Ketum TP-PKK Jadikan Amanah Presiden Sebagai Kesempatan Untuk Memantapkan Eksistensi PKK

Friday, 7 August 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Di tengah pandemik covid-19, Presiden Joko Widodo memberikan amanah dan perintah secara langsung kepada Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga pusat (TP-PKK) Tri Tito Karnavian agar para pengurus dan kader-kader PKK dapat menjadi mesin penggerak melawan covid-19 di seluruh pelosok tanah air. Ia menuturkan akan menggunakan kesempatan tersebut sebagai kesempatan untuk memantapkan eksistensi PKK sebagai lembaga swadaya masyarakat terbesar di Indonesia untuk optimal membantu pemerintah pusat melaksanakan tugasnya, khususnya sosialisasi protokol kesehatan ke masyarakat.

“Kami juga agak terkejut waktu Bapak Presiden memberikan pengarahan memberikan perintah langsung seperti itu, artinya bahwa PKK sudah diakui di masyarakat dan sebetulnya bukan Indonesia saja tetapi secara Internasional,”tuturnya pada acara Launcing Gerakan Sejuta Masker digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong provinsi Bengkulu, Kamis (6/08/2020).

Pada kesempatan tersebut, Ketum TP-PKK juga mengajak agar para kader dan relawan dapat mematuhi aturan yang sama, penggunaan protokol kesehatan. Sehingga, tidak ada korban terpapar covid-19 dalam pelaksanaan amanah mulia dari Presiden Joko Widodo.

“Para kader harus betul-betul juga menjaga diri, jangan sampai nanti tugas ini malah merugikan diri. Kita harus tahu sekali bagaimana memakai masker yang benar, bagaimana kita memperlakukan orang lain, menjaga jarak dan terus sering mencuci tangan, juga menghindari kerumunan,” tuturnya.

Adapun, dengan besarnya jumlah keanggotaan yang dimiliki PKK se-Indonesia, diharapkan agar sosialisasi dan gerakan membagi sejuta masker dapat menjangkau masyaralat luas sampai ke tingkat desa.

“Ini potensi bagi kita semua untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, pandemi ini berakibat negatif banyak pada aspek kehidupan kita. Tidak hanya ekonomi, kesehatan, pendidikan, tapi kehidupan kita sehari-hari yang mungkin biasa kita bersalaman, biasa duduk berdekatan, biasa makan sembarangan, saat ini kita tidak bisa melakukannya lagi sehingga di era yang baru, new normal, kebiasaan baru untuk kesehatan kita sendiri, salah satunya adalah memakai masker,” terangnya.

See also  Tiga Belas Orangutan Dilepasliarkan Bertahap di TN Tanjung Puting

Berita Terkait

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT
Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh
DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan
Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.
Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas
Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD
GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 14:45 WIB

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT

Thursday, 24 September 2026 - 16:30 WIB

Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh

Thursday, 10 September 2026 - 16:21 WIB

DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan

Monday, 7 September 2026 - 13:56 WIB

Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan

Tuesday, 11 August 2026 - 17:22 WIB

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.

Berita Terbaru

foto ist

News

Dua Agenda Besar, Satu Komando: Bahlil

Friday, 2 Oct 2026 - 07:15 WIB

News

Kementerian PU Pulihkan Fungsi Embung Ulu Benua

Friday, 2 Oct 2026 - 07:00 WIB