bob Arthur Lombogia, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, dan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan Maulidya Indah Junica. (*)

Berita Terkait

Tinjau Jembatan Pantai Dona di Aceh Tenggara, Menteri Dody Beri Solusi Bangun Sabo Dam di Kawasan Hulu Sungai Alas
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
Gerak Cepat Kementerian PU Tangani Sungai Muara Pisang Pascabanjir
Bersama Kementerian PU, Hutama Karya Perkuat dan Percepat Dukungan Pemulihan Pascabencana di Aceh
Tol Kutepat Segmen Sinaksak–Simpang Panei Catat 88.867 Kendaraan saat Fungsional Nataru 2025/2026
Kementerian PU Bersihkan 52 Fasilitas Umum di Aceh Tamiang
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok untuk 84 KK Tuntas 10 Januari 2026
Kementerian PU Siagakan 1.709 Alat Berat untuk Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Berita Terkait

Tuesday, 13 January 2026 - 19:09 WIB

Tinjau Jembatan Pantai Dona di Aceh Tenggara, Menteri Dody Beri Solusi Bangun Sabo Dam di Kawasan Hulu Sungai Alas

Saturday, 10 January 2026 - 01:55 WIB

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

Friday, 9 January 2026 - 09:07 WIB

Gerak Cepat Kementerian PU Tangani Sungai Muara Pisang Pascabanjir

Thursday, 8 January 2026 - 10:09 WIB

Bersama Kementerian PU, Hutama Karya Perkuat dan Percepat Dukungan Pemulihan Pascabencana di Aceh

Wednesday, 7 January 2026 - 20:47 WIB

Tol Kutepat Segmen Sinaksak–Simpang Panei Catat 88.867 Kendaraan saat Fungsional Nataru 2025/2026

Berita Terbaru