Manajemen Koperasi, Manejemen Berbasis Nilai

Sunday, 5 January 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Manajemen secara umum itu sifatnya netral. Bicara tentang perencanaan, pengorganisasian, kontrol, evaluasi dan sebagainya. Tapi, begitu manajemen itu diperlakukan bagi koperasi tentu menjadi berbeda karena aspek koperasi yang syarat akan nilai-nilai. Inilah yang membedakan koperasi dan korporasi kapitalis.

Koperasi sebagai organisasi tidaklah bebas nilai. Koperasi mengakui nilai-nilai keadilan, demokrasi, persamaan, solidaritas, kebebasan, kemandirian, kebersamaan, serta nilai etis seperti kejujuran, kepedulian, dan lain sebagainya musti dapat dihadirkan dalam praktek perkoperasian.

Praktek nilai koperasi itu butuh orang koperasi. Koperasi tidak bisa berjalan tanpa orang koperasi. Orang-orang yang secara sadar mengakui nilai-nilai tersebut dibatas serta berkomitmen untuk merealisasikanya dalam manajemen keseharian koperasi.

Praktek nilai itu untuk menjaminya tentu perlu diterjemahkan menjadi prinsip-prinsip sebagai operasionalisasinya. Bagaimana misalnya nilai keadilan, demokrasi, kejujuran itu dapat bekerja.

Sumber nilai itu terhubung bukan hanya dalam teori, tapi secara kongkrit harus terlihat dalam cara kerja koperasi. Nilai-nilai tersebut sifatnya inheren, melekat di dalam sistem, bukan hanya dijadikan sebagai kode etik.

Satu contoh adalah praktek nilai keadilan dan demokrasi misalnya. Dalam proses pembagian keuntungan koperasi itu musti adil bagi semua. Tak hanya bagi kepentingan penyetor modal tapi bagi pekerjanya, bahkan bagi konsumen dan produsen produk/jasa koperasi. Semua memiliki porsi untuk diperhitungkan secara adil.

Sebuah usaha toko koperasi konsumen misalnya. Setiap konsumen akan memiliki nilai modal yang disetor, dan juga pembelian kebutuhan sehari-sehari di koperasi milik mereka. Maka dalam pembagian keuntunganya harus memperhitungkan dua hal penting tersebut. Diperhitungkan dari investasinya dan juga dari nilai transaksi pembelianya.

Dalam konteks koperasi multipihak, dimana produsen, pekerja dan konsumennya menjadi pemilik dari koperasinya maka koperasi akan memperhitungkan semuanya. Produsen, pekerja dan konsumen akan memiliki porsi bagian dari keuntungan yang adil menurut kesepakatan bersama.

See also  Gus Halim: Pembangunan Desa Harus Jadi Prioritas Indonesia

Contohnya misalnya koperasi platform audio visual. Para developernya, content creatornya seperti artisnya, atau konsumenya seperti listener dan viewer semua diberikan kompensasi yang sama dan duduk sama rendah dalam sistem koperasi.

Dalam praktek demikrasi misalnya, struktur manajemen koperasi adalah struktur kerja yang flat, orang-orang datang dalam sistem kerja yang equal, sama. Jabatan hanyalah fungsi-fungsi yang dibentuk untuk mengatur sirkulasi tugas. Tapi sesungguhnya pekerja adalah orang-orang yang independen yang tidak boleh dalam posisi terhegomoni, ditindas atau diperas.

Dalam praktek, koperasi-koperasi pekerja ( worker co-op) adalah orang-orang yang bekerja dalam satu perusahaan koperasi yang juga pemilik dari koperasi. Mereka adalah pekerja-pemilik yang dijamin hak-haknya dalam proses penguasaan perusahaan secara sama. Betapa modal yang mereka setor, jabatan berbeda beda.

Praktek nilai ini mendasar karena nilai-nilai koperasi merupakan pembentuk dari alasan adanya ( raison d’etre) dari koperasi. Tanpa praktek nilai tersebut maka sebuah organisasi yang menyebut koperasi tidak layak untuk disebut sebagai koperasi. Bahkan dapat disimpulkan, koperasi itu ada karena koperasi itu berbeda. (PRY)

Berita Terkait

4 Jembatan Gantung Dibangun Di Banten Tahun 2026, Dukung Konektivitas dan Ekonomi Warga
Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo Siap Genjot Indeks Pertanaman Hingga 3 Kali Setahun
Mentrans: Jika Kita Tidak Hadir, Orang Lain yang Akan Mengelola Kekayaan Indonesia
Prabowo: Biodiesel B50 Meluncur Juli 2026, RI Menuju Swasembada Energi
Kementerian PU Mulai P3-TGAI Tahun 2026 di Bali, Perkuat Irigasi dan Dukung Keberlanjutan Subak di 78 Lokasi
Potongan Ojol Turun Jadi 8 Persen, Berlaku Mulai 1 Juli
Hutama Karya Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Catatkan Pertumbuhan Berkualitas
Jalan Daerah Era Presiden Prabowo Diperlebar Menjadi Sekitar 8 meter Dari Semula Sekitar 3 Meter

Berita Terkait

Saturday, 27 June 2026 - 00:33 WIB

4 Jembatan Gantung Dibangun Di Banten Tahun 2026, Dukung Konektivitas dan Ekonomi Warga

Friday, 26 June 2026 - 18:32 WIB

Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo Siap Genjot Indeks Pertanaman Hingga 3 Kali Setahun

Thursday, 25 June 2026 - 16:32 WIB

Mentrans: Jika Kita Tidak Hadir, Orang Lain yang Akan Mengelola Kekayaan Indonesia

Thursday, 25 June 2026 - 13:28 WIB

Prabowo: Biodiesel B50 Meluncur Juli 2026, RI Menuju Swasembada Energi

Wednesday, 24 June 2026 - 23:03 WIB

Kementerian PU Mulai P3-TGAI Tahun 2026 di Bali, Perkuat Irigasi dan Dukung Keberlanjutan Subak di 78 Lokasi

Berita Terbaru

foto ist

Energy

Harga Minyak Turun, Pertamina Siap Turunkan BBM Bertahap

Saturday, 27 Jun 2026 - 12:14 WIB

ilustrasi / foto ist

News

Ganjil Genap Gerbang Tol Tetap Mengacu Aturan Lama

Saturday, 27 Jun 2026 - 10:41 WIB

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta yang juga aktivis perempuan Fahira Idris / foto ist

News

Kasus Penyekapan Bandung, Fahira Sampaikan Tujuh Desakan

Saturday, 27 Jun 2026 - 10:29 WIB