Belajar ‘BerAKHLAK’ dari Atlet dan Wasit Olimpiade Tokyo

Friday, 20 August 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Core values aparatur sipil negara (ASN) BerAKHLAK telah ditetapkan Presiden RI Joko Widodo dan menjadi fondasi dalam penguatan budaya kerja ASN. Cerminan nilai-nilai BerAKHLAK ditunjukkan oleh ASN yang menjadi wasit dan atlet yang berlaga dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengundang beberapa atlet dan wasit itu untuk berbagi pengalaman dalam penerapan core values BerAKHLAK dan employer branding Bangga Melayani Bangsa. Mereka adalah atlet bulu tangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang berhasil meraih medali emas, atlet angkat besi kelas 61 kg Eko Yuli Irawan yang berhasil mendapatkan medali perak, serta wasit bulu tangkis Wahyana yang memimpin pertandingan final tunggal putri Olimpiade Tokyo.

Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Alex Denni mengatakan mereka telah menerapkan BerAKHLAK yang merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. “Saya lihat teman-teman yang dihadirkan dalam talkshow ini bukan hanya atlet tapi juga wasit itu sudah menunjukan nilai-nilai yang tercermin dalam core values ASN,” ujarnya saat kegiatan Talkshow ASN BerAKHLAK dan Bangga Melayani Bangsa Edisi Spesial Olimpiade Tokyo 2020, secara virtual, Kamis (19/08).

Alex menjelaskan segenap kontingen Indonesia yang tampil di Olimpiade Tokyo 2020 telah menerapkan BerAKHLAK. Persembahan medali bagi masyarakat Indonesia yang jika dicermati masuk kedalam nilai berorientasi pelayanan. Dimana salah satu panduan perilakunya adalah memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada dasarnya masyarakat ingin negaranya dapat dibanggakan dalam berbagai bidang termasuk olahraga, dan para atlet berhasil mempersembahan medali untuk masyarakat Indonesia.

Selanjutnya nilai akuntabel, salah satu contohnya wasit Wahyana yang dipercaya untuk memimpin pertandingan final tunggal putri bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020. Ia harus melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi.

See also  Gaji Selangit Komisaris baru Garuda Indonesia

Untuk nilai kompeten, Alex mengatakan seorang atlet yang telah menjadi juara akan tetap melakukan latihan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi diri. Kemudian harmonis, dapat dilihat dari latar belakang para atlet yang beragam. Mereka berasal dari berbagai daerah namun tetap saling menghargai dan bekerja sama sehingga lingkungan tetap kondusif.

Nilai loyal diwujudkan dengan menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi para atlet maupun wasit. Mereka rela meninggalkan keluarga dan menghabiskan sebagian besar waktu untuk berlatih demi perolehan hasil yang maksimal.

Nilai adaptif dicerminkan saat tim bulu tangkis Indonesia tidak dapat ikut dalam kejuaraan All England dikarenakan satu pesawat dengan penumpang yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat terbang dari Istanbul ke Birmingham. Dengan kejadian tersebut para atlet tidak lantas putus asa, namun cepat menyesuaikan dan mempersiapkan diri untuk pertandingan pada laga berikutnya.

Kesuksesan Indonesia dalam Olimpiade Tokyo ini terwujud karena adanya kolaborasi yang baik antar komponen bangsa. “Itu semua merupakan nilai kolaboratif, dimana bukan hanya para atlet, namun ada pelatih, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta official. Kami harapkan contoh perilaku dari Core Values BerAKHLAK ini dapat dikembangkan oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan organisasi,” jelasnya.

Kegiatan talkshow ini dipandu oleh Luluk Hadiyanto yang merupakan mantan atlet bulu tangkis dan saat ini menjadi ASN Kemenpora. Pada kesempatan tersebut, Atlet Greysia Polii mengungkapkan bahwa tantangannya dalam meraih medali emas tidaklah mudah. Diperlukan komitmen serta kerja sama dengan banyak pihak, seperti teman, tim, hingga pelatih.

Dukungan dari keluarga menjadi semangat tersendiri bagi Greysia untuk memberikan prestasi yang terbaik bagi bangsa dan negara. Selain itu ia selalu berusaha bersikap santai dan tidak tegang dalam menghadapi setiap pertandingan, dengan hal tersebut diyakini membawa suasana hati menjadi tenang.

See also  Erick Thohir Pangkas BUMN dari 142 Menjadi 107 Perusahaan

Wanita yang juga juara dalam ajang Thailand Open 2021 ini berpesan bahwa mengharumkan nama negara bisa melalui banyak cara, salah satunya seperti dirinya yang memilih menjadi atlet bulu tangkis. Para ASN juga berperan penting dalam membawa nama harum negara, dengan menjalani pekerjaan dengan keras, tulus, dan ikhlas yang ditujukan untuk kemajuan Indonesia.

Senada dengan Greysia, Apriyani Rahayu menekankan bahwa komitmen menjadi hal penting untuk mencapai kesuksesan. Komitmen dari wanita kelahiran Konawe, Sulawesi Tenggara ini adalah melakukan latihan secara rutin dan menargetkan pencapaiannya. Adanya target dalam meraih prestasi tertinggi memberikan motivasi untuk dapat bertanding dengan cara terbaik.

Di kesempatan yang sama, atlet angkat besi Eko Yuli Irawan menyampaikan proses yang dilalui untuk mencapai puncak tidaklah mudah. Ia melakukan latihan setiap hari meskipun pada ajang sebelumnya Eko telah berhasil meraih berbagai medali.

Meski telah mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia, ia masih bertekad memboyong medali emas dikemudian hari. Untuk itu diperlukan latihan dan komitmen yang lebih kuat dari sebelumnya. “Tetap semangat dan kembangkan skill untuk mencapai target yang diraih dan tanggung jawab dengan pekerjaan dimanapun bertugas,” ujar pria yang berhasil meraih medali perak pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil.

Selanjutnya wasit Wahyana mengatakan dalam menjalankan tugasnya, diperlukan penerapan disiplin yang tinggi. Selain itu, ia selalu mempelajari dan meng-update semua peraturan tentang bulu tangkis agar dapat tampil maksimal.

Sebelum berkarier sebagai wasit bulu tangkis internasional, ASN Pemkab Gunungkidul tersebut mengaku memiliki kendala dalam bahasa asing, Namun dengan kegigihan dan usahanya untuk belajar, kesulitan tersebut tak lagi menjadi penghalang.

Lebih lanjut Wakil Kepala Sekolah SMPN 4 Gunungkidul ini berpesan kepada ASN untuk memajukan negeri bisa dilakukan dalam bentuk apa saja. Kuncinya adalah tetap fokus dan terus mengasah kemampuan agar hasilnya maksimal.

See also  Mulai 20 Agustus Diberlakukan Tarif Baru Tol Jagorawi dan Sedyatmo

“Kita harus bangga melayani bangsa, ditunjukan dengan sungguh-sungguh menekuni profesi kita sehingga memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara. Dan bangga melayani bangsa menjadi modal utama dan semangat kita untuk untuk terus konsisten dan lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Program Mudik ke Jakarta Tembus Rp21 Triliun, Pramono Optimistis Terus Naik
Arus Balik Lebaran 2026, Trafik JTTS Tembus 257 Ribu Kendaraan
Warga Padati Istana, Antusias Bertemu Prabowo di Gelar Griya
Hemat Energi, Pemerintah Terapkan WFH Usai Lebaran
Arus Balik Lebaran, Trafik JTTS Naik 50 Persen
Menteri PU Dampingi Presiden Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Pastikan Rumah Hunian Telah Dihuni
Arus Mudik Meningkat, 1,8 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Pemerintah Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen, Siapkan Antisipasi Harga Energi

Berita Terkait

Wednesday, 25 March 2026 - 17:38 WIB

Program Mudik ke Jakarta Tembus Rp21 Triliun, Pramono Optimistis Terus Naik

Tuesday, 24 March 2026 - 12:13 WIB

Arus Balik Lebaran 2026, Trafik JTTS Tembus 257 Ribu Kendaraan

Monday, 23 March 2026 - 13:48 WIB

Warga Padati Istana, Antusias Bertemu Prabowo di Gelar Griya

Sunday, 22 March 2026 - 23:48 WIB

Hemat Energi, Pemerintah Terapkan WFH Usai Lebaran

Sunday, 22 March 2026 - 23:40 WIB

Arus Balik Lebaran, Trafik JTTS Naik 50 Persen

Berita Terbaru

ilustrasi / foto ist

Megapolitan

Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Usai Libur Lebaran

Wednesday, 25 Mar 2026 - 17:23 WIB