Pengamat: Isdianto-Suryani Diusung PKS dan Hanura, Demokrat dan PAN Menyusul?

Thursday, 16 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Duet Isdianto-Suryani dipastikan ikut berlaga pada Pilkada Kepri Desember mendatang. Pasalnya, duet ini resmi telah mendapat dukungan Partai Hanura dan PKS yang diterima secara langsung oleh Pasangan Calon di kantor DPP masing-masing partai pada hari ini, Kamis (16/7). Pasangan ini juga dikabarkan akan mendapat dukungan dari Partai Demokrat dan PAN. Duet Isdianto-Suryani ini akan berhadapan dengan Soerya-Iman yang didukung oleh Partai Gerindra, PKB, PDIP dan Ansar-Marlin yang didukung oleh Partai Golkar dan NasDem.

Sementara itu, disaat ketiga Paslon ini sudah mendapat dukungan, tersisa satu figur lain yakni tokoh gaek Ismeth Abdullah yang berencana mengikuti laga Pilkada melalui jalur independen, namun pupus lantaran hingga batas akhir pendaftaran jalur independen pihaknya tidak juga melengkapi berkas pendaftaran di KPU Kepri. Meski begitu, sulit bagi Ismeth Abdullah mendapatkan rekomendasi partai karena sudah tak cukup syarat kursi untuk mengusung.

Pengamat politik Kepri Indira Nainggolan memprediksi laga Pilkada Kepri tahun ini hanya bakal diikuti oleh tiga kontestan. Menurutnya besar kemungkinan sisa partai yang belum tegas mengeluarkan rekomendasi pengusungan akan berlabuh di kubu incumbent. “Kan logikanya begini, jika Demokrat, PAN dan PPP mau bergabung ke poros Soerya-Iman seharusnya sudah dari awal, kalau sekarang mereka akan jadi gerbong kereta yang tertinggal. Demikian juga jika bergabung ke poros Ansar-Marlin, partai-partai itu hanya jadi pelengkap,” ujarnya.

Lebih jauh, pengamat lulusan UGM ini menilai duet Isdianto-Suryani cocok dan ideal. Menurutnya duet ini akan mampu menyolidkan basis dukungan masyarakat yang pada periode lalu mendukung duet Sani-Nurdin. “Saya menilai duet ini cocok dan mudah diterima oleh masyarakat khususnya yang pada periode pilkada lalu mengantarkan almarhum Muhammad Sani sebagai pemenang Pilkada 2015 lalu. Belum lagi jika melihat dukungan PKS yang dikenal sebagai partai yang solid dan memiliki jumlah kader militan yang cukup banyak di Kepri. Tentu ini menjadi kekuatan yang tidak dimiliki oleh kubu lawan,” pungkasnya.

See also  Ekonomi Bali Belum Sepenuhnya Pulih, PKS Bali Tolak Kenaikan Harga BBM

Terpisah, Pemerhati Pilkada Kepri Muhammad Ridwan menyampaikan besar kecenderungan Pilgub Kepri akan diikuti tiga pasangan calon. Itu karena tidak mudahnya mengumpulkan dukungan perseorangan ditengah situasi pandemi corona seperti sekarang ini. Ia juga menduga persaingan di Kepri jauh akan lebih mengarah pada uji kompetensi, pengalaman dan konsentrasi program masing-masing paslon. Jika situasinya normal, ketiga paslon punya kans beradu visi misi dengan leluasa. Namun jika situasi wabah pandemi makin mengancam dan kondisi ekonomi menuju resesi, maka petahana jauh lebih diuntungkan.

“Saya kira situasinya kini cukup jelas. Ada tiga pasangan calon yang bertanding. Sesumbar Golkar Kepri yang akan membuat pilkada head to head antara Ansar melawan Soerya, runtuh sudah. Mereka menyepelekan kekuatan Isdianto, padahal nyata-nyata dia adalah incumbent,” ujarnya kepada media di Batam, (16/7).

Indormasi terkini seputar peta kekuatan masing-masing pasangan calon dipenuhi dengan berbagai klaim. Semua mengaku paling kuat dan akan menang. Namun data paling update yang beredar di masyarakat, menyebutkan pasangan Isdianto-Suryani memiliki elektabilitas tertinggi. Lembaga Studi Pemilu dan Politik (LSPP) menyebutkan survei terbaru mereka, periode tanggal 9 sampai 13 Juli 2020, posisi tertinggi diraih pejabat petahana yakni Plt. Gubernur Isdianto dengan Suryani meraih dukungan sebesar 23,87 persen. Sementara kompetitornya, Ansar Ahmad-Marlin Agustina berada di posisi kedua, mendapatkan dukungan sebesar 18,77 persen. Lalu pasangan Soerya-Iman berada di posisi terkahir dengan dukungan hanya sebesar 11,33 persen.

LSPP menyampaikan kepada publik yang belum memutuskan masih cukup besar yakni sebesar 39,52 persen. Adapun yang sudah memutuskan namun menyatakan rahasia, tercatat sebesar 6,51 persen. Dengan demikian peluang menang di Pilkada Kepri masih terbuka bagi semua pasangan.

Berita Terkait

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.
Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas
Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD
GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI
PLN Icon Plus Resmikan Kantor Pelayanan Manado, Perkuat Jangkauan Layanan di Sulawesi Utara
Perjuangkan Pelestarian Aksara Kawi, LaNyalla Temui Fadli Zon
Sosialisasi 4 Pilar: Yulian Gunhar Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan untuk Membangun Bangsa
Sosialisasi 4 Pilar MPR, Yulian Gunhar Ingatkan Amanat Pasal 33 UUD 1945

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 17:22 WIB

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.

Tuesday, 11 August 2026 - 16:55 WIB

Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas

Monday, 3 August 2026 - 16:20 WIB

Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD

Sunday, 2 August 2026 - 18:19 WIB

GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI

Monday, 20 July 2026 - 22:10 WIB

PLN Icon Plus Resmikan Kantor Pelayanan Manado, Perkuat Jangkauan Layanan di Sulawesi Utara

Berita Terbaru

News

DPD RI Gelar Pemilihan Pimpinan Alat Kelengkapan

Wednesday, 19 Aug 2026 - 22:12 WIB

Berita Terbaru

Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian

Wednesday, 19 Aug 2026 - 22:01 WIB