BBKSDA Papua Kembali Terima Translokasi 51 Satwa Jenis Aves dan Mamalia Asal Papua

Saturday, 17 July 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua kembali menerima translokasi satwa sejumlah 51 ekor jenis aves dan mamalia pada Kamis (15/7). Setelah sebelumnya menerima translokasi satwa dari BBKSDA Jawa Timur dan BKSDA Jawa Tengah sejumlah 46 ekor aves pada 1 Juli 2021, kali ini translokasi satwa berasal dari BKSDA Sulawesi Utara.

51 satwa yang ditranslokasi terdiri 33 ekor Kasturi kepala hitam (Lorius lory), 11 ekor Kakatua rawa (Cacatua sanguinea), 2 ekor Kasuari gelambir tunggal (Casuarius unappendiculatus), 3 ekor Angsa boiga (Anseranas semipalmata), dan 2 ekor Pelandu papua (Dorcopsis hageni).

Di antara 51 ekor satwa tersebut, terdapat 15 ekor hasil repatriasi (pemulangan kembali ke negara asal) dari Filipina, yaitu 11 ekor Kasturi kepala hitam (Lorius lory), 2 ekor Kasuari gelambir tunggal (Casuarius unappendiculatus), dan 2 ekor Pelandu papua (Dorcopsis hageni). Sisanya merupakan satwa sitaan dan penyerahan masyarakat kepada BKSDA Sulawesi Utara. Satwa-satwa tersebut tiba di Pelabuhan Jayapura pada Kamis (15/7) menggunakan moda transportasi Kapal Motor (KM) Sinabung.

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, satwa-satwa translokasi dari BKSDA Sulawesi Utara merupakan satwa yang dilindungi Undang-undang. Sementara dalam daftar IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources), semua satwa tersebut berstatus Least Concern (LC), artinya telah dievaluasi, dan termasuk berisiko rendah.

Berdasarkan hasil uji PCR, semua satwa bebas dari Avian Influenza. Selain itu, juga telah ada surat hasil uji serologis dan rabies yang menyatakan semua satwa dalam kondisi sehat. Berdasarkan hasil uji laboratorium, Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua juga telah mengeluarkan Surat Rekomendasi Translokasi Satwa Endemik ke Papua. Setibanya di Jayapura, semua satwa mendapatkan pemeriksaan kembali oleh dokter hewan, dan dinyatakan Semua satwa dalam keadaan sehat dan akan direhabilitasi di Kandang Transit Buper Waena hingga siap dilepasliarkan ke alam.

See also  Kemendagri Kirim Tim Pendamping Pemerintahan Pantau Erupsi Gunung Semeru

Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara, Askhari Dg. Masikki, menyampaikan, selain memulangkan satwa ke Papua melalui BBKSDA Papua, pihaknya juga memulangkan satwa ke Papua Barat melalui BBKSDA Papua Barat. Jenis-jenis satwa terdiri atas 47 ekor Kakatua koki (Cacatua galerita), 1 ekor Nuri hitam (Chlacopsitta atra), 2 ekor Nuri kabare (Psittrichas fulgidus), 4 ekor Julang irian (Rhyticeros plicatus), dan 2 ekor Mambruk Ubiat (Goura christata). Pemulangan satwa-satwa tersebut telah disesuaikan dengan daerah persebarannya.

Pada kesempatan ini, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara atas kerja sama yang sangat baik selama proses translokasi satwa. “Kami sambut hangat kedatangan 51 ekor satwa ini, yang diantarkan langsung oleh Polhut, keeper, dan dokter hewan dari BKSDA Sulawesi Utara. Luar biasa kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas kita semua melestarikan satwa endemik Papua. Harapan ke depan, semoga satwa-satwa ini sehat, aman, dapat kembali ke habitatnya dan berkembang biak dengan sejahtera demi keseimbangan alam kita. Saya mengingatkan kembali kepada semua pihak, mari menjaga satwa endemik Papua, jangan sampai keluar dari wilayah Papua secara ilegal. Ini tugas kita bersama di tanah Papua,” kata Edward.

Selanjutnya Edward juga menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Para Pihak yang telah membantu terlaksananya translokasi satwa. Hal ini merupakan langkah nyata untuk mencapai tujuan hidup yang harmoni dengan alam. “Mari kita selamatkan satwa endemik Papua sebelum menjadi kenangan,” pungkas Edward.

Kegiatan pelepasliaran dan translokasi satwa tahun 2021 ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Road to HKAN 2021” dengan tema “ Living in Harmoni with Nature : Melestarikan Satwa Liar Milik Negara” Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara, memupuk kecintaan pada alam dan budaya nusantara.

Berita Terkait

GKR Hemas Gandeng Kemendagri Dorong Percepatan RUU Daerah Kepulauan
Irman Gusman Ajak Perantau Lambah Bangkitkan Ekonomi Nagari
Bayar Pajak Tanpa KTP, Warga Jabar Tetap Diminta Bikin Pernyataan
Kementerian PANRB Dorong Percepatan MPP dan MPP Digital di Daerah
Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Banda Aceh, Darwati Soroti Peran Ibu dalam Menjaga Persatuan
Dukung Kelancaran Mudik, Hutama Karya Fungsionalkan Tol Palembang–Betung Seksi Kramasan–Pangkalan Balai
Darwati A. Gani Siap Dukung Kegiatan Kaum Muda Aceh yang Bermanfaat
Penutupan Sementara Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggan –Kayu Agung

Berita Terkait

Tuesday, 2 June 2026 - 14:40 WIB

GKR Hemas Gandeng Kemendagri Dorong Percepatan RUU Daerah Kepulauan

Sunday, 31 May 2026 - 22:21 WIB

Irman Gusman Ajak Perantau Lambah Bangkitkan Ekonomi Nagari

Wednesday, 8 April 2026 - 13:22 WIB

Bayar Pajak Tanpa KTP, Warga Jabar Tetap Diminta Bikin Pernyataan

Saturday, 4 April 2026 - 16:23 WIB

Kementerian PANRB Dorong Percepatan MPP dan MPP Digital di Daerah

Tuesday, 17 March 2026 - 09:52 WIB

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Banda Aceh, Darwati Soroti Peran Ibu dalam Menjaga Persatuan

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

HUT DKI, Pramono Gratiskan Transportasi dan Tempat Wisata

Monday, 15 Jun 2026 - 10:30 WIB